Beberapa ayah Qur’an memerintahkan para Muslim menyerang orang2 tak berdosa dan merampoki mereka, dengan hadiah di dunia baka dan fana.
Q. 48:20
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang kamu akan mengambilnya,
Untuk mematikan nurani pengikutnya dari rasa bersalah karena melakukan perampokan, Muhammad membuat Allâh berkata: “Nikmatilah apa yang kamu ambil dalam perang, sebagai benda yang halal lagi baik” [32]
[32] Qur’an, 8:69. Juga lihat Qur’an, 8:74: “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah (untuk membela Islam) dan orang-orang (Ansar) yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu), merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka beroleh keampunan dan limpah kurnia yang mulia..” Orang yang tidak mengenal gaya tulis Muhammad (sebenarnya, melafal, karena dia buta huruf) mungkin heran bagaimana perintah merampok orang lain bisa selaras dengan perintah takut akan Allâh. Tapi mereka yang dapat membaca Qur’an dalam bahasa Arab bisa menemukan irama suara yang serupa, dan Muhammad sering menambah kata2 atau kalimat2 yang tidak pada tempatnya, seperti “takut akan Allâh,” “Allah maha pengampun,” “Dia yang maha tahu lagi bijaksana,” dll., hanya untuk membuat ayatnya terdengar berirama sama. Sikap takut akan kemarahan Tuhan tapi di waktu yang sama melakukan perampokan dan pembunuhan atas orang2 tak berdosa merupakan dua hal yang bertentangan. Dengan menyamakan Tuhan dengan tindakan perampokan, pembantaian, dan pemerkosaan, Muhammad telah menurunkan standard moral pengikutnya yang menghalalkan perbuatan jahat. Perampokan diubah jadi perampokan suci, pembunuhan diubah jadi pembunuhan suci, dan kejahatan diperintahkan dan bahkan dimuliakan. Dia meyakinkan para pengikutnya bahwa mereka yang berperang demi Islam akan dapat hadiah, tidak hanya hadiah jarahan perang tapi juga pengampunan dosa2 mereka.

Banyak kejahatan2 yang dilakukan Muslim selama berabad-abad berasal dari ayat2 ini dan yang serupa lainnya. Amir Tîmûr-i-lang, yang dikenal juga dengan nama Tamerlane (1336-1405), adalah seorang kejam yang menjadi Kaisar melalui tindakan2 banditnya. Dalam autobiografinya yang berjudul Sejarah Perangku melawan India (The History of My Expedition against India), dia menulis:
Tujuan utamaku datang ke Hindustan (India) dan melampaui semua kesusahan adalah untuk mencapai dua hal. Pertama adalah perang melawan kafir, musuh Islam; dan dengan melakukan perang agama ini aku akan mendapatkan surga di alam baka. Yang kedua adalah untuk barang2 duniawi; tentara Islam harus mendapatkan sesuatu dari menjarah kekayaan dan harta kafir: menjarah dalam perang adalah sama halalnya dengan air susu ibu mereka bagi Muslim yang berperang bagi agamanya, dan meminumnya adalah halal dan terhormat.[33]
[33] Malfuzat-i Timuri, atau Tuzak-i Timuri, oleh Amir Tîmûr-i-lang dalam The History of India as Told by its own Historians. The Posthumous Papers of the Late Sir H. M. Elliot. John Dowson, ed. 1st ed. 1867. 2nd ed., Calcutta: Susil Gupta, 1956, vol. 2, pp. 8-98.

Bahkan kalaupun kita beranggapan bahwa ke delapan puluh Muslim yang hijrah memang dipaksa ke luar oleh orang2 Mekah, bagaimana tindakan ini bisa mengesahkan perampokan kafilah2 tersebut? Harta benda kafilah2 ini belum tentu milik orang2 yang dulu mengusir Muslim. Apakah setiap orang yang berpikir dirinya ditindas di suatu kota lalu boleh2 saja melakukan tindakan balas dendam terhadap siapa saja penduduk kota itu? Para Muslim juga menggunakan logika yang sama ketika mereka membom dan membunuh orang2 tak berdosa. Jika mereka mengira suatu negara tidak bersikap ramah terhadap mereka, lalu mereka pikir boleh2 saja membalas dendam dengan cara membunuh siapa saja warga negara itu yang tak berdosa. Semua yang dilakukan Muslim jaman sekarang yang mengherankan dunia adalah sama dengan tindakan Muhammad.

Di bagian 22, ayat 23 dalam Qur’an, Allâh memberi ijin berperang. Ini adalah ayat yang sama yang ditulis Osama Bin Laden di suratnya kepada Amerika. Apakah sekarang kita bisa berkata bahwa Islam tidak ada hubungannya dengan terorisme?

Meskipun telah mengeluarkan ayat2 panik penuh ancaman bagi mereka yang berniat meninggalkannya, Muhammad tetap saja harus menemukan jalan untuk menafkahi pengikut2nya. Dia lalu memerintahkan mereka untuk merampok kafilah2 pedagang Mekah. Dia meyakinkan mereka bahwa masyarakat Mekah telah mengusir mereka ke luar dari rumah mereka, karena itu sudah jadi hak mereka untuk merampok orang2 Mekah tersebut.
Q.22:39-40
(39) Diizinkan berperang bagi orang-orang (Islam) yang diperangi (oleh golongan penceroboh), kerana sesungguhnya mereka telah dianiaya dan sesungguhnya Allâh Amat Berkuasa untuk menolong mereka (mencapai kemenangan). (40) Iaitu mereka yang diusir dari kampung halamannya dengan tidak berdasarkan sebarang alasan yang benar, (mereka diusir) semata-mata kerana mereka berkata: Tuhan kami ialah Allâh...

Dia juga mengeluarkan banyak ayat2 Qur’an yang membujuk pengikutnya memerangi non-Muslim.
Q.8:65
Wahai Nabi, perangsangkanlah orang-orang yang beriman itu untuk berperang. Jika ada di antara kamu dua puluh yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu) dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan yang kafir, disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengerti.

Muhammad menghalalkan serangan2 ini melalui cara yang kita kenal saat ini sebagai pihak yang jadi korban, sama persis seperti yang dilakukan Muslim masa kini. Dia mengaku non-Muslim telah menekan kaum Muslim dan melakukan perang terhadap mereka. Pada kenyataannya, dia sendiri yang memulai permusuhan dengan merampoki kafilah2 Mekah. Begitu dia mulai cukup tentara yang bersedia melakukan perintahnya, Muhammad pun memerintahkan mereka membunuhi para pedagang Quraish pula. Kebohongan Muhammad sudah jelast tampak. Di satu ayat, Muhammad memerintahkan para pengikutnya hijrah ke Medina dan mengancam mereka yang tidak ingin ikut dengan pembunuhan dan neraka. Tapi di ayat2 lain dia menuduh bahwa Muslimlah yang diusir tanpa sebab dan mereka jadi korban “yang diperangi.”

Simak kata kiasan Arab berikut: Darabani, wa baka; Sabaqani, wa'shtaka “Dia memukulku dan mulai menangis; lalu dia datang padaku dan menuduhku memukulnya!” Kiasan ini dengan tepat menggambarkan modus operandi (siasat) Muhammad. Para pengikutnya saat ini juga melakukan permainan kotor serupa. Siasat Muhammad ini ternyata sukses sekali. Dia berhasil membuat anak2 laki berperang melawan ayah2 mereka, mengadu domba saudara kandung lawan saudara kandung, dan menghancurkan persatuan suku, mencerai-beraikan masyarakat. Dengan menggunakan siasat ini, dia akhirnya dapat menguasai seluruh Arabia. Jangan mengira bahwa orang2 Arab itu bodoh sehingga mereka mudah diakali. Bahkan sekarang pun, orang2 Barat yang beralih memeluk Islam sebenarnya melakukan hal yang sama dengan yang orang2 Arab lakukan pada sukunya sendiri 1.400 tahun yang lalu. John Walker Lindh memeluk Islam dan pergi ke Afghanistan untuk berperang bagi Al-Qaida melawan Amerika. Joseph Cohen adalah Yahudi ortodox yang lalu memeluk Islam dan sekarang dia berkata membunuh orang2 Israel, termasuk anak2 sekalipun adalah perbuatan halal. Yvonne Ridley, wartawan BBC yang dulu menyelundup masuk Afghanistan tahun 2001 dan ditangkap Taliban, masuk Islam setelah dibebaskan. Sekarang dia benci sekali terhadap negaranya sendiri yang disebutnya “negara ketiga yang paling dibenci di dunia” (tampaknya setelah Amerika dan Israel). Ridley mendukung bom bunuh diri dengan menyebutnya “tindakan martir,” dan menjuluki Abu Musab al-Zarqawi sebagai pahlawan, padahal sudah jelas Zarqawi membunuhi ribuan orang2 Irak dalam kampanye berdarah di Irak dan jadi otak pemboman di Yordania yang membunuh 60 orang dan mencederai 115 orang di sebuah pesta perkawinan. Ridley juga mengatakan bahwa pemimpin teroris Chechnya bernama Shamil Basayev yang mendalangi penyanderaan penonton bioskop Moskow dan pembantaian anak2 sekolah di Beslan sebagai “martir yang pasti masuk surga.” Menumbuhkan rasa benci ternyata berhasil bagi orang2 Arab dan semua yang sekarang menyebut diri sebagai Muslim.

Karena sibuk mengurus sepuluh anak tanpa bantuan dari suami, Khadijah tidak sempat mengurus bisnisnya, sehingga setelah dia meninggal dunia, keluarganya jadi miskin. Setelah Khadijah meninggal, pendukung lain Muhammad yakni pamannya Abu Talib juga meninggal. Karena kehilangan dua pendukung setianya dan tidak dipedulikan masyarakat Mekah, maka Muhammad mengambil keputusan hijrah ke Medina. Apalagi sebelum hijrah dia sudah mendapat sumpah setia dari beberapa orang Medina untuk mendukungnya. Muhammad memerintahkan para pengikutnya hijrah duluan. Beberapa dari mereka merasa ragu untuk berangkat, sehingga Muhammad mengancam mereka jika mereka tidak mau pergi, maka mereka akan jadi penghuni Neraka. [27]
[27] Qur’an 4:97: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali

Muhammad sendiri tetap tinggal di Mekah. Lalu di suatu malam, dia mengaku Allâh memberitahunya bahwa musuh2nya berusaha untuk mencelakainya. Dia lalu meminta kawan setianya Abu Bakr untuk menemaninya diam2 pergi ke Medina. Ayat berikut mengisahkan kejadian tersebut:
Q 8:30
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

Dalam ayat Qur’an ini, tampaknya Allâh menduga2 apa yang akan direncanakan orang2 Mekah. Bukankah ini jelas hasil dari kecurigaan Muhammad saja? Muhammad hidup diantara masyarakat Mekah selama 13 tahun, mengganggun mereka dan menghina agama mereka, sama seperti yang dilakukan Muslim saat ini terhadap agama2 lain, tapi mereka tetap saja bersikap toleransi terhadap Muhammad. Selain dari tuduhan Muhammad sendiri, tidak ada catatan sejarah yang membuktikan mereka ingin mencelakai dirinya.

Dalam sejarah yang ditulis para Muslim sendiri, tidak ada bukti penindasan terhadap muhammad. Kaum2 tua Quraish yang muak dengan hinaan2 Muhammad melaporkan hal itu kepada pamannya yang sudah tua Abu Talib dan berkata, “Keponakanmu ini telah mengucapkan kata2 hinaan terhadap dewa2 dan agama kami, dan telah mengatakan kami bodoh, dan mengatakan semua kakek moyang kami sesat. Sekarang, kau yang berada di pihak kami silakan balas dia; (karena kau pun mengalami hinaan yang sama), atau jangan lindungi dia agar kami yang membalasnya.” [28]
[28] Sir William Muir, Life of Muhammad, Vol. 2, bab 5,. hal. 162.

Ini bukan ucapan orang2 yang suka menindas. Ini adalah sebuah permintaan dan peringatan agar Muhammad berhenti menghina dewa2 mereka. Bandingkan dengan tindakan kaum Muslim modern ketika nabi mereka digambarkan di beberapa kartun. Muslim2 ini mengamuk dan di tempat2 jauh seperti Nigeria dan Turki, mereka membunuh hampir 100 orang yang tidak bersalah atas pembuatan kartun2 itu. Tapi masyarakat Quraish bertoleransi atas hinaan2 terhadap dewa2 mereka selama tiga belas tahun.

Di malam Muhammad ditemani Abu Bakr melarikan diri ke Medina adalah awal dari sejarah Islam. Di Medina, dia menemukan orang2 Arab yang tidak semakmur orang2 Mekah. Tidak seperti orang2 Mekah, orang2 Medina tidak tahu tentang latar belakang dan perilaku Muhammad. Karena itu, mereka lebih terbuka menerima ajarannya.

Muhammad bukanlah orang Arab pertama yang mengaku sebagai nabi. Beberapa orang lain dari bagian Arab lain telah mengaku diri nabi dan mereka adalah saingannya. Yang paling terkenal adalah Musailama yang telah mulai khotbah beberapa tahun sebelum Muhammad mengaku nabi. Tapi tidak seperti Muhammad, Musailama berhasil diterima di kota dan masyarakatnya sendiri. Hal yang menarik lainnya adalah seorang wanita bernama Sijah juga mengaku sebagai nabi dan diapun punya banyak pengikut. Kedua nabi ini mengajarkan monotheisme. Hal ini merupakan bukti meyakinkan bahwa sebelum masa Islam mendominasi Arabia, wanita2 lebih dihormati dan punya lebih banyak hak daripada jaman setelah Islam. Tidak ada satupun dari nabi2 yang memakai kekerasan untuk mengembangkan agama mereka atau merampok orang lain. Mereka tidak mau menaklukkan daerah2 baru atau mendirikan kerajaan, tapi sesuai dengan tradisi nabi dalam Alkitab, mereka hanya ingin berkhotbah dan mengajak umatnya menyembah Tuhan. Muhammad adalah satu2nya nabi doyan perang di Arabia. Nabi2 yang lain juga tidak bermusuhan satu sama lain. Mereka bekerja sama dan tidak berseteru untuk mendapatkan pengaruh lebih banyak.

Masyarakat Arab Medina lebih dapat menerima Muhammad, bukan karena ajarannya yang intinya hanya percaya bahwa dia itu nabi, tapi karena mereka bersaing dengan masyarakat Yahudi. Di daerah Medina banyak terdapat masyarakat Yahudi. Sesuai dengan agama mereka, masyarakat Yahudi merasa mereka sebagai “bangsa pilihan.” Mereka pun lebih kaya dan terpelajar dibandingkan masyarakat Arab, sehingga ini menimpulkan kecemburuan sosial dalam diri masyarakat Arab. Sebagian besar tanah Medina dimiliki orang2 Yahudi. Kota Medina adalah kota Yahudi. Kitab al-Aghani [29] mencatat penduduk Yahudi pertama di Medina datang di jaman Musa. Akan tetapi dalam buku abad ke 10 berjudul Futuh al-Buldan (Penaklukan Kota2), Al Baladhuri menulis bahwa menurut masyarakat Yahudi, perpindahan penduduk Yahudi kedua terjadi di tahun 587 SM, ketika Raja Babilon bernama Nebuchadnezzar menghancurkan Yerusalem dan mengusir kaum Yahudi sehingga tersebar di mana2. Di Medina, kaum Yahudi hidup sebagai pedagang, ahli emas, ahli besi, ahli seni, petani, sedangkan kaum Arab adalah kuli dan pekerja yang bekerja bagi kaum Yahudi. Kaum Arab ini datang ke Medina sekitar tahun 450 atau 451 M dan ini berarti paling sedikit 1000 tahun SETELAH kaum Yahudi datang dan hidup di Medina. Kaum Arab pindah ke Medina karena terjadi banjir besar di Yemen yang memaksa suku2 Arab di daerah Sab mengungsi ke daerah lain di Arabia. Suku2 ini datang di Medina di abad ke 5 sebagai pengungsi. Setelah kaum Arab ini memeluk Islam, mereka mengusir dan membantai tuan rumah mereka dan mengambil alih kota.
[29] Beberapa jilid puisi yang dikumpulkan oleh Abu al-Faraj Ali dari Esfahan. Kumpulan ini terdiri dari puisi2 dari literatur Arab tertua mulai dari abad ke 9 M. Ini merupakan sumber keterangan penting tentang masyarakat Islam kuno.

Setelah hidup di Yathrib (nama kota asli sebelum diganti nama menjadi Medina), kaum Arab mulai menjarah dan merampoki orang2 Yahudi. Kaum Yahudi sebagai balasnya berkata sama seperti yang dikatakan orang2 yang ditindas: jika Juru Selamat mereka datang, maka Dia akan membalas mereka. Ketika kaum Arab mendengar Muhammad mengaku sebagai Rasul Tuhan dan mengumumkan dirinya diramalkan oleh Musa, mereka mengira dengan menerima dia sebagai Rasul dan memeluk Islam, maka mereka dapat menyamai kaum Yahudi.

Ibn Ishaq menulis: “Sekarang Allâh telah mempersiapkan jalan bagi Islam agar mereka (orang2 Arab) hidup berdampingan dengan kaum Yahudi, yang adalah para ahli kitab dan pengetahuan, ketika mereka dulu adalah orang2 penyembah banyak dewa dan berhala. Mereka seringkali merampok kaum Yahudi di daerah2 mereka, dan jika marah kaum Yahudi biasa berkata pada mereka, ‘Seorang nabi akan segera dikirim. Harinya segera tiba. Kami akan mengikutnya dan membunuh kalian dengan bantuannya…. Jadi ketika mereka mendengar pesan nabi, mereka berkata satu sama lain: ‘Inilah nabi yang diperingatkan kaum Yahudi pada kita. Jangan biarkan mereka menemukannya sebelum kita!” [30]
[30] Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq, hal.197

Sungguh ironis bahwasanya agama Yudaisme dan kepercayaan akan datangnya Juru Selamat ternyata jadi dasar kekuatan Islam. Tanpa hal ini, Muhammad tidak akan pernah punya pengikut dan Islam akan cepat mati sama seperti aliran2 sesat lainnya.

Sekali lagi, hanya sedikit atau bahkan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan2 Muhammad bahwa masyarakat Mekah menindas kaum Muslim. Tuduhan ini diulang-ulang terus-menerus oleh sejarawan2 Muslim maupun non-Muslim. Kemaharan dan sikap permusuhan terhadap Muslim adalah akibat dari perbuatan Muhammad itu sendiri. Ini jelas tidak sama dengan apa yang dilakukan Muslim saat ini atau semua penindasan yang dilakukan Muslim terhadap pengikut2 ajaran non-Islam. Muhammad sendiri, bukan orang2 Mekah, yang menyuruh Muslim meninggalkan rumah mereka. Muhammad bahkan menjanjikan ini:
Q 16:41
Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui

Orang2 Mekah yang hijrah ke Medina tidak punya mata pencarian. Jadi bagaimana Muhammad memenuhi janjinya untuk memberikan “tempat yang bagus” pada mereka yang meninggalkan rumah mereka karena perintahnya? Mereka jadi miskin dan tergantung pada belas kasihan orang2 Medina untuk bisa hidup. Muhammad nyaris kehilangan wibawanya. Para pengikutnya mulai berbisik-bisik tidak puas. Beberapa malah meninggalkannya. Reaksi Muhammad adalah ayat ancaman baru:
Q 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

Apakah arti ayat di atas yang berisi larangan berteman dan ancaman bunuh yang menuduh kaum Mekah mengusir Muhammad dan pengikutnya meninggalkan tempat tinggal mereka? Dalam ayat ini, Muhammad mengatakan pada pengikutnya untuk membunuh Muslim2 lain yang meninggalkannya dan berniat kembali ke Mekah. Hal ini persis seperti yang terjadi di tempat jemaat Pendeta Jim Jones di Guyana, di mana Jim Jones memerintahkan orang2nya untuk menembaki siapapun yang berusaha melarikan diri. Semua ini diciptakan untuk mengasingkan jemaatnya sehingga dia bisa mengendalikan dan mencuci-otak mereka dengan lebih mudah. Jika seseorang jauh dari keluarga dan teman2nya, dan bergabung dengan sebuah aliran yang mengelabui pikirannya, maka orang itu akan sukar berpikir kritis dan sukar mempertanyakan kekuasaan pemimpinnya. [31]
[31] Jalal al-Din al-Suyuti menulis: “sekelompok orang dari Mekah masuk Islam dan berima; sebagai akibatnya, para sahabat di Mekah menulis surat kepada mereka dan meminta mereka untuk melakukan hijrah; karena jika mereka tidak mau, maka mereka tidak dianggap sebagai Muslim. Mereka setuju dan meninggalkan Mekah tapi kemudian segera disergap orang2 kafir (Quraish) sebelum mencapai tujuan; mereka dipaksa murtad, tapi tidak mau.” [Jalal al-Din al-Suyuti "al-Durr al-Manthoor Fi al- Tafsir al-Ma-athoor," vol.2, p178;]
Suyuti menulis di salah satu Hadis Rasul Allâh berkata, “Tiada Hijra (dari Mekah ke Medina) setelah Mekah ditaklukan, tapi Jihad dan tujuan baik tetap dilakukan; dan jika kau diperintahkan (oleh pemimpin Muslim) untuk berperang, maka segeralah berperang.”
Ini menunjukkan bahwa sebelum Mekah ditaklukan, hijrah ke Mekah merupakan kewajiban bagi Muslim. Ini merupakan bukti tambahan bahwa Muslim dipaksa Muhammad untuk meninggalkan rumah2 mereka, sedangkan sanak keluarga mereka berusaha berbagai cara untuk mencegah orang2 yang mereka kasihi mengikuti Muhammad.
Jalal al-Din al-Misri al-Suyuti al-Shafi`i al-Ash`ari, yang dikenal juga sebagai Ibn al-Asyuti (849-911) adalah imam mujtahid imam dan pembahari Islam abad ke 10. Dia adalah ahli hadis, hukum Islam, Sufi, filologis, dan sejarah. Karyanya terdapat di setiap ilmu pengetahuan Islam.

Ajakan Muhammad kepada masyarakat Mekah untuk masuk Islam tidak digubris. Masyarakat Mekah, sama seperti kebanyakan non-Muslim di jaman modern, bersikap toleran terhadap semua agama. Di jaman itu, tidak ada penindasan dengan alasan agama. Secara alami, masyarakat polytheis memang umumnya toleran terhadap agama lain. Memang mereka tersinggung ketika Muhammad menghina dewa2 mereka, tapi mereka tidak melukai Muhammad.

Muhammad mengajak pengikutnya meninggalkan Mekah. Dengan sendirinya, mereka yang tinggal di Mekah tidak suka akan hal ini. Sanak keluarga Muslim dan juga majikan2 budak yang memeluk Muslim tidak merasa suka. Beberapa budak Muslim yang mencoba melarikan diri ditangkap dan dipukuli. Ini tentunya bukan penindasan agama. Orang2 Mekah hanya ingin mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai harta milik mereka. Contohnya, ketika Bilal (Muslim kulit hitam) ditangkap, majikannya yang bernama Umaiyah memukuli dan merantainya. Abu Bakr membeli Bilal dan memerdekakannya. Bilal dihukum majikannya karena mencoba melarikan diri, dan ini berarti majikannya akan kehilangan budak yang dianggap harta milik. Jadi Bilal tidak dihukum karena dia memeluk Islam. Ada pula kisah2 tentang Muslim yang dipukuli anggota keluarga mereka karena masuk Islam. Sebuah hadis mengisahkan Omar sebelum jadi Muslim mengikat saudara perempuannya dan memaksanya meninggalkan Islam. [24] Omar memang tidak toleran dan suka main pukul sebelum dan sesudah memeluk Islam. Di Timur Tengah, pengertian individualisme tidak dikenal. Yang kau percaya dan lakukan adalah urusan keluarga juga. Hal ini terutama berlaku bagi para wanita yang tidak dapat membuat keputusan mereka sendiri. Bahkan saat modern sekarang pun, para Muslimah dapat dibunuh keluarganya (bunuh demi harkat – honor killing) jika mereka berkeputusan menikahi pria pilihan mereka sendiri tanpa minta persetujuan keluarganya.
[24] Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 207

Ada pula kisah penindasan seorang Muslimah yang bernama Summayyah. Ibn Sa’d adalah satu2nya penulis sejarah yang menyatakan Summayyah mati sebagai martir di tangan Abu Jahl. Al-Bayhaqi yang mengutip tulisan Ibn Sa’d berkata, “Abu Jahl menusuk kemaluannya.” [25] Jika kejadian martir ini benar2 terjadi; maka hal ini akan disiarkan dengan hebat oleh setiap penulis biografi dan dilaporkan berulang-ulang dalam ahadis (kumpulan hadis). Ini adalah contoh di mana sejarawan Muslim dari awal memang sering mengarang sendiri kejadian sejarah Islam.
[25] Al-Dalaa’il, 2/282

Apalagi Ibn Sa’d sendiri juga menyatakan bahwa Bilal adalah martir yang pertama. Bilal telah lama selamat dari penindasan majikannya, dan dia kembali lagi ke Mekah saat kota itu ditaklukkan Muhammad. Bilal lalu mengumandangkan Azan di atap Ka’bah. Dia meninggal karena alasan alamiah.

Beberapa sumber Islam mengatakan bahwa suami Summayyah yang bernama Yasir dan putra mereka yang bernama Ammar dibunuh di Mekah. Akan tetapi Muir juga menunjukkan bahwa setelah Yasir meninggal karena alasan alamiah, Summayyah menikah dengan budak Yunani bernama Azraq dan dari pria ini dia punya anak yang bernama Salma. [26] Kalau begitu, bagaimana bisa Summayyah mati dibunuh? Azraq tinggal di Taif (tak jauh dari Mekah). Lima belas tahun kemudian, Muhammad mengepung Taif. Azraq merupakan salah satu dari beberapa budak Taif yang membelot ke perkemahan Muhammad. Sudah sewajarnya untuk menyimpulkan bahwa setelah kematian Yasir, Summayyah menikah dengan Azraq dan hidup bersamanya di Taif. Jadi kisah kematian Summayyah sebagai martir hanyalah dongeng Islam belaka.
[26] Sir William Muir: The Biography of Mahomet, and Rise 0f Islam. Chapter IV page 126

Muhammad tidak menentang perbudakan. Di waktu kemudian, setelah dia berkuasa, dia memaksa ribuan orang yang merdeka untuk diperbudak. Perintahnya kepada Muslim untuk meninggalkan Mekah mengganggu keadaan sosial dan mengakibatkan kerusuhan. Karena hal itu dan karena sikapnya yang terus menghina agama mereka, maka Muhammad jadi orang yang dibenci masyarakatnya sendiri, yakni masyarakat Quraish. Meskipun demikian, dia dan pengikutnya tidak ditindas gara2 Islam. Orang2 Muslim menuduh tanpa bukti. Kaum politheis kebanyakan tidak peduli agama orang lain, karena memang mereka cenderung bersikap pluralistik. Ka’bah adalah tempat 360 patung berhala, setiap patung mewakili suku tertentu. Ada suku Yahudi, suku penganut agama Kristen, Zoroastria, Sabean (agama yang percaya satu Tuhan dan sudah musnah), dan berbagai macam agama lain di Arabia, dan para penganutnya bebas melakukan ibadah agamanya. Ada pula nabi2 lain yang juga berkhotbah tentang agamanya. Sikap tidak toleran terhadap kepercayaan lain di Arabia bermula dengan Islam.

Tidak ada bukti penindasan terhadap Muhammad dan Muslim di Mekah. Meskipun demikian Muslim menuduh begitu hanya karena Muhammad mengatakannya. Muslim memang tidak ragu dengan apa yang dikatakan Muhammad. Herannya, beberapa ahli sejarah non-Muslim yang tidak suka Islam bahkan juga terjebak dan mengumumkan ketidakbenaran sejarah ini. Muhammad mengaku sebagai korban, tapi sebenarnya malah dia sendiri yang menindas. Muslim pun melakukan hal yang sama. Di mana2 Muslimlah yang membunuh, menindas, dan menekan, tapi mereka sendiri yang menjerit paling keras dan mengaku sebagai korban dan pihak yang ditindas. Untuk memahami kecenderungan ini, kita harus mengerti keadaan jiwa Muhammad dan pengikutnya. Ini akan dibahas di bab berikut.

Suatu hari, ketika Muhammad berusia 40 tahun, dan setelah menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah gua seorang diri, Muhammad mengalami pengalaman yang aneh. Dia mulai mengalami kontraksi otot, sakit perut, dan merasa seperti dihimpit kuat2, kejang2 otot, kepala dan bibir bergerak-gerak di luar kontrol, berkeringat, dan jantung berdebar-debar. Dalam keadaan ini, dia mendengar suara2 dan mengaku melihat hantu.

Dia lari ke rumah ketakutan, gemetar dan berkeringat. “Tutupi aku, tutupi aku,” pintanya kepada istrinya. “O Khadijah, ada apa dengan diriku?” Dia menceritakan semua yang terjadi dan berkata, “Aku takut sesuatu telah terjadi padaku.” Dia mengira kerasukan setan lagi. Khadijah menenangkannya dan mengatakan padanya untuk tidak merasa takut, karena dia sebenarnya didatangi seorang malaikat dan dipilih sebagai nabi.

Setelah pertemuannya dengan makhluk halus yang disebut istrinya sebagai malaikat Jibril, Muhammad yakin akan status nabinya. Kedudukan nabi menyenangkan hatinya dan memenuhi angan2nya untuk merasa megah diri. Dia pun mulai berkhotbah.

Lalu apakah isi pesan khotbahnya? Tidak ada pesan apapun. Yang dia tahu adalah dia telah menjadi seorang rasul. Karena itu, pesan utama hanyalah menyampaikan berita kerasulannya kepada siapapun dan membuat orang percaya bahwa dia adalah seorang rasul. Sebagai hasilnya, orang harus menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut terhadap dirinya. Setelah berkhotbah selama 23 tahun, inti pesan Muhammad tetaplah sama. Pesan utama Islam adalah Muhammad adalah seorang rasul dan orang harus taat padanya. Siapapun diharapkan untuk menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut padanya. Selain dari itu, tiada pesan apapun. Yang tidak mau taat akan dihukum, baik di dunia fana maupun baka. Keesaan Tuhan yang menjadi dasar agama Islam, awalnya bukan merupakan bagian pesan Muhammad.

Setelah membuat jengkel masyarakat Mekah selama bertahun-tahun dengan mengejek agama dan dewa2 mereka, maka masyarakat Mekah akhirnya tidak mau berhubungan dengan dia dan pengikutnya lagi, termasuk hubungan dagang. Sikap mendiamkan dan boikot ekonomi mengakibatkan banyak kesusahan pada kaum Muslim sehingga Muhammad memerintahkan mereka pindah ke Abyssinia. Akhirnya, untuk menyenangkan hati masyarakat Mekah, Muhammad terpaksa berkompromi. Ibn Sa’d menulis: “Suatu hari sang Nabi berada di kumpulan orang di Ka’bah dan membacakan bagi mereka Sura an-Najm (Sura 53). Ketika sampai di ayat 19-20 yang tertulis, “Apakah kau telah mempertimbangkan Lat dan Uzza, dan Manat, yang ketiga, yang paling akhir? Setan menaruh kedua ayat2 itu di mulut sang Nabi. “Mereka cantik, dan ada harapan dalam ibadahnya.”[22] Kata2 ini menyenangkan hati masyarakat Quraish dan mereka menghentikan boikot ekonomi dan permusuhan. Kabar ini terdengar oleh para Muslim di Abyssinia yang lalu dengan senang balik kembali ke Mekah.
[22] Tabaqat Volume I, halaman 191

Tak lama kemudian, Muhammad sadar bahwa mengakui putri2 Allâh sebagai dewi-dewi telah merusak kedudukannya sendiri sebagai satu2nya perantara bagi Allâh dan manusia, dan membuat agamanya tidak beda dengan agama pagan, dan karena itu agamanya jadi tak berguna. Maka dia menarik kembali kedua ayat yang mengakui putri2 Allâh dan menyebutnya sebagai ayat2 setan. Setelah itu dia mengeditnya dengan “Apa! Anak2 laki bagimu dan bagiNya anak2 perempuan! Ini jelas pembagian yang tidak adil!” [23] Artinya, betapa beraninya kamu menyebut Tuhan punya anak2 perempuan, sedangkan kau sendiri bangga punya anak2 laki? Kaum wanita dianggap bodoh dan karenanya tidak layak bagi Allâh untuk punya anak2 perempuan. Memang ini benar2 tidak adil.
[23] Qur’an, 53:19-22

Beberapa pengikut Muhammad meninggalkannya karena kejadian ini. Untuk mensahkan pergantian ayat dan mendapatkan kembali kepercayaan pengikutnya, dia mengaku semua nabi juga kadangkala ditipu setan, yang memberi gagasan secara licik agar mereka mengucapkan ayat2 setan dan sepertinya itu datang dari Tuhan.
Qur’an Al-Hajj (22) ayat 52-53
(52) Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (53) agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang lalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

Muhammad menulis ayat2 di atas karena beberapa pengikutnya sadar dia mengarang Qur’an sesuai situasi dan kondisi, sehingga mereka lalu meninggalkannya. Yang dikatakan Q 22:52-53 sebenarnya adalah:

Jika aku, Muhammad, ngawur dan tertangkap basah olehmu, maka itu adalah salahmu sendiri karena hatimu rusak.

Tiga belas tahun telah berlalu dan Muhammad hanya punya sekitar 70 sampai 80 orang pengikut. Istrinya yang tidak hanya menafkahinya, tapi juga mengaguminya, memujanya, memujinya, dan dia adalah pengikut Muhammad yang pertama. Posisi sosialnya yang terhormat meyakinkan orang2 lain seperti Abu Bakar, Othman (Usman) dan Omar untuk bergabung jadi pengikut Muhammad pula. Selain dari mereka, pengikut Muhammad yang lain adalah budak2 milik orang2 kaya Quraish, dan beberapa pemuda yang tak punya pengaruh.

Akhirnya, ketika Muhammad berusia 25, Abu Talib mencarikannya pekerjaan sebagai bendahara di sebuah perusahaan milik wanita pedagang kaya yang juga masih saudara jauh, bernama Khadijah. Khadijah berusia 40 tahun, dia adalah seorang janda yang sukses dalam berdagang. Muhammad melakukan satu perjalanan ke Syria untuk memenuhi perintah Khadijah dengan menjual dagangannya dan membeli pesanannya. Ketika dia kembali, Khadijah jatuh cinta pada Muhammad, dan meskipun Muhammad hanyalah pelayannya, Khadijah melamar Muhammad untuk menikah dengannya.

Muhammad butuh dukungan finansial dan emosional. Baginya, pernikahan dengan Khadijah merupakan untung besar. Dari Khadijah, dia bisa mendapatkan kasih sayang keibuan yang tidak didapatkannya sejak kecil, dan juga jaminan keuangan sehingga dia tidak perlu kerja lagi.

Khadijah dengan senang hati memenuhi segala keperluan suaminya. Dia merasa bahagia dari melakukan kegiatan memberi, mengasuh, dan mengorbankan diri.

Muhammad tidak suka bekerja. Dia lebih memilih mengasingkan diri dan berkhayal dengan pikiran2nya sendiri. Bahkan sewaktu kecil, dia pun menghindari anak2 lain dan tidak mau berteman dengan mereka. Dia seringkali menyendiri. Dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa bahagia dan menikmati kehidupan. Dia jarang tertawa, dan jika dia tertawa, dia menutup mulutnya. Dari sinilah awalnya kebiasaan Muslim menganggap tertawa bukan perbuatan suci.

Dalam dunianya yang penuh khayalan, Muhammad tidak lagi merasa terasing dan tak diinginkan seperti yang dialaminya ketika kecil, tapi dia merasa dikasihi, dihormati, dipuji, dan bahkan ditakuti. Ketika dunia nyata terlalu berat untuk dihadapi dan dia merasa kesepian, maka dia melarikan diri ke dunia khayalannya, di mana dia bisa menjadi siapapun yang dia inginkan. Tentunya dia telah melakukan hal ini sejak masih sangat kecil ketika hidup di keluarga angkatnya dan menghabiskan waktu sendirian di gurun pasir. Dunia fantasinya yang ideal dan menyenangkan selalu menjadi tempatnya berlindung selama hidupnya. Baginya, dunia fantasi itu sama dengan dunia nyata, hanya jauh lebih menyenangkan. Muhammad tidak membantu Khadijah mengurus ke sepuluh anaknya karena dia lebih memilih menyendiri di gua2 sekitar Mekah, menghabiskan waktunya seharian di dunianya sendiri, sibuk berkhayal dan bermimpi.

Image
Gunung Hira

Q Ad-Dhuha (9) ayat 3-8
(3) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, (4) dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (5) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (8 ) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Marilah kita mulai dengan kisah Muhammad. Siapakah dia dan apa yang dipikirkannya? Di bab ini dengan singkat akan dijabarkan kejadian2 penting dalam hidupnya. Islam adalah sama dengan Muhammadisme. Muslim memang bilang mereka tidak menyembah siapapun selain Allah, tapi Allah hanyalah alter ego atau alias lain Muhammad, atau wujud karangannya sendiri. Dalam prakteknya, yang disembah Muslim sebenarnya adalah Muhammad dan memang itulah yang diinginkan Muhammad. Islam adalah aliran kepercayaan yang bersumber dari Muhammad. Kita akan baca kata2nya yang tercantum dalam Qur’an, yang diakuinya sebagai kata2 Tuhan, dan menilai dirinya melalui kacamata sahabat2 dan istri2nya. Kita akan melihat bagaimana dia berubah dari pengkhotbah yang tidak dipedulikan orang2 menjadi pemimpin seluruh Arabia hanya dalam waktu sepuluh tahun, bagaimana dia memecah-belah orang2 agar bisa menguasai mereka, bagaimana dia membangkitkan keinginan memberontak dan benci dan marah orang2 untuk mengobarkan perang terhadap orang lain dan bagaimana dia menggunakan penyerangan2, perkosaan, siksaan, dan pembunuhan untuk membuat takut korban2nya dan menundukkan mereka. Kita akan mempelajari tindakan2 pembunuhan masalnya dan kesukaannya menggunakan tipuan sebagai strategi yang sama yang digunakan para teroris Muslim masa kini. Yang mereka lakukan persis sama seperti yang dilakukan nabi mereka.


Kelahiran dan Masa Kecil Muhammad

Di tahun 570 A.D., di Mekah, Arabia, seorang janda muda bernama Amina melahirkan anak laki yang diberi nama olehnya Kotham sesuai tradisi bangsanya. [7] Lima puluh tahun kemudian, ketika anak laki ini hijrah ke Medina, dia akan mengganti namanya dengan nama “Muhammad” (yang terpuji) sebagai nama pujian diri, dan dia terkenal dengan nama itu sampai hari ini. Meskipun Muhammad adalah anak2 Amina satu2nya, tapi Amina menyerahkan dirinya kepada seorang wanita Bedouin untuk dibesarkan di padang pasir kala Muhammad masih berusia 6 bulan.

Beberapa wanita kaya Arab kadangkala menyewa wanita2 lain untuk menyusui bayi2 mereka. Hal ini memungkinkan wanita kaya itu untuk tidak menyusui dan bisa punya anak lagi dengan cepat. Lebih banyak anak berarti lebih tinggi status sosialnya. Tapi bukan ini yang terjadi pada Amina janda miskin yang hanya punya satu anak untuk diurus. Abdullah, ayah Muhammad, meninggal enam bulan sebelum Muhammad lahir. Juga kebiasaan ini tidak terlalu sering dilakukan. Lihat misalnya Khadijah, istri pertama Muhammad, yang merupakan wanita terkaya di Mekah. Dia punya tiga anak dari perkawina sebelumnya dan tujuh anak dari perkawinannya dengan Muhammad, dan dia merawat mereka semua seorang diri. [8]
[8] Muhammad punya empat putri dan tiga putra. Semua anak laki meninggal waktu masih kecil. Anak2 perempuan mencapai usia dewasa dan menikah, tapi semuanya meninggal di usia muda. Putrinya yang terkecil meninggalkan dua orang putra. Putri bungsu ini hanya lebih tua enam bulan daripada usia Muhammad saat meninggal.

Mengapa Amina menyerahkan anak satu2nya untuk dibesarkan orang lain? Hanya ada sedikit keterangan bagi kita untuk mengerti tentang ibu Muhammad dan keputusan yang diambilnya.

Keterangan menarik yang menunjukkan keadaan psikologi Amina dan hubungannya dengan bayinya adalah Amina tidak menyusui Muhammad. Setelah Muhammad lahir, dia diserahkan kepada Thueiba, yang adalah pelayan paman Muhammad yang bernama Abu Lahab (orang yang sama yang dikutukinya di Sura 111 di Qur’an, sekalian juga dengan istrinya), untuk disusui. Tidak ada keterangan mengapa Amina tidak menyusui anaknya. Yang bisa kita lakukan adalah menduga. Apakah dia mengalami tekanan bathin karena menjanda di usia mudanya? Apakah dia pikir anaknya merupakan halangan baginya untuk menikah lagi?

Kematian anggot keluarga dapat mengakibatkan perubahan kimia dalam otak yang mengakibatkan tekanan jiwa (depresi). Sebab lain yang mengakibatkan dapat wanita mengalami tekanan jiwa adalah: hidup sendirian, gelisah tentang keadaan janinnya, masalah perkawinan atau keuangan dan usia muda ibu. Amina baru saja kehilangan suaminya, dia hidup sendiri, miskin, dan muda. Berdasarkan keterangan yang ada, dia tampaknya mengalami tekanan jiwa. Hal ini dapat menganggu kemampuan ibu untuk menumbuhkan ikatan bathin dengan bayinya. Juga, tekanan jiwa selama mengandung dapat pula mengakibatkan ibu mengalami tekanan jiwa berikutnya setelah melahirkan bayi (postpartum depression). [9]
[9] Penelitian2 menunjukkan bahwa bayi2 yang lahir dari ibu yang menderita gejala2 tekanan jiwa sewaktu mengandung dan setelah melahirkan, mengalami peningkatan jumlah cortisol dan norepinephrine, rendah jumlah dopamine, dan lebih tidak simetris EEG kanan depan. Bayi2 dari kelompok penderita depresi sewaktu hamil menujukkan kecenderungan asimetri EED kanan depan dan lebih tinggi jumlah norepinephrine. Data ini menyatakan efek psikologi bayi tergantung lebih banyak pada keadaan jiwa ibu sewaktu mengandung daripada setelah melahirkan tapi juga tergantung dari lamanya depresi. ncbi.nlm.nih.gov

Beberapa penyelidikan ilmiah menunjukkan bahwa tekanan jiwa yang dialami ibu mengandung dapat berakibat langsung pada janin. Bayi2 yang lahir biasanya menjadi cepat marah dan lamban. Bayi2 ini dapat tumbuh menjadi anak2 balita yang lamban belajar dan tidak bereaksi secara emosional, ditambah masalah kelakuan, misalnya suka melakukan kekerasan. [10]
[10] www.health.harvard.edu/newsweek/Depress ... r_0405.htm

Muhammad tumbuh diantara orang2 asing. Sewaktu dia besar, dia sadar bahwa dirinya bukanlah anggota keluarga yang mengurusnya. Dia semestinya heran mengapa ibunya, yang hanya mengunjunginya dua kali setahun, tidak menginginkannya.

Halima adalah wanita yang menyusui Muhammad. Enam puluh tahun berikutnya terungkap bahwa awalnya Halimah tidak mau mengurus Muhammad karena dia anak yatim dari janda miskin. Tapi akhirnya Halimah mau mengurus Muhammad karena dia tidak mendapatkan anak dari keluarga kaya, dan keluarganya sendiri sangat butuh uang meskipun sedikit sekalipun. Apakah ini tampak pada cara Halimah mengurus bayi itu? Apakah Muhammad merasa tidak dikasihi di keluarga angkatnya selama tahun2 awal penting yang menentukan sifat seseorang?

Halima melaporkan bahwa Muhammad adalah anak yang penyendiri. Dia suka hidup dalam dunia khayalannya sendiri dan bercakap-cakap dengan teman2 khayalannya yang tidak bisa dilihat orang lain. Apakah ini reaski dari anak yang tidak dikasihi di dunia nyata sehingga dia menciptakan khayalannya sendiri untuk menghibur dirinya dan merasa dikasihi?

Kesehatan mental Muhammad mengkhawatirkan ibu asuhnya sehingga dia mengembalikan Muhammad kepada ibunya Amina ketika berusia lima tahun. Karena masih belum punya suami baru, Amina ragu2 untuk menerima kembali anaknya sampai Halima menceritakan padanya kelakuan dan khayalan Muhammad yang aneh. Ibn Ishaq mencatat kata2 Halima:
Ayahnya (ayah dari anak laki Halima satu2nya) berkata kepadaku, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung, maka bawalah dia kembali ke keluarganya sebelum terjadi akibat buruk”… Dia (ibu Muhammad) menanyakan padaku apa yang terjadi dan terus menggangguku sampai aku menceritakan padanya. Ketika dia bertanya apakah aku takut anaknya (Muhammad) kerasukan setan, maka kujawab iya.; [11]
[11] Sirat Ibn Ishaq, page 72: Ibn Ishaq (baca Is-haq, nama Arab bagi Isaac) adalah penulis sejarah Muslim, lahir di Medina kira2 85 tahun setelah Hijra (yakni tahun 704, dia meninggal tahun 768). (Hijra adalah pindahnya Muhammad ke Medina dan dimulainya awal penanggalan Arab), Dialah penulis pertama sejarah hidup Muhammad dan peristiwa perang2nya. Kumpulan kisahnya tentang Muhammad disebut "Sirat al-Nabi" ("Kisah Hidup sang Nabi"). Buku ini telah hilang. Akan tetapi, kumpulan tulisan Ibn Ishaq dengan catatan2 dari Ibn Hisham (mati tahun 834) masih tersedia dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Ibn Hisham mengaku sengaja tidak menyertakan beberapa tulisan Ibn Ishaq yang dianggap memalukan kaum Muslim. Beberapa bagian kisah memalukan ini dikutip oleh Tabari (838–923) yang adalah penulis sejarah terkenal dan paling terkemuka dari Persia dan juga penulis tafsir Qur'an.

Adalah normal bagi anak2 untuk melihat monster di bawah tempat tidur mereka dan bicara dengan orang2 khayalannya. Tapi kasus Muhammad tentunya langka dan mengkhawatirkan. Suami Halima berkata, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung.” Keterangan ini penting. Bertahun-tahun kemudian, Muhammad bicara tentang pengalaman masa kecilnya yang aneh:
Dua orang berpakaian putih datang padaku dengan baskom emas penuh salju. Mereka memegangku dan membelah tubuku dan mengambil dari dalam tubuhku gumpalan hitam yang lalu mereka buang. Lalu mereka mencuci jantung dan tubuhku dengan salju sampai murni. [12]
[12] W. Montgomery Watt: terjemahan tulisan biografi Muhammad oleh Ibn Ishaq (hal. 36)

Sudah jelas bahwa kekotoran pikiran tidak tampak sebagai gumpalan dalam jantung. Meskipun nyatanya anak2 tidak berdosa, dosa sendiri tidak dapat dihilangkan lewat operasi bedah dan salju bukanlah bahan pembersih yang baik. Cerita ini sudah jelas hanyalah khayalan dan halusinasi saja.

Muhammad sekarang hidup lagi bersama ibunya, tapi ini tidak berlangsung lama. Setahun kemudian Amina meninggal. Muhammad tidak banyak bicara tentang ibunya. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, lima puluh tahun setelah kematian ibunya, dia mengunjungi kuburan ibunya di Abwa yang terletak diantara Mekah dan Medinah.

Ini adalah kuburan ibuku; Tuhan mengijinkanku untuk melawatnya. Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan. Maka aku memanggil ibu untuk mengenangnya dan ingatan lembut tentang dirinya menyelubungiku, dan aku menangis. [13]
[13] Tabaqat Ibn Sa'd p. 21 . Ibn Sa'd (784-845) adalah ahli sejarah, murid dari al Waqidi. Dia membagi tulisannya dalam delapan bagian, dan menamakannya Tabaqat (kategori2). Yang pertama adalah kisah hidup Muhammad (Vol. 1), lalu perang2nya (Vol. 2), pengikut2nya di Mekah (Vol. 3), pengikut2nya di Medinah (Vol. 4), cucu2nya, Hassan dan Hussein dan tokoh2 Muslim yang utama (Vol. 5), pengikut2 dan sahabat2 Muhammad (Vol. 6), pengikut penting berikutnya (Vol. 7) dan beberapa tokoh Muslimah (Vol. 8 ). Kutipan2 Tabaqat yang digunakan di buku ini diambil dari terjemahan dalam bahasa Persia oleh Dr. Mahmood Mahdavi Damghani. Publisher Entesharat-e Farhang va Andisheh. Tehran, 1382 solar hijra (2003 A.D.).

Mengapa Tuhan tidak mengabulkan Muhammad berdoa bagi ibunya? Apa yang dilakukan Amina sehingga dia tidak layak untuk dimaafkan? Ini sungguh tidak masuk akal. Sudah jelas Tuhan tidak ada hubungannya dengan hal ini. Muhammad sendirilah yang tidak bisa memaafkan ibunya, bahkan separuh abad setelah dia mati. Dia mungkin mengingatnya sebagai wanita yang dingin dan tidak sayang anak, sehingga Muhammad tidak menyukainya dan mengalami luka bathin yang tidak pernah sembuh.

Muhammad kemudian hidup bersama kakeknya selama dua tahun. Kakeknya yang telah ditinggal mati putranya, sangat memanjakan Muhammad. Ibn Sa’d menulis bahwa Abdul Muttalib sangat memperhatikan Muhammad lebih banyak daripada memperhatikan putra2nya sendiri. [14] Muir dalam Biography of Muhammad menulis: “Anak itu dirawat dengan penuh kasih sayang olehnya. Sebuah karpet biasa dibentang di bawah bayang2 Ka’bah, dan di situ orang tua (kakek Muhammad) itu berbaring terlindung dari terik matahari. Di sekitar karpet, dengan jarak yang tidak jauh, duduklah putra2nya. Muhammad kecil berlari mendekat pada kakeknya dan mengambil karpet tersebut. Putra2nya hendak mengusirnya pergi, tapi Abdul Muttalib mencegahnya dan berkata: “Jangan larang putra kecilku.” Dia lalu mengelus punggungnya karena merasa girang melihat tingkah lakunya yang kekanakan. Anak laki ini masih diurus ibu asuhnya yang bernama Baraka, tapi Muhammad selalu lari darinya dan pergi ke tempat tinggal kakeknya, bahkan jika dia sedang sendirian dan tidur. [15]
[14] Tabaqat Volume 1, page 107
[15] The Life of Muhammad by Sir. William Muir Volume II Ch. 1. P. XXVIII

Muhammad ingat perlakuan penuh kasih sayang yang diterimanya dari Abdul Muttalib. Sambil tak lupa membumbui dengan khayalannya sendiri, dia di kemudian hari berkisah bahwa kakeknya biasa berkata, “Biarkan dia karena dia punya nasib yang hebat, dan akan menjadi pewaris kerajaan;” dan berkata pada Baraka, “Awas, jangan sampai dia jatuh ke tangan orang2 Yahudi dan Kristen, karena mereka mencarinya dan akan melukainya!” [16] Akan tetapi, tiada seorang pun yang ingat perkataan ini karena sebenarnya paman2nya tidak percaya perkataannya, kecuali Hamza yang berusia sepantar dengan Muhammad. Abbas juga di kemudian hari bergabung dengan Muhammad, tapi itu terjadi setelah bintang Muhammad bersinar dan dia dan pasukannya berada di depan Mekah untuk siap menyerang.
[16] Katib al Waqidi, p. 22

Nasib sekali lagi tidak berpihak pada Muhammad. Hanya dua tahun setelah dia hidup bersama kakeknya, sang kakek meninggal dunia di usia delapan puluh dua tahun dan Muhammad lalu diasuh oleh pamannya Abu Talib.

Muhammad merasa sedih karena kehilangan kakek yang mengasihinya. Ketika dia berada di penguburan jenazah di Hajun, dia menangis. Bertahun-tahun kemudian dia masih mengenang kakeknya.

Abu Talib mengasuh Muhammad dengan penuh kasih pula. “Kasih sayangnya pada Muhammad sama besarnya seperti kasih sayang Abdul Muttalib padanya,” tulis Muir. “Dia mengijinkannya tidur di atas ranjangnya, makan di sisinya, dan pergi bersamanya ke luar negeri. Dia terus memperlakukan Muhammad dengan lembut sampai Muhammad dewasa.”[17] Ibn Sa’d mengutip Waqidi yang mengisahkan bahwa Abu Talib, meskipun tidak kaya, mengasuh Muhammad dan mencintainya lebih dari anak sendiri.
[17] Tabaqat Vol I., hal. 108

Karena kehilangan orang2 yang dikasihinya secara berturut-turut di masa kecilnya, Muhammad takut ditinggalkan dan kejadian ini tentunya berdampak emosi kuat. Hal ini tampak jelas dalam kejadian di waktu dia berusia 12 tahun. Suatu hari, Abu Talib hendak pergi ke Syria untuk berdagang. Dia tidak membawa Muhammad pergi. “Tapi ketika kafilah sudah siap berangkat, dan Abu Talib siap menaiki untanya, keponakannya yang tidak mau ditinggal lama memeluknya erat2. Abu Talib terharu dan membawa dia pergi bersamanya.”[18] Eratnya hubungan Muhammad dan pamannya menunjukkan Muhammad selalu takut kehilangan orang2 yang dikasihinya.
[18] The Life of Muhammad by Sir. William Muir Vol. II Ch. 1. P. XXXIII

Meskipun Abu Talib merawatnya dengan penuh kasih dan terus membela Muhammad sampai ajal, mengasihinya lebih dari anak sendiri, pada akhirnya Muhammad terbukti sebagai keponakan yang tak tahu terima kasih. Ketika pamannya hampir ajal di ranjang, Muhammad menengoknya. Semua putra2 Abu Muttalib juga ada di situ. Abu Talib selalu memikirkan kebaikan bagi Muhammad dan dia meminta dengan tulus pada saudara2 lakinya untuk melindungi Muhammad yang sekarang berusia 53 tahun. Mereka berjanji untuk melakukannya, termasuk Abu Lahab, yang dikutuki Muhammad dalam Qur’an. Setelah itu Muhammad meminta pamannya masuk Islam.

Muhammad sadar bahwa pengikut2nya adalah orang2 lemah dari kalangan rendah. Untuk mendongkrak keberadaannya, dia butuh orang berpengaruh masuk Islam. Ibn Ishaq menulis: “Ketika orang2 datang di perayaan2, atau ketika sang Rasul mendengar ada orang penting yang hendak berkunjung ke Mekah, dia akan mendatangi orang itu dan menyampaikan pesannya.”[19] Tulisan sejarah juga mengisahkan pada kita bahwa Muhammad sangat girang luar biasa ketika Abu Bakr dan Omar menjadi pengikutnya. Jika Abu Talib bersedia masuk Islam, maka Muhammad akan tampak lebih terhormat diantara para pamannya dan masyarakat Quraish. Suku Qurasih adalah suku Arab yang tinggal di Mekah dan penjaga bangunan Ka’abah. Muhammad sangat butuh pengakuan kebenaran agamanya dari Abu Talib. Akan tetapi sang paman tersenyum dan berkata bahwa dia lebih memilih mati dengan agama kakek moyangnya. Maka punahlah harapan Muhammad. Dia lalu meninggalkan ruangan sambil berkata: “Aku ingin berdoa baginya, tapi Allâh melarangku.”
[19] Sirat, Ibn Ishaq page. 195

Sukar dipercaya bahwa Allah melarang nabinya meminta ampun bagi orang yang membesarkannya, melindunginya sampai ajal, dan berkorban begitu banyak baginya. Kalau memang Tuhan berbuat demikian, hal ini akan menurunkan derajat Tuhan sedemikian rupa sehingga tak layak disembah. Pengorbanan Abu Talib dan keluarganya demi kepentingan Muhammad sangatlah banyak. Meskipun tidak percaya akan Islam, Abu Talib berdiri bagaikan batu tegar menghadapi seluruh rakyat Quraish untuk membela Muhammad dari segala ancaman yang ada dan selama 38 tahun dia terus menjadi pendukung Muhammad tanpa henti. Meskipun begitu, Muhammad bukanlah keponakan yang tahu balas budi. Ketika Abu Talib tidak mau masuk Islam, Muhammad merasa begitu ditolak sehingga dia tidak mau mendoakan pamannya yang hampir ajal.

Tidak banyak yang terjadi di masa muda Muhammad dan tidak ada hal yang dianggap penting dicatat oleh penulis kisah hidupnya. Dia dikabarkan adalah orang yang pemalu, pendiam dan tidak terlalu suka berhubungan sosial. Meskipun disayang dan dimanja pamannya, Muhammad tetap peka dengan statusnya sebagai anak yatim piatu. Kenangan masa kecil yang sepi dan tanpa kasih terus menghantui sepanjang hidupnya.

Tahun2 berlalu. Muhammad tetap saja suka menyendiri dan lebih memilih hidup di dunianya sendiri, bahkan jauh dari orang2 yang dikenalnya. Bukhari [20] menulis bahwa Muhammad “lebih pemalu daripada perawan wanita bercadar.”[21] Dia tetap saja begitu seumur hidupnya, tidak percaya diri dan pemalu. Dia berusaha mengatasinya dengan membesarkan, menyombongkan dan memuja-muja diri sendiri.
[20] Abu Abdullah Muhammad Bukhari (c. 810-870) adalah seorang pengumpul hadis atau sunnah, (kumpulan perkataan dan perbuatan Muhammad). Buku kumpulan hadisnya dianggap paling terkemuka. Dia menghabiskan waktu enambelas tahun untuk mengumpulkannya, dan berhasil mendapat 2.602 hadis (9.082 hadis yang diulang isinya oleh sumber pencerita lain). Persyaratan yang ditetapkannya untuk menentukan keaslian hadis sangat ketat dan karenanya kumpulan hadisnya disebut Sahih (tepat, benar). Ada dua ilmuwan Islam lainnya yakni Abul Husain Muslim dan Abu Dawood yang bekerja dengan cara sama seperti Bukhari dalam mengumpulkan hadis. Sahih Bukhari, Sahih Muslim and Sunnan Abu Dawood diakui oleh masyarakat Muslim pada umumnya, terutama Muslmi Sunni, sebagai literatur tambahan bagi Qur’an.
[21] Bukhari: Volume 4, Book 56, Number 762:

Muhammad tidak melakukan pekerjaan apapun yang penting. Saat2 tertentu dia menggembalakan kambing, dan ini sebenarnya adalah pekerjaan kaum perempuan dan dianggap bukan kerjaan lelaki oleh orang2 Arab. Bayarannya rendah dan dia bergantung pada kemurahan hati pamannya.

Pendahuluan

Setelah serangan 9/11 di Amerika, seorang ibu Amerika mengatakan padaku dengan gundah bahwa putranya yang berusia 23 tahun telah memeluk Islam. Dia menikahi seorang Muslimah yang tidak pernah bertemu sebelumnya dalam pernikahan yang diatur oleh imamnya. Sekarang mereka telah punya seorang bayi. Putranya ingin pergi ke Afghanistan untuk bertempur bersama para Taliban untuk membunuhi tentara2 Amerika dan mati sebagai martir. Ibu ini juga mengatakan beberapa tahu sebelumnya, putranya berkata padanya bahwa setelah Islam menguasai Amerika, dia tidak akan ragu lagi untuk memancung kepala ibunya jika perintah untuk membunuh kafir dikumandangkan.


Samaira Nazir adalah wanita warga negara Inggris keturunan Pakistan berusia 25 tahun yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Dia ditusuk sampai mati. Tenggorokannya disayat oleh saudara lakinya yang berusia 30 tahun dan saudara sepupunya yang berusia 17 tahun di rumah orang tua Samaira sendiri. Samaira dituduh mempermalukan keluarganya karena telah jatuh cinta dengan seorang pemuda Afghan yang dianggap keluarganya berasal dari tingkat sosial lebih rendah dan Samaira menolak dikirim balik ke Pakistan. Di bulan April 2005, Samaira dipanggil keluarganya sendiri dan seluruh keluarganya menyergapnya. Seorang tetangga menyaksikan Samaira berusaha melarikan diri tapi rambutnya dijenggut ayahnya dan menariknya masuk kembali ke dalam rumah dan lalu membanting daun pintu dengan keras. Samaira terdengar berteriak, “kau bukan ibuku lagi,” yang mengartikan bahwa ibunya pun terlibat dalam pembunuhan darah dingin ini. Keponakannya yang berusia 2 dan 4 tahun disuruh menonton pembunuhan ini, selagi tetangga2 mendengar mereka berteriak-teriak. Muncratan darah yang mengenai keponakan2 Samaira menunjukkan mereka berdiri tidak jauh dari kejadian pembunuhan. Seluruh keluarga Samaira berpendidikan dan berkecukupan.


Muhammad Ali al-Ayed, 23 tahun, adalah putra jutawan Saudi yang tinggal di Amerika Serikat. Di saat petang di bulan Agustus, 2003, dia memanggil kawannya seorang Yahudi Maroko bernama Sellouk untuk bertemu. Keduanya minum di sebuah bar sebelum pergi ke apartemen Al-Ayed sekitar tengah malam. Al-Ayed mengambil pisau dan menusuk kawan Yahudinya sampai bagian tubuh kawannya hampir terpisah. Rekan kamar Al-Ayed berkata pada polisi bahwa kedua orang itu “tidak berdebat sebelum akhirnya Al-Ayed membunuh Sellouk.” Alasan tindakan pembunuhan darah dinginnya adalah karena “perbedaan agama”, demikian kata pengacara Ayed.



Mohammad Taheri-azar berusai 25 tahun dan adalah keturunan Iran lulusan University of North Carolina. Suatu hari di bulan Maret 2006, dia menyewa sebuah mobil jip dan mengendarakannya pelan2 ke dalam kampus University of North Carolina. Lalu tiba2 dia menginjak gas menabrak sekelompok mahasiswa dengan tujuan membunuh orang sebanyak mungkin. Dia menabrak 9 orang dan melukai 6 orang.



Sanao Menghwar dan istrinya adalah pasangan Hindu yang tinggal di Karachi, Pakistan. Di suatu petang di bulan November, 2005, mereka pulang kerja dan terkejut ketika mendapatkan ketiga putri mereka hilang. Setelah dua hari mencari dengan sia2, mereka menemukan putri2 mereka telah diculik dan dipaksa masuk Islam. Polisi menangkap pemuda2 Muslim yang melakukan penculikan, tapi mereka semua dilepaskan pengadilan karena masih belum berusia dewasa. Ketiga putri mereka tetap hilang.

“Menculik gadis2 Hindu sudah jadi tindakan lumrah. Gadis2 ini dipaksa menandatangani kertas perjanjian bercap yang menyatakn mereka telah jadi Muslim,” kata Laljee, seorang warga Hindu di Karachi. “Masyarakat Hindu terlalu takut untuk menunjukkan kemarahannya – mereka takut jadi korban Muslim,” tambahnya.

Banyak gadis2 Hindu yang mengalami nasib yang sama di Pakistan. Mereka diculik, diIslamkan dengan paksa dan dipaksa kawin dengan seorang Muslim sedangkan orangtua mereka tidak diperbolehkan menjenguk atau bicara dengan mereka. “Gadis Muslimah tidak boleh lagi berhubungan dengan kafir”, kata Maulvi Azis, seorang imam Muslim yang mewakili seorang penculik Muslim dalam kasus berbeda ketika kasus itu disidangkan di pengadilan.

Ketika seorang gadis Hindu diIslamkan, ratusan Muslim turun ke jalan dan berteriak2 mengucapkan slogan2 agama Islam. Jeritan tangis orangtua gadis tersebut tidak didengar pihak Pemerintah. Gadis malang itu diancam jika meninggalkan Islam (murtad), maka mereka akan dibunuh. Banyak kejadian di mana pengacara2 enggan membela keluarga korban karena takut dibunuh kaum ekstrimis Islam.



Di bulan Oktober 2005, tiga gadis remaja berjalan di perkebunan coklat dekat kota Poso di Indonesia. Para gadis ini sekolah di sekolah swasta Kristen. Mereka diserang dan dipenggal oleh sekelompok Muslim. Polisi mengatakan kepala2 mereka ditemukan jauh dari badan2 mereka dan satu kepala diletakkan di depan sebuah gereja. Muslim militan mengarahkan serangan pada propinsi Sulawesi tengah dan yakin tempat ini bisa dijadikan batu pijakan untuk berdirinya negara Islam. Di tahun 2001 dan 2002, para Muslim menyerang masyarakat Kristen di propinsi itu. Penyerangan ini menarik pasukan militan Islam dari seluruh Indonesia dan mengakibatkan lebih dari 1.000 orang Kristen mati.



Muriel Degauque adalah orang Belgia yang berusia 38 tahun. Menurut tetangganya yang telah mengenalnya sejak kecil, Muriel dulu adalah gadis kecil yang “benar2 normal” yang suka naik papan luncur di salju ketika musim dingin. Dia masuk Islam dan lalu menikah dengan seorang Muslim. Tak lama setelah itu, dia pergi bersama suaminya ke Irak melalui Syria. Di Irak dia meledakkan dirinya sendiri sebagai tindakan serangan terhadap patroli polisi Irak pada tanggal 9 November, 2005. Lima polisi mati dan seorang komandan polisi dan 4 warga sipil luka2 berat.

Semua perbuatan2 di atas adalah gila, tapi yang ironis adalah semua pelaku perbuatan2 itu adalah orang2 yang waras. Mereka tidak sakit jiwa. Apakah yang membuat mereka melakukan tindakan2 kriminal yang sedemikian keji? Jawabnya adalah: Islam. Kejadian2 di atas adalah kejadian2 yang biasa terjadi di dunia Islam. Di mana2 para Muslim sibuk membunuhi orang2 demi kepercayaan mereka.

Mengapa? Apa yang membuat orang waras melakukan perbuatan demikian keji? Mengapa banyak Muslim yang sedemikian marahnya terhadap orang lain, sedemikian sukanya berperang sehingga gampang sekali melakukan kekerasan? Jutaan Muslim melakukan kekacauan masal, protes keras, dan membunuh orang2 tak berdosa di setiap saat, di mana2, dan mereka lalu mengutip perkataan2 Muhammad. Tingkah laku ini tidak masuk akal. Tapi pelakunya adalah orang2 waras. Bagaimana kita menjelaskan hal ini?

Untuk bisa mengerti hal ini, kita harus tahu bahwa Muslim diharapkan untuk berpikir seperti nabi mereka. Sehingga akibatnya, sifat, iman, pikiran dan perilaku Muslim mencerminkan sifat dan pikiran Muhammad. Karena Muhammad adalah contoh segala kebajikan dalam Islam, maka diharapkan Muslim menirunya pula dalam segala hal, melakukan apa yang dia lakukan, dan berpikir seperti cara dia berpikir. Secara keseluruhan akibatnya adalah Muslim mengambil jatidiri Muhammad dan meninggalkan jatidiri, hati nurani dan kepribadian mereka secara mendalam. Sewaktu Muslim telah menempati dunia narsistik Muhammad dan secara persis meniru contoh perbuatannya, mereka menjadi penerus dirinya. Muslim bagaikan ranting dari pohon Islam dan akar dari pohon ini adalah Muhammad. Muslim menyerap sifat, kelakukan dan pikiran Muhammad. Bisa dikatakan bahwa setiap Muslim bagaikan Muhammad sendiri dalam ukuran kecil. Karena itu, untuk bisa memahami Muslim secar pribadi atau kelompok, kita per-tama2 harus tahu dan mengenal Muhammad.

Sebenarnya sangat riskan untuk menyelidiki Muhammad karena para Muslim sangat gampang tersinggung jika ada orang yang berani mengritik nabi mereka. Komentar apapun yang paling remeh sekalipun sanggup membuat Muslim mata gelap. Meskipun Muslim tidak tersinggung jika orang lain mengritik masyarakat Muslim, tapi mereka sangat menolak segala kritik terhadap nabi mereka.

Tidak mungkin untuk melakukan pengamatan jiwa secara seksama dari orang yang sudah mati berabad-abad yang lalu. Akan tetapi, terdapat banyak keterangan rinci tentang kehidupan Muhammad dan perkataannya dicatat secara seksama. Banyak catatan yang di-lebih2kan dan penuh hiperbola. Sudah bisa diduga bahwa pengikutnya akan menaikkan status nabi mereka, dengan mengarang keajaiban2 yang diciptakannya dan menampakkan dirinya sebagai orang suci. Akan tetapi di biografi Muhammad (Sirat Rasul Allah), kita juga bisa membaca ribuan keterangan yang tidak menampakkan dia sebagai orang suci, tapi malah menampakkan dirinya sebagai orang yang jahat, keji, licik, dan bahkan menderita penyimpangan seksua. Tiada alasan untuk mengira kisah2 ini dikarang saja tanpa fakta. Para pengikutnya tidak mungkin menggambarkan nabi mereka sebagai tokoh jahat. Jika kisah2 ini tertulis, dikisahkan oleh banyak sahabat2nya yang percaya dan mengasihinya, maka kemungkinan besar kisah2 itu memang benar.

Kisah hidup nabi yang terus-menerus berlangsung disebut sebagai mutawattir. Kisah ini diwariskan ke generasi berikutnya melalui banyak mata rantai penyampai cerita dari berbagai kalangan. Tidak mungkin orang2 penyampai cerita yang hidup di tempat yang berbeda dan punya pemahaman berbeda dapat berkumpul bersama untuk mengarang kebohongan yang persis sama tentang nabi mereka.

Dengan mempelajari kisah kehidupan sang nabi (hadis) dan Al-Qur’an, yakni buku yang dipercayai setiap Muslim berisi kata2 Tuhan secara harafiah, maka kita bisa mengintip jalan pikir Muhammad untuk mengerti perbuatannya dan mengapa dia berbuat demikian. Aku akan mengutip pendapat2 dan teori2 dari berbagai ahli jiwa (psikolog dan psikiatris), dan membandingkan apa yang diperbuat Muhammad dengan analisa para ahli jiwa. Semua sumber yang kukutip adalah para ahli di bidang psikopatologi. Apa yang mereka katakan dapat diterima akal sehat dan diakui oleh kebanyakan para ahli di bidang ini.

Buku ini bukanlah penelaahan kejiwaan orang yang hidup 1.400 tahun yang lalu tapi lebih bertujuan untuk mengungkapkan karisma Muhammad. Muhammad bagaikan sebuah misteri bagi banyak orang, terutama bagi pengikutnya yang menerima dongeng dan pesona Muhammad secara menyeluruh tapi tidak mau meninjau lebih jauh daripada itu. Perbuatannya sangat jauh dari perbuatan orang suci, tapi dia menunjukkan semua tanda2 bahwa dia benar2 percaya akan perbuatannya. Bagaimana mungkin orang yang begitu penuh dendam, kejam, dan rusak moral bisa memiliki karisma besar yang tidak hanya menyihir sahabat2nya saja, tapi juga milyaran orang2 dalam waktu ber-abad2?

Michael Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History menempatkan Muhammad di ranking nomer satu, lalu diikuti oleh Isaac Newton, Yesus Kristus, Buddha, Kong Hu Cu and Paulus. Daftar nama yang dibuat Hart itu tidak mengindahkan apakah pengaruh tokoh tersebut adalah pengaruh buruk atau baik. Dalam daftarnya juga tercantum berbagai penguasa kejam seperti Adolph Hitler, Mao Ze Tung dan Joseph Stalin. Bahkan nama Niccolò Machiavelli juga tercantum dalam daftar itu. Bagaimana orang seperti Muhammad yang tidak berkemanusiaan bisa jadi orang yang paling berpengaruh dalam sejarah? Dalam buku ini aku berusaha mengungkapkan jawaban pertanyaan ini lebih berhubungan dengan keadaan jiwa manusia daripada apa yang diperbuat Muhammad.

Islam menyebabkan pertumpahan darah lebih banyak daripada sebab2 lain di dunia. Menurut beberapa ahli sejarah, di India saja, lebih dari 80 juta orang dibunuh pedang Islam. Jutaan orang mati dibunuh di Persia, Mesir, dan banyak negara lain yang diserang penggarong Muslim, sewaktu ditaklukan dan sewaktu dijajah berabad-abad kemudian. Hal ini terus berlangsung sampai hari ini.

Para Muslim sering membual, “Kami lebih cinta kematian daripada kehidupan.” Mereka membuktikannya dengan terjadinya ribuan serangan teroris di tahun2 terakhir. Bagaimana mungkin Muhammad seorang diri mampu mempengaruhi begitu banyak orang, yang dengan senang hati mati baginya dan bahkan tidak ragu mengorbankan anak2 mereka sendiri demi dia? Mengapa 25 dari 28 perang yang sedang berlangsung didunia, ternyata melibatkan Muslim yang jumlahnya hanya seperlima jumlah manusia seluruh dunia? Berdasarkan statistik ini, Muslim secara kelompok punya kecenderungan 33 lipat kali lebih besar untuk menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar suatu masalah dibandingkan manusia2 non-Muslim. Mengapa bisa demikian?

Islam adalah hasil pikiran Muhammad. Muslim membaca kata2nya dalam Al-Qur’an dan hadis dan mengikuti semua perbuatannya secara seksama dalam hidupnya. Bagi mereka, dia adalah makhluk terbaik, manusia paling sempurna, dan teladan yang patut dicontoh. Mereka percaya jika Muhammad melakukan sesuatu, tidak peduli sebiadab apapun, maka itu adalah tindakan yang benar. Tidak ada pertanyaan dan tidak ada masalah moral yang dipertanyakan.

Buku ini menyampaikan dua masalah. Yang pertama adalah Muhammad menderita kelainan jiwa narsistik. Yang kedua adalah Muhammad menderita temporal lobe epilepsi (Adadeh: sebelum epilepsi terjadi, sang penderita mengalami perasaan gundah atau berkhayal mendengar suara, mencium bau atau mengecap rasa). Ada kemungkinan Muhammad juga menderita sakit mental lainnya tapi kepribadian dan kelainan jiwanya menjelaskan keseluruhan fenomena yang dikenal sebagai Muhammad. Buku ini menunjukkan sejumlah besar bukti bahwa Muhammad memang sakit jiwa. Meskipun dia percaya akan tujuannya dan benar2 tulus akan kesaksiannya, tapi dia tidak mampu membedakan khayalan dan kenyataan. Orang2 saingannya dan yang kenal dekat dengannya memanggil Muhammad dengan julukan majnun (sinting, gila, kerasukan jin). Mereka akhirnya tunduk di bawah penindasannya dan suara mereka yang waras diberangus. Penemuan2 baru tentang otak manusia akhirnya membela mereka. Tapi kita harus tetap ingat, walaupun menderita kelainan jiwa, seorang narsisis tetap sadar bahwa dia bohong dan dialah yang terlebih dahulu harus percaya akan kebohongannya sendiri.

Meskipun buku ini tidak khusus ditulis bagi kaum Muslim, tapi aku menulisnya bagi mereka. Seperti yang dikatakan dalam pepatah Persia, aku bicara pada pintu agar tembok dapat mendengarnya. Cukup sudah disebut Muhammad adalah perampok, pembantai masal, gangster penggarong, pedofil, pembunuh, haus wanita, dll. Muslim telah mendengar semua itu, dan tetap percaya padanya tanpa berkedip. Anehnya, beberapa dari mereka yang membaca tulisan2ku di Internet berkata bahwa “iman Islam mereka bertambah.” Mereka telah menerima Muhammad sebagai manusia unggul dan “karunia belas kasih Tuhan atas manusia.” Mereka tidak menilai dia sebagai nabi dengan standard moral dan kesadaran manusia. Sebaliknya, mereka percaya dia menetapkan standard moral. Bagi mereka, bagus atau buruk, baik atau jahat tidak ditentukan oleh Hukum Emas, dan konsep moral ini sungguh asing bagi jiwa Muslim. Bagi mereka baik dan buruk ditentukan dari halal dan haram, nilai2 agama Islam yang tidak mengenal logika, etika, atau moralitas.

Kalian bisa membeli buku ini di Lulu.com, Amazon.com atau toko buku internet yang lain. Tapi kuanjurkan kau beli lewat toko buku lokal seperti Chapters, Barnes & Noble, dll. Selain harganya lebih murah, jika ada beberapa pesanan, manajer toko akan memesan tambahan buku dan memajangnya di dalam tokonya. Ini hal yang baik untuk mempromosikan buku ini. Jangan lupa menulis pendapatmu tentang bukuku dan cantumkan di berbagai website. Aku akan menghargai jika kau bersedia memberi link tentang bukuku ke website lain.

Buku ini merupakan awal dari akhir Islam. Begitu kau membacanya, kau tidak akan menilai Islam dengan cara yang sama lagi.


http://www.answering-islam.org/Silas/pagansources.htm

Umum
Muhammad mengadaptasi ajaran2 yang sudah ada di Timur Tengah, yi ajaran Yahudi, kristen, Sabiin, Aliran Zoroastrian dan bentuk2 penyembahan berhala. Agama YAHUDI memberikan kontribusi paling besar bagi islam, menyusul agama kristen & agama penyembah bermacam-macam berhala (paganisme), ditambah lagi dgn pikiran Muhammad sendiri. Artikel ini menjabarkan seberapa besar konstribusi aliran Pagan dalam Islam.

PAGANISME dlm ISLAM
Ajaran agama Islam memiliki beberapa akar dari kepercayaan menyembah berhala. Yang menjadi bagian utama dalam Islam adalah tempat suci Kaba’ah.

KABA'AH
Kaba’ah sekarang menjadi pusat ibadah orang-orang Islam di Mekah alias ibadah Haji. Umat muslim dari berbagai penjuru dunia berdatangan untuk menunaikan ibadah Haji di Kaba’ah.

BENTUK FISIK KABA'AH
Bentuk Kaba’ah adalah kubus. Dalam Kaba’ah terdapat sebuah batu hitam yang ditempatkan persis berhadapan dengan sudut timur. Diameter batu hitam itu sekitar 12 inci, batu ini berwarna hitam kemerah-merahan dan terdapat warna merah dan kuning. Batu Hitam itu dicium saat muslim mengelilingi Kaba’ah. Tinggi Kaba’ah kira-kira 50 kaki dan panjang dinding sekitar 40 kaki, terdapat 1 buah pintu pada muka Kaba’ah yang jaraknya 7 Kaki dari tanah dan menghadap Utara dan Timur. Untuk memasuki Kaba’ah diperlukan tangga. Dialamnya terdapat pula batu yang diberi nama “Batu Keberuntungan”, batu ini hanya boleh disentuh & tidak untuk dicipok.

SEJARAH PAGAN YG SUDAH DIKENAL
Tidak banyak yg dikenal ttg sejarah Kaba’ah. Kira-kira 60 tahun sebelum kelahiran Kristus, ahli sejarah romawi Diodorus Siculus berkomentar bahwa di Arab terdapat sebuah kuil yang disembah dan dipuja. Kemungkinan ia merujuk kpd Kaba’ah. Ptolemy, ahli matematika dan geografi pada zaman Romawi menyebutnya “Macoroba,” yg katanya eksis sejak abad keDUA. Kaba’ah adalah tempat kudus yang diperuntukkan bagi dewa-dewa. Cerita tentang perjalanan nabi Ibraham mencatat sebuah tempat bagi penyembah berhala pada abad ke-6. Informasi ttg pembagian jabatan bagi anak lelaki Qusayy menunjukkan bahwa penyembahan berhala di tempat itu sudah eksis secara turun temurun ---jauh sebelum kelahiran Muhammad. Ahli sejarah, Snouck Hurgronje, mengatakan bahwa pemujaan berhala telah berkembang didaerah itu karena ditemukannya sumber air Zamzam ditempat yang kekurangan air.

Sejarah Pra-Islam menunjukkan adanya banyak bangsa2 arab yang menyembah batu. Hal ini juga disebutkan dalam Sahih al-Bukhari, Vol 5 #661 yg membicarakan para penyembah batu yang berada di daerah timur tengah. Muhammad memasukkan unsur2 akar2 berhala Kaba’ah kedlm Islam untuk memberikan Muslim sebuah identitas, kekuasaan dan keunikan. Muhammad ingin mengurangi ketegangan yang akan terjadi bila kaum pagan masuk Islam, dengan mengijinkan mereka melanjutkan tradisi (berhala) leluhur mereka.

DEWA2 & RITUAL BERHALA
Ada 360 berhala sekitar Kaba’ah. Ibadah haji [pemujaan pada Kaba’ah, busana jubah putih dsb] ---kesemuanya adalah bagian dari upacara
kepercayaan pagan. Para pengikut paganisme memanggil keluar dewa2 berhala mereka dengan cara mengelilingi Kaba’ah. Dulu mereka menyebutnya dewa, kini mereka menyebutnya : ALLAH ! Dulu kaum pagan berlari2 diantara lereng bukit, dan tradisi ini pula yg disahkan [Muhammad] dlm Quran bagi muslim dgn dalih 'mencontoh ibu Ismael, Hagar.'

Dewa utama yg disembah disana diberi nama Hubal, yg juga disebut dewa Mekah dan Kaba’ah. Hubal tidak disebutkan didalam Quran. Hanya Al-Lat, Al-Uzza dan Manat adalah dewi2 yang disembah
kaum pagan, yg disebutkan didalam Quran.

Awalnya Kaba’ah digunakan bagi para penyembah bintang2. Matahari dan bulan berulangkali disebutkan sebagai pemberian Tuhan. Bahkan ada sejumlah aliran pagan yg menganggap Kaba’ah sebagai kuil untuk memuja matahari, bulan dan 5 planet.

BATU HITAM
Batu hitam sangat berperan dalam aliran pagan. Disitulah mereka mempersembahkan hewan kurban. Tetapi altar kurban itu kini diganti dgn batu hitam; yg dicipratkan dgn darah dari hewan kurban tsb.

MITOS2 QURAN

Muhammad ternyata cuma mengarang sejarah Kaba’ah. Ia mengatakan bahwa nabi Ibraham dan Ishmael berada dibalik pendirian Kaba’ah (Q.2:127). Muhammad menyatakan bahwa Allah mentahbiskankan Kaba’ah sebagai rumah suci (Q.5:97). Muhammad juga menyatakan Kaba’ah sbg kuil pertama yang dibangun bagi umat manusia. (Q.3:97).

Hanya Muhammad yang menyatakan tempat itu dibangun oleh Ibraham. Padahal di Perjanjian Lama, tidak sekalipun disebutkan ttg perjalanan Ibraham ke Mekah dan membangun tempat ibadah.

Alm Taha Hussein, professor tersohor Mesir mengatakan : mitos Islam yang mengatakan bahwa Kaba’ah dibangun oleh Ibraham menjadi trend tidak lama sebelum kebangkitan Islam. "Melihat penanggalannya, Islam mengEKSPLOITASINYA DEMI ALASAN RELIGIUS." demikian kutipannya dlm Miz al-Islam oleh Anwar al-Jundi.

Kebohongan Sejarah Kabah, Mekah dan ZamZam
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2961
Beberapa pakar muslim mengakui hal ini, berikut kutipannya :
1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
“Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”


PROBLEMA TEOLOGIS
Setiap orang yang tinggal di Mekkah sebelum dan sesudah adanya Muhammad, memiliki ikatan dengan Kaba’ah. TAPI jika Kaba’ah adalah Rumah Allah, kenapa Muhammad menyuruh pengikutnya untuk berkiblat menghadap Yerusalem? Quran mengatakan bahwa Allah telah memerintahkan Muhammad untuk mengganti arah Sholat sbg sebuah 'ujian.' Ini jelas tidak masuk akal. Ujian apa yg dimaksudkan ? Mengganti kiblat dianggap 'ujian' ??? Ujian macam apa itu ?

Kemungkinan ini ada hubungan dengan Kristen dan Yahudi. Muhammad tahu bahwa kepercayaan monoteisme mereka berpusat di Yerusalem. Muhammad sangat membenci kepercayaan bahwa Tuhan lebih dari satu atau Politeisme. Dia memilih Yerusalem sebagai arah untuk menunaikan sholat. Dgn ini ia berharap bisa menarik minat kaum Yahudi untuk menerimanya sebagai Nabi.

Tetapi 1.5 tahun setelah hijrah ke Medinah, setelah Yahudi dengan terang-terangan menolaknya, Muhammad kembali menganti arah sholat ke Mekah – pusat penyembahan aliran pagan di semenanjung Arab (Q.2:144). Mulailah ia mengotentifikasi pusat perhatian berhala.

Setelah Muhammad menduduki Mekah, ia menghancurkan semua isi Kaba’ah. Didalam Kaba’ah terdapat beberapa ornamen yang dianggap merupakan perwakilan dari nabi2 yang mereka sembah. Ketika pengikutnya membersihkan atau membuang ornamen yang ada di dalam Kaba’ah, Muhammad meletakkan tangannya pada sebuah gambar Yesus dan Maria dan berkata “Bersihkan semua kecuali apa yang ada dibawah tanganku”. Lagi2 Muhammad melanggar prinsipnya sendiri dan mensahkan penyembahan berhala versinya sendiri.

Muhammad kemudian menyucikan upacara Kaba’ahnya kaum pagan, seperti mencium batu hitam, menyentuh & mengelilingi Kaba’ah, berlari diantara dua bukit, dll. Tak lama kemudian, Umar mengatakan kepada Batu hitam, “Aku tahu bahwa kamu adalah sebuah batu yang tidak menolong maupun melukai, dan jika Nabi tidak menciummu maka aku juga tidak akan menciummu”. (Sahih al-Bukhari, Vol 2, Nomor 667). Dan kemudian dia mencium batu itu. Sama seperti Umar, orang-orang Islam mengikuti kebiasaan Nabi mereka dalam mempraktekkan kebiasaan menyembah berhala para pengikut pagan.

Sebelum Muhammad, terdapat beberapa kelompok orang di Arab yang juga membenci berhala, mereka dikenal dengan kaum Hanif. Bahkan kaum Hanif menganggap upacara penciuman Kabah sbg kebiasaan berhala/pagan.

Disaat itu, kaum Quraish merupakan salah satu penyembah berhala dgn melakukan pemotongan kurban, berdoa, dan membuat lingkaran melingkari Kaba’ah, setiap sekali setahun. Kaum Hanif bahkan tidak mau mendekat dan berkata, “Demi Tuhan, kaum kami tidak memiliki apapun yg tersisa dari agama Ibraham. Batu apa itu dan mengapa kita harus mengelilinginya ? Batu itu tidak bisa bicara maupun mendengar, tidak dapat melukai maupun menolong. Wahai pengikut, jagalah jiwa kalian ... ”

Salah satu dari pengikut Hanif adalah Obeidallah… ia masuk Islam, dia pindah ke Abyssinia dengan pengikut Islam lainnya, TAPI kemudian ia menjadi Kristen. Setelah ia murtad dari Islam, dia berkata kepada umatnya yang masih memeluk Islam “Kami (umat kristen) melihatnya, namun dirimu hanya memandang sebelah mata – yi tidak bisa melihat dengan jelas.

Jadi kenapa Muhammad mencium batu hitam? Sejak kapan dia memasukkan ajaran Pagan kedalam kepercayaannya ? Bahkan terdapat Kisah Abraham dalam Quran – bgm ia mencela mereka yg menyembah berhala (Q 6.21) dan mengatakan itu sebuah dosa dihadapan Tuhan. TAPI ternyata Muhammad sendiri mengelilingi Kaba’ah, dan spt kaum pagan, bahkan MENCIPOKI batu hitam. Umar sendiri tahu bahwa itu sebuah kebiasaan kosong dan palsu, TAPI IA TETAP mengikuti contoh Muhammad.

Satu lagi mitos Muslim ttg Kaba'ah adalah bahwa siapapun yg berdoa dibawah pipa air Kaba'ah akan kembali disucikan spt saat ia baru keluar dari rahim ibu. BETAPA ANEHnya Islam ! Pensucian/pemgampunan datang dlm bentuk doa dibawah SEMPROTAN AIR !!

KABA'AH PASCA MUHAMMAD
Dlm sejarah perang saudara Islam (638M), al-Zubayr di Mekah telah dikepung oleh al-Husayn. Orang-orang Husayn menggunakan ketapel besar dan menghancurkan Kaba’ah sampai mirip “dada terkoyak wanita2 yg sedang belasungkawa.” Zubayr dan orang-orangnya memasang tenda-tenda disebelah Kaba’ah dan karena sebuah 'korslet,' KABA'AH TERBAKAR SPT LAUTAN API. Kaba’ah mengalami kerusakan dan batu hitam pecah jadi 3 bagian.

Dalam waktu singkat, al-Hajjaj menaklukkan Mekah dan membunuh Zubayr. Ia merenovasi kembali Kaba’ah.

Thn 929, kaum Karmatian menjajah Mekah dan membawa lari batu hitam! Batu itu baru dikembalikan setelah 20 tahun kemudian.

Belum lagi peristiwa alami spt buruknya kondisi cuaca membuat Kaba’ah harus sering diperbaiki.

Umat Muslim selalu mengatakan bahwa Allah telah melindungi Quran dari perubahaan bahasa TAPI Allah tidak dapat melindungi Rumahnya sendiri.

Kemudian umat Muslim menemukan beberapa mitos tentang Mekah dan Kaba’ah.

Menurut Ibn Abbas : Muhammad berkata “Batu hitam itu turun dari surga dan pada waktu itu warna batu itu lebih putih dari susu, namun akibat dosa anak-anak Adam, batu itu menjadi hitam, hal itu dikarenakan mereka menyentuhnya. Pada hari kebangkitan nanti, ketika batu itu memiliki mata untuk melihat, shg mengetahui siapa saja yang menyentuh dan menciumnya, dan memiliki lidah untuk berbicara, batu itu akan meridhoi mereka yg menyentuh dan menciumnya !

Para penulis Islam juga mengatakan bahwa Kaba’ah dibangun pertama kali disurga, 2000 tahun sebelum penciptaan bumi, dlm model dan bentuk
sama spt yg ada dibumi ini. Kaba’ah pertama dibangun oleh Adam dengan posisi yang sama dengan yang ada disurga! 10.000 malaikat ditunjuk untuk menjaga Kaba’ah yang dibangun oleh Adam. TETAPI TERNYATA malaikat2 Allah itu ternyata tidak becus ! Kenapa ? Karena Ibraham sampai diperintahkan Allah untuk membangunnya kembali ?

Mitos2 lain ttg Kaba'ah; Mekah adalah pusat dunia, Kaba'ah dibangung pada saat penciptaan dunia, hancur karena air bah, dibangun kembali oleh Ibraham, Jibril yg memberikan batu hitam itu. Juga banyak legenda beredar ttg air Zamzam dari sumur disekitarnya.

Muslim bersikeras bahwa ada beberapa bukti tentang Kaba’ah dalam Perjanjian Lama. Inilah beberapa prasangka mereka yang salah:

1) Muslim berpikir Kitab Kejadian (Genesis) 35:4, 14, 15 menyebut soal Kaba’ah, karena “Beth-el” dianggap = Bait Allah dan Kuil orang Yahudi tersebut tidak dibangun sampai beberapa tahun lamanya. TETAPI TERNYATA Bethel = sebuah Kota Filistin – Kejadian 12. Yakub & Ibrahim membangun sebuah altar/Mezbah dan bukan Rumah Tuhan - Kejadian 12:7

2) Muslim menyatakan bahwa Daud menyebutkan Kaba’ah dalam Mazmur 84:6. Jika “Bakkah” (yg dianggap = Mekah oleh Muslim) memang sebuah lokasi, Injil tidak menyebut DIMANA tempatnya secara pasti. Lagipula menurut konteks injil mazmur, “Bakkah” berarti = menangis, atau lembah air mata. Daud mencoba mengatakan bahwa ketika ia jauh dari Allah, dalam masa-masa sulit (Bakkah) Allah akan menyertainya dan mengubah air mata menjadi suka cita.

3) Muslim juga berpikir bahwa Yesaya 60:7 “yang berasal dari Kedar” menunjuk pada orang arab yang melakukan penyembahan terhadap Kaba’ah. PADAHAL Yesaya 60:7 menunjukan bahwa yang berasal dari Kedar itu akan disembelih dan dipersembahkan diatas Mezbah. Apakah muslim merujuk kpd orang2 arab yang akan dikorbankan sebagai persembahan?

4) Muslim berpikir karena Yerusalem yang terdapat dalam Kitab Wahyu berbentuk kubus, hal itu juga menyerupai Kaba’ah dan merupakan ramalan tentang Kaba’ah ! PADAHAL Kaba’ah sendiri tidak berbentuk sempurna seperti kubus, bahkan sama sekali tidak menyerupai Kubus; tembok paling tinggi adalah 50 Kaki, atapnya miring, tembok paling rendah adalah 35 kaki dan panjang bagian muka adalah 40 kaki.


KESIMPULAN TTG UPACARA KABA'AH

Muslim telah menuduh umat Kristen memasukkan aliran pagan, dan mempertahankan beberapa aspek budaya dari aliran pagan. PADAHAL aliran Pagan merupakan akar utama Islam; Aliran Pagan merupakan bagian dari agama, sejarah, perayaan dan pemujaan Islam.

Refensi saya untuk bagian ini diambil dari buku orijinal the Hughes Dictionary of Islam /Kamus besar Islam oleh Hughes (bukan terbitan baru yg telah diutak-atik oleh penerbit Islam), Ensiklopedi singkat tentang Islam, dan Ensiklopedi tentang Islam, diterbitkan oleh E.J. Brill dan The Sources of Islam/“Sumber Ajaran Islam” oleh Tisdall.

BENTUK2 PAGANISME ISLAM LAINNYA:

ISRA MIRAJ
Perjalanan pada malam hari menggambarkan Muhammad diangkat ke surga, hal ini disebutkan dalam Q17:1 dan juga dalam Sahih al-Bukhari Vol 1 nomor 345.

Cerita Muhammad sangat berkaitan dengan Cerita kaum Zoroastrian. Ini ditemukan pada buku kuno Pahlavi dengan judul “The Book of Arta Viraf”.
Image
http://www.avesta.org/mp/viraf.html
http://www.answering-islam.org/Gilchrist/Vol1/3d.html
http://www.truthnet.org/islam/src-chp5.htm

Cerita kaum Zoroastrian ini mengisahkan perjalanan seorang Pendeta suci (Arta Viraf), dengan tidak sadarkan diri rohnya pergi kesurga dibawah bimbingan seorang malaikat bernama Sarosh. Dia melewati sebuah Negeri Impian (7 Gerbang Surga) dan yang lainnya sampai ia mencapai puncak dimana Kehadiran Ormazd, dewa seluruh alam semesta. Ketika Arta melihat semuanya yang berada di surga dan orang-orang yang berada disurga merasakan kebahagiaan, Ormazd memerintahkan dia untuk kembali kebumi sebagai “Pembawa Pesan” dan untuk menceritakan ke semua orang apa yang ia lihat dan ia dengar.

Dan juga, kaum Zoroastrian mengajarkan, jauh sebelum adanya Islam, terdapat sebuah pohon yang luar biasa di surga yang dikenal dengan nama “Humaya”, yg dapat disamakan atau disetarakan dengan pohon Sidrah dalam Islam.

(Sidrah = Sidratil Muntaha = the lote tree ???

Q53:13-18: “For indeed he saw him at a second descent, Near the Lote-tree beyond which none may pass: Near it is the Garden of Abode. Behold, the Lote-tree was shrouded (in mystery unspeakable!) (His) sight never swerved, nor did it go wrong! For truly did he see, of the Signs of his Lord, the Greatest!

KOK TERJEMAHAN DLM BAHASA INDONESIA nggak nyebut pohon ?
Q53: 13-18 [Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, [14] (yaitu) di Sidratil Muntaha. [15] Di dekatnya ada surga tempat tinggal, [16] (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. [17]))

Akhirnya, ada bagian lain tentang Zoroastrian yakni “Zordashtnama”, dimana cerita ini mengisahkan bagaimana kaum Zoroaster sendiri naik kesurga dan mendapatkan ijin untuk mengunjungi Neraka, dimana mereka menemukan Ahriman, sang Iblis.


AZAZIL - SI IBLIS
Dalam Hadis, Iblis mempunyai nama tersendiri yakni Azazil. Nama tersebut tidak ditemukan dalam Quran. Nama itu diambil dari Leviticus 16:8, 10, 26. Azazil juga berarti Kambing hitam dalam bahasa ibrani. Ada juga yg mengartikannya sbg 'jin padang pasir.'

Beberapa kitab yahudi – Kitab Enoch dan Kitab Ibraham - menyebut Azazil. Muslim mengaitkan Azazil dgn malaikat yang jatuh sesat bernama Harut dan Marut. Tradisi Ibn Abbaslah yg mengembangkan nama setan ini sebelum Jatuhnya Adam kedalam Dosa.

Inilah yang digambarkan Tisdal dalam “Sumber Ajaran Islam" :
Umat Muslim mengambil nama Azazil dari kaum Yahudi sambil mengambil cerita Zoroastrian. Umat Muslim percaya bahwa Allah menciptakan Azazil, yang menyembah Allah selama 1000 tahun ketika Azazil masih berada di neraka tingkat 7 dan dengan perlahan ia mencapai tingkat atas dan akhirnya ia mencapai bumi, sambil terus memuja Allah. Dilain pihak, tradisi muslim juga mengatakan bahwa Azazil tinggal selama 3000 tahun di gerbang surga, sambil menyimpan rasa cemburu dan benci terhdp Adam dan Hawa.

Bandingkan yang diatas dengan ajaran Zoroastrian:
Ahiman (Azazil) tinggal di dalam neraka, untuk melakukan perusakan, kejahatan dan kegelapan. Ormazd (Tuhan) mengetahui tentang keberadaan dan rencananya. Itu terjadi kurang lebih selama 3000 tahun. Roh jahat tidak mengetahui tentang adanya Tuhan, namun pada akhirnya ia keluar dari lubangnya dan melihat cahaya Tuhan. Kemudian Ahriman diisi oleh rasa permusuhan dan cemburu, ia merencanakan untuk melakukan penghancuran.

KAUM SABI'IN (Sabean)
Siapakah kaum Sabiin? Kenapa Muhammad mengatakan bahwa mereka pengikut Tuhan yang sesungguhnya ? Sabiin disebutkan 3 kali dalam Quran :
Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Rabb mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS.2:62).

Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS.5:69)

Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin , orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.(QS.22:17)


Ttg kaum Sabiin, bisa dilihat dari sumber Islami dari penulis2
macam Ibn Hazm dalam Fisal-wa-Milal, Ibn al-nadim dlm Fihrist, Shahrastani dlm Perjanjian sebuah Sekte, dan Masudi dalam Muruj al-Dhahab.

Ibn Hazm menulis dalam “Fisal Wa-Milal” bahwa mereka menghormati 7 planet dan 12 peta perbintangan, mereka juga mempunyai sholat 5 waktu, (sama seperti yang dilakukan oleh orang Islam), mereka berpuasa pada saat Ramadan, mereka berkiblat pada Kaba’ah. Hazm juga mengatakan mereka juga menyembah astrologi dan berhala. Hazm mengungkapkan lebih jauh bahwa Allah mengutus Ibraham untuk memberitahukan mereka agar beralih dari aliran pagan, namun Ibraham tidak berhasil.

Dengan membandingkan tulisan-tulisan ttg kaum Sabiin, kita dapat menemukan bahwa mereka menetap di Syria, dan menyebar dari sana. Mereka sudah pasti pagan, dengan campuran agama babilonia dan Helenic. Nabi2 mereka adalah Hermes dan Agathodaemon, yang dikenal pada jaman Shahrastani dengan Seth dan Idris (Enoch dalam perjanjian lama). Dewa2 yang mereka sembah adalah dewa2 ketujuh hari dlm seminggu, dewa bangsa Jin, dewa Waktu, dewa yang menciptakan panah terbang, Tammuz (variasi dari salah satu dewa yang sudah disebutkan), Pangeran Hamam, Bapak para dewa, dewa yang menguasai daerah Utara, dewa Keberuntungan, dll. Mereka juga punya upacara semacam IDUL FITRI. Tapi pemujaan terhadap astrologi dianggap sbg pusat ajaran mereka.

Jadi, dari mana sholat 5 waktu Islam ? Dari Sabiin.
Dari mana puasa saat Ramahdan ala Islam ? Dari Sabiin.
Idul Fitri dari mana ? Dari S A B I I N !!!!

NAH, jika Muhammad benar-benar seorang Nabi, bagaimana mungkin dia melakukan satu kesalahan besar yi memasukkan tradisi pemuja2
kedalam Quran? Bagaimana bisa “Wahyu” Muhammad mengalami kesalahan ?


HOURIS
Quran menyebutkan “Houris” berulang kali. Siapa dan apakah “Houris” itu. Houris adalah “Perawan yang pemalu”, adil bagaikan karang dan batu merah delima, remaja yang memiliki mata berwarna coklat, pelayan yang berdada MONZTOQ ! :wink: Secara keseluruhan Houris adalah mahkluk yang berada disurga, dikhususkan untuk melayani kegiatan SEX para kaum adam. Setiap orang mendapatkan jatah paling banyak 2 Houris.

LAGI2 konsep ini bersumber dari tulisan Zoroastrian. Dalam tulisan Zoroastrian, mereka dilukiskan sebagai peri dalam dongeng – roh dalam bentuk cahaya yang silau dan indah untuk menaklukan hati lelaki, dinamakan “Houris”, datang dari sumber Pehlavi, sama seperti dalam Islam, adalah Jin atau Genie.

KESIMPULAN
Islam = penyembahan berhala.

Image
http://www.gamespot.com/xbox360/action/ ... pid=945943
Sebuah relief di Iran yg menunjukkan raja & dewi mitologi Persia lama yg wajah2nya rusak oleh Muslim yg ALERGI BERHALA. Tidak sadarkah mereka bahwa agama mereka sendiri contekan ajaran berhala ?