Tampilkan postingan dengan label Islam Agama Plagiator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam Agama Plagiator. Tampilkan semua postingan

Salah satu peristiwa yang begitu diagungkan oleh umat Muslim di seluruh dunia adalah Isra Miraj, dimana intinya Muhammad mengadakan perjalanan dari mesjidil Haraam Mekah ke mesjidil Aqsha yang terletak di Yerusalem dengan menggunakan Bouraq.

[Lalu dalam Mi'raj Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allaah untuk menunaikan Shalat lima waktu, yang sungguh sangat mengherankan lagi hal tersebut tidak dicatatkan dalam Qouran tetapi dalam Hadith yang rentang waktunya 200 tahun setelah mampusnya Muhammad terkena racun wanita yahudi dikhaybar, yang mana racun tersebut dibubuhi kedalam daging dan disantap olehnya.]

Sesungguhnya perjalanan malam itu tidaklah begitu mengagumkan. Cerita itu berasal dari The Secret of Enoch, yang mendahului Muhammad empat abad sebelumnya.

Inilah petikan-petikan dari Henok 1:4-10 & 2:1 :

Pada hari pertama bulan itu saya berada dirumah, beristirahat di dipan dan tertidur, ketika tertidur, datanglah kesusahan besar kedalam hatiku dan disana muncullah 2 orang pria. Mereka berdiri disisi dipanku dan memanggil namaku dan bangkit berdiri dari tidurku. Beranilah Henok, jangan takut ; Allah Kekal mengirim kami kepadamu. Engkau hari ini akan naik dengan kami ke surga. Malaikat-malaikat itu membawa dia disayap mereka dan membawa dia ke langit pertama.

Rincian gambaran tingkat-tingkat langit yang dilihat Muhammad sangat mirip di dalam tulisan yang lebih tua umurnya, The Testament of Abraham.

Versi agama Hindu mengenai kisah semacam itu ialah, rasulnya adalah Arta, Malaikatnya adalah Azar dan Adamnya ialah Ormazmurd. Sumber Hindu yang asli ialah Arta Viraf Namak.

Muhammad mengatakan bahwa ia pergi ke Yerusalem dan beribadah di bait Allah didalam rohnya, hal ini sebenarnya sangat aneh karena bait itu telah dirusakkan oleh Titus, 570 tahun sebelum penglihatannya itu terjadi. M

asjidil Aqsha yang disebut dalam surat Al Israa ayat 1 adalah bangunan gereja di Yerusalem yang didirikan oleh pengikut-pengikut Perang Salib pada permulaan abad ke-12. Tahun 1187 barulah Saladin merubahnya menjadi mesjid setelah dia menaklukkan Tanah Suci.

Dengan perkataan lain, jelaslah bahwa tidak ada tempat seperti itu (belum ada mesjidil Aqsha) pada saat perjalanan surga itu terjadi. Bahkan mesjid Batu Kubah (Dome of Rock) pun belum dibangun hingga tahun 691 Masehi. Dan yang patut dicatat juga adalah bahwa pada saat itu tidak ada penduduk Yerusalem yang beragama Islam!

Dari mana Muslim mendapat ide Buraq bersayap berwajah manusia ?

Image

Image
Ukiran tokoh mitologi Mesopotamia : banteng bersayap berwajah manusia dari istana Sargon II dari Khorsabad, Assyria 721-705 SM, Museum Louvre, Paris.

Image
Patung raksasa dari banteng bersayap berwajah manusia dari istana Ashurbanipal II, Nimrud, Assyria, British Museum, London, UK.
http://www.art-prints-on-demand.com/a/a ... -wing.html

Isra Miraj = Muhammad Senggamai Hani Sepupunya
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=24210

Riwayat yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq adalah sebagaimana berikut:
Di antara kisah yang sampai kepada saya dari Ummu Hani' binti Abi Thalib berhubung Isra' Rasulullah s.a.w ialah beliau (Ummu Hani) menceritakan, "Rasulullah s.a.w. tidak diIsra'kan melainkan ketika Baginda s.a.w berada di rumahku. Baginda s.a.w tidur di samping ku pada malam itu di rumah ku. Mula-mula Baginda s.a.w bersembahyang Isya' kemudian tidur. Kami pun turut tidur. Sebelum fajar Rasulullah telahpun mengejutkan kami lalu bersembahyang Subuh. Kami bersembahyang bersamanya."

Setelah itu Rasulullah bersabda, "Wahai Ummu Hani'! Malam tadi saya telah bersembahyang bersama kamu seperti yang kamu tahu di wadi ini. Selepas itu saya pergi ke Baitul Maqdis dan bersembahyang di sana dan sekarang saya bersembahyang Subuh bersama kamu seperti yang kamu saksikan."

"Setelah itu Rasulullah s.a.w bangkit untuk keluar. Aku memegang hujung selimut Baginda s.a.w, maka tersingkap perut Nabi s.a.w bagaikan kain qibti yang berlipat lalu aku pun berkata kepada Baginda s.a.w, " Wahai Nabiyallah! Janganlah engkau ceritakan perkara ini kepada orang ramai, nanti mereka akan mendustakan engkau dan menyakitimu". Baginda s.a.w berkata, " Demi Allah! Aku tetap akan menceritakan kepada mereka". Ummu Hani berkata, "Akupun memerintahkan seorang sahaya perempuanku berketurunan Habsyi," Eh! Ikutlah Rasulullah s.a.w. supaya engkau dapat mendengar apa yang disampaikannya kepada orang ramai dan apa pula reaksi mereka terhadap keterangan Baginda itu ."
ISRA MIRAJ
Perjalanan pada malam hari menggambarkan Muhammad diangkat ke surga, hal ini disebutkan dalam Q17:1 dan juga dalam Sahih al-Bukhari Vol 1 nomor 345.

Cerita Muhammad sangat berkaitan dengan Cerita kaum Zoroastrian. Ini ditemukan pada buku kuno Pahlavi dengan judul “The Book of Arta Viraf”.

Image
http://www.avesta.org/mp/viraf.html
http://www.answering-islam.org/Gilchrist/Vol1/3d.html
http://www.truthnet.org/islam/src-chp5.htm

Cerita kaum Zoroastrian ini mengisahkan perjalanan seorang Pendeta suci (Arta Viraf), dengan tidak sadarkan diri rohnya pergi kesurga dibawah bimbingan seorang malaikat bernama Sarosh. Dia melewati sebuah Negeri Impian (7 Gerbang Surga) dan yang lainnya sampai ia mencapai puncak dimana kehadiran Ormazd, dewa seluruh alam semesta. Ketika Arta melihat semuanya yang berada di surga dan orang-orang yang berada disurga merasakan kebahagiaan, Ormazd memerintahkan dia untuk kembali kebumi sebagai “Pembawa Pesan” dan untuk menceritakan ke semua orang apa yang ia lihat dan ia dengar.

Akhirnya, ada bagian lain tentang Zoroastrian yakni “Zordashtnama”, dimana cerita ini mengisahkan bagaimana kaum Zoroaster sendiri naik kesurga dan mendapatkan ijin untuk mengunjungi neraka, dimana mereka menemukan Ahriman, sang Iblis.

http://en.wikipedia.org/wiki/Lailat_al_Miraj
Image
A 16th century Persian miniature painting celebrating Muhammad's ascent into the Heavens, a journey known as the Miraj. Muhammad's face is veiled, a common practice in Islamic art.

Q 017.001
YUSUFALI: Glory to (Allah) Who did take His servant for a Journey by night from the Sacred Mosque to the farthest Mosque, whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things).
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ibn Ishaq, Sirat Rasulullah : 5- Night Journey :
The apostle of Allah said, 'While I was asleep within the northern enclosure of the Kaba, Gabriel came and kicked me with his foot. I sat up, but perceived nothing; therefore I again laid myself down. He came again and the same thing happened again, but when he kicked me the third time he took hold of my arm, so that I rose and went with him to the gate of the mosque.

TERJEMAHAN: Nabi Saw bersabda "Ketika saya tidur di antara pagar utara dari kaba, Jibril datang dan menendang saya dgn kakinya. Saya bangun, namun tidak mendapatkan siapa2. akhirnya saya kembali merebahkan diri. dia datang lagi dan hal yg sama terjadi lagi, namun ketika dia menendang saya :shock: untuk yg ke 3 kalinya dia membawa tangan saya, lalu saya berdiri dan pergi dgn dia ke gerbang masjid (kaba)"

http://www.blogger.com/feeds/8496542206 ... 7772547222
Buraq berkepala Manusia dan Bersayap?

Dari Qatadah ra, “Anas bin Malik bin Sha’sha’ah ra bercerita kepadaku, bahawasanya Rasulullah saw telah bersabda, ‘………….. (selepas Nabi saw bercerita bagaimana perutnya dibedah, dibuang kotoran, dicuci, dibasuh hatinya dan memenuhi dengan hikmah dan keimanan, kemudian ia dijahit dan dikemalikan perutnya dalam keadan asal)…….Kemudian aku diajak menaiki hewan yang bukan seperti kuda dan lebih besar dari keledai.

“Rasulullah melanjutkan ceritanya,” Setelah itu ada orang yang bertanya,’Apakah itu yang dinamakan Buraq wahai Abu Hamzah?’ Baginda menjawab, “Betul.”

Imam Ahmad dan Imam Bukhari menceritakan, bahawasanya Rasulullah saw bersabda, ‘Kecepatan kenderaan – Buraq – itu adalah sekelip mata dan dengan Buraq itulah aku dibawa.”

Tsabit Al-Banani. Ia menceritakan dari Anas bin Malik ra, bahawasanya Rasulullah saw bersabda, “Aku telah dibawakan kenderaan Buraq. Kenderaan ini adalah sejenis haiwan berwarna putih, yang mana tingginya antara keldai dan kuda.Sedangkan kecepatannya adalah sama dengan kelipan mata>……………” [HR Ahmad (Sunan, Jld 3/148) dab teksnya dari beliau, serta Imam Muslim (Shahih, 259) melalui jalur Hammad bin Salamah, iaitu Tsabit Al Banani dari Anas bin Malik bahawasanya Rasulullah saw bersabda, “Qatadah ra berkata (beliau mendengar terus dari Rasulullah saw),” Rasulullah saw dibawakan kenderaan Buraq yang lengkap dengan penerangan dan tali kendali pada malam beliau melakukan Isra’, Maka Rasululah merasa kesulitan (dengan kenderaan itu). Lalu Jibril bertanya kepadanya, “Apakah kamu akan melakukannya wahai Muhammad………………………” [HR Imam Ahmad (Sunan, Jld 3/146, At-Turmudzi (Sunan, 3131) dan Ibnu Jarir (15/15) dengan sanad Shahih].

At-Turmudzi mengatakan bahawa hadits di atas sanadnya hasan gharib

Hadits Buraidah bin Hushaib Al Aslami : Abu Tumailah meriwayatkan dari Zubair bin Junadah dari Ibnu Buraidah dari ayahnya, ia berkata bahawa Rasulullah saw bersabda, “Pada malam saat aku diisra’kan, jibril datang membawa sebongkah batu yang terdapat di baitul Muqaddis. Lalu ia meletakkan jari di atasnya dan memecahkannya, tiba-tiba muncullah Buraq dari batu tersebut. [HR At-turmudzi (Sunan, 3132), Ibnu Hibban (34), Hakim (2/360) dan Bazzar].

Setelah meneliti derajat perawi-perawi, Al-Albani secara keseluruhannya berpendapat hadits ini lemah kerana terdapat kecacatan tertentu (dibincangkan dalam buku ini). Oleh itu ia tidak boleh dijadikan sumber rujukan. Hadits Huzaifah bin Yaman : Diriwayatkan dari Ashim in Bahdalah dari Zirr bin Hubaisy dari Hudzaifah bin Yaman, seungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepadaku bersama Buraq, binatang tersebut berkulit putih dan tinggi menjulang. (Imam at- Turmudzi meriwayatkan, “Punggungnya terhampar seperti ini.”) Kecepatan larinya adalah sekelip mata, sehingga aku dan Jibril seakan-akan belum menyentuh punggungnya, tiba-tiba sudah sampai ke BaitulMaqdis [HR Imam Ahmad (Sunan Jld 5/387, 392, dan 394), At-Turmudzi (Sunan 3147), Ibnu Hibban (33), Hakim (2/359)] Mereka mensahihkannya disepakati oleh Adz-Dzahabi (alim hidup kurun ke-7 H].

Al-Albani mengatakan derajat hadits ini hasan (Ash-Shahihah 874). Al-Albani menyebut bahawa hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Nasa’I, dan Ibnu Mardawih sebagaimana disebutkan dalam (Al-Khashaih 1/393) juga Ibnu Jarir(15/15-16).

Hadits Syaddad bin Aus : Syaddad bin Aus berkata bahawa ia bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah saw, bagaimana engkau berisra’?” Rasulullah saw menjawab,”Suatu hari ketika malam mulai gelap, aku berdoa untuk para sahabatku, kemudian datang kepadaku bersama seekor binatang berwarna putih yang lebih tingi dari keldai dam lebih pendek dari kuda, dan aku menaikinya. Tiba-tiba ia sukar berjalan …………….. [Ditutur oleh Ibnu Katsir melalui riwayat ibnu Abi hatim dalam Tafsirya (Tafsir Ibnu Katsir) dan Baihaqi]

Al-Albani menilai hadits ini bahawa sanad dan matannya sebagai munkar.
Matan munkar bermaksud sebahagian atau keseluruhan teks hadits bertentangan dengan teks-teks dalam hadits-hadits sahih.

Al-Haitsami berkata Ishaq bin Ibrahim bin Al-Alla’ adalah seorang perawi lemah sebagaimana pandangan Nasa’i. Al-Hafizh Ibnu Hajr Asqalani dalam kitab At-Taqrib sepertimana dikatakan oleh Muhammad bin Auf bahawa ia seorang yang gemar berdusta.

Hadits ini ditinggalkan dan tidak boleh dijadikan sebagai rujukan.

Dari Hammah bin Salamah, Abu Hamzah meriwayatkan dari Ibrahim,dari Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud bahawa Rasulullah SAW bersabda,
"Aku didatangi oleh Buraq, lalu aku naik dibelakang Jibril, maka ia terbang melesat membawa kami berdua. Ketika ia naik, kedua kaki belakangnya ikut terangkat, dan ketika ia menukik turun, kedua kaki depannya terangkat………………” [HR Al-Hakim 4/4606), ia berkata Abu hamzah seorang perawi lemah. Ibnu Hajar Asqalani dalam At-Taqrib mengatakan ia seorang yang lemah].

Setelah meneliti secara keseluruhan Al-Albani mengatakan bahawa hadits ini lemah. Kesimpulan : Terdapat beberapa hadits lain berstatus lemah dan saya tidak menyalin dalam coretan ini. Berdasarkan hadits-hadits dalam buku ini, samada berstatus sahih atau dho’if (lemah) tiada satu pun keterangan mahu pun indikasi menunjukkan Buraq itu berkepala manusia. Mengenai ia bersayap dan dijadikan dari cahaya pun tiada keterangan dan indikasi dari hadits-hadits yang dikomentar. Mungkin kejadian dari cahaya kerana kepantasannya sekelip mata (tidak boleh dijadikan sandaran) atau ia berdasarkan dari kitab-kitab yang mengandungi hadits-hadits yang mungkin berstatus maudhu’ (palsu) atau la ashlah (tiada asal).


JADI DARI MANA MUSLIM MENGARANG BURAQ BERKEPALA MANUSIA ????

Surat kabar MESIR: mesjid Al Aqsa tipuan muslim
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=1899

Tgl 5 Agustus, 2003 Ahmad Muhammad 'Arafa, kolumnis mingguan Mesir, Al-Qahira, yg diterbitkan Departemen Kebudayaan Mesir, menulis artikel yg menolak doktrin Islam bahwa Muhamad merayakan Perjalanan Malam (Q17:1) dari Mekah ke Yerusalem. Menurut 'Arafa, Perjalanan Malam dlm Surat Al-Isra' itu tidak mengacu pada perjalanan ajaib dari Mekah ke Yerusalem melainkan kpd Hijrah dari Mekah ke Medinah . [1]

2 minggu kemudian, 'Arafa menerbitkan artikel berikut [2] mempertanyakan arti Yerusalem bagi Islam. Ini cuplikannya:

Perubahan Kiblat berarti Yerusalem kehilangan prioritasnya dalam Islam.

"…Palestina baru direbut Muslim pada thn 17 A.H. [638 AD] pada masa 'Umar Ibn Al-Khattab, dan pada masanya itu, rakyat Palestina mulai menerima Islam. Jadi sebelumnya, pada jaman nabi [i.e. sebelum Palestina dicaplok Islam], tidak mungkin ada sebuah mesjid yg disebut Al-Aqsa …

"Oleh karena itu mesjid yg dikenal sbg Al-Aqsa sekarang itu bukan yg diacu oleh Quran: 'Dari Mesjid Al-Haram di Mekah ke mesjid yg paling jauh (al-aqsa).' Memang nabi solat menghadapi Iliya [i. e., Aelia] – nama Yerusalem saat itu – selama 17 bulan dan atas perintah Allah ia merubah arahnya ke mesjid Al-Haram di Mekah. Aelia adalah pusat ibadah Yahudi, spt sekarang juga. Ini berarti, bahwa utk sementara, nabi bergabung dgn arah kiblat mereka.

"Karena perubahan kiblat dari Yerusalem ke MesjidAl-Haram di Mekah, Yerusalem
tidak lagi jadi pusat ibadah Muslim. Oleh karena itu kota itu tidak lagi perlu disakralkan Muslim. Kalau anda masih juga menganggapnya sakral maka perubahan kiblat ke Mekah tidak ada artinya."

Mesjid Al-Aqsa dibangun dlm konteks persaingan politik

"Ketika 'Abd Al-Malik Ibn Marwan menjadi kalif, saingannya, Ibn Al-Zubayr menguasai Hijaz. Ia ['Abd Al-Malik] takut bahwa orang akan menjurus kpd Ibn Al-Zubayr ketika melakukan ibadah haji ke Mekah, karena satu2nya jalan ke Mekah dan Medinah dibawah ijin dan kontrol Ibn Al-Zubayr. Dan jika ia, Ibn Al-Zubayr, menerima mereka, maka ia akan mendapatkan janji kesetiaan tamu2nya itu…. Oleh karena itu, 'Abd Al-Malik menghindari orang beribadah haji sampai Ibn Al-Zubayr dikalahkan dan perang berakhir.

Abd Al-Malik mulai membangun mesjid besar di Yerusalem, yg merupakan kiblat pertama. Semenjak saat ini, mesjid itu dijadikan sakral dan menjadi mesjid paling suci ketiga setelah mesjid2 Mekah dan Medina.' [3] ….

"Mesjid baru itu di Yerusalem tadinya disebut 'Mesjid Aelia,' dan tradisi2 nabi menggunakan nama itu agar terdengar suci. Lalu nama 'Al-Aqsa' dicuri dari mesjid di Medinah, karena mesjid Aelia ini memang yang paling jauh dari Mekah dan Medinah. Dipercaya bahwa sebutan Quran bagi 'mesjid paling jauh' bagi mesjid Yerusalem ini adalah karena mesjid nabi di Medina tidak 'jauh' ataupun 'paling jauh' bagi rakyat Medinah.[4]

"Singkatnya, mesjid di Yerusalem, Al-Aqsa, dibangun pada tahun 66 A.H. pada jaman 'Abd Al-Malik Ibn Marwan, dan selesai th 73 AH. Tapi hubungan religius Muslim dgn Yerusalem berakhir dgn digantinya kiblat dari Yerusalem ke Mekah.

…. Kami hanya mewarisi tradisi kesakralan Yerusalem seakan2 merupakan bagian dari Islam."

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa Muhammad mendengar kisah naik ke surga yang serupa dari Salman al-Farisi, ketika Muhammad telah tinggal di Medinah. Muhammad mencontek kisah ini dan lalu menyelipkannya diantara ayat² Mekah agar orang² tidak mempertanyakan kejadian tersebut. (Adadeh: sebab saat itu Muhammad sudah lama berada di Medinah dan Muhammad ingin agar Muslim percaya bahwa kisah naik surga itu ‘terjadi’ di masa lalu sewaktu masih tinggal di Mekah. Jika kejadiannya masih baru, tentunya orang² Medinah akan ramai mempertanyakannya.)

Aisyah mengungkapkan dusta² ini dan mengatakan bahwa Muhammad sebenarnya tidak pernah meninggalkan tempat tidurnya di malam hari dia mengaku ke Yerusalem naik kuda terbang.[8] Ini merupakan bukti lagi bahwa saat itu Muhammad telah tinggal di Medinah setelah menikah dengan Aisyah.
[8] Sirat Rasul Allâh (Ibn Ishaq), hal. 309.



http://www.salagram.net/VWH-Kaaba.html

[Catatan: Arkeolog baru2 ini di Kuwait menemukan sebuah patung emas dewa Hindu, Ganesha. Ini bisa membantu kami menjelaskan hubungan antara Hindu dan Arab.] http://civilizedproductions.com/television.htm

Image
Patung Ganesha ditemukan di KUWAIT ??


Kaabah dulu kuil Hindu ?
By P.N. Oak (Historian)

Ternyata didalam Kabah, ada sebuah inskripsi yg merujuk kpd raja Vikramaditya. Ini membuktikan tanpa ragu bahwa jazirah Arab dulu merupakan bagian dari Kerajaan Vikramaditya dari India.

Teks inskripsi Vikramaditya yg ditemukan dlm piring emas yg digantung didalam kuil Kabah di Mekah ini, dicatat pada halaman 315 dari buku yg berjudul 'Sayar-ul-Okul’ yg disimpan dlm perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul, Turki. Terjemahan inskripsi tsb:

(Sayar ul Okul berarti 'Kata2 Berkesan')

"Beruntunglah mereka yg lahir (dan hidup) selama kuasa raja Vikram. Ia seorang penguasa penuh kasih, terhormat dan berbakti pada penduduknya. Namun pada saat itu, kami Arab, tidak peduli pada Tuhan, tenggelam dlm kenikmatan sensual. Komplotan dan penyiksaan merajalela ... Kami, Arab, terjerat dlm kegelapan (jahiliyah) ... namun pendidikan yg disebar raja Vikramaditya tidak mencampakkan kami, orang2 asing. Ia menyebarkan agama sucinya diantara kami dan mengirimkan ahli2 yg kepitanrannya bersinar spt matahari dari negaranya kenegara kami..."

Ini bahasa Arabnya :

"Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum".
(Page 315 Sayar-ul-okul).

Analisa :
Kerajaan2 India purbakala kemungkinan besar melebarkan sayap sampai ke Arab dan Vikramaditya-lah yg pertama merebut kawasan Arabia. Karena inskripsi itu mengatakan bahwa Raja Vikram menghilangkan jahiliyah dari Arabia. Dan, apapun agama mereka sebelumnya, orang2nya Vikrama sukses dlm menyebarkan ajaran Vedic (dari kitab2 Weda, buku suci Hindu) kedlm way of life Arabia.

Pengetahuan seni dan sains India disebarkan kpd dunia Arab lewat sekolah2, akademi dan pusat2 budaya. Jadi, kepercayaan bahwa orang2 Arab yg membawa ajaran ini kpd negara2 mereka lewat upaya mereka sendiri tidak berdasar.

Juga bisa disimpulkan bahwa Kutub Minar di Delhi bisa saja merupakan menara Vikramadiya memperingati keberhasilannya merebut Arabia. Kesimpulan ini dikuatkan oleh dua hal:

Pertama, inskripsi pada menara tinggi dari besi didekat Kutub Minar merujuk pada perkawinan raja Vikramaditya kpd permaisuri Balhika. Balhika tidak lain dari nama kawasan Balkh di Asia Barat. Kemungkinan, Arabia direbut Raja Vikramaditya dari penguasa Balkh yg mengadakan perjanjian damai dgn memberikan puterinya sbg pengantin.

Kedua, kota disebelah Kutub Minar bernama Mehrauli, dari nama Mihira, seorang astronomer-mathematician dari keraton Raja Vikram. Mehrauli adalah kependekan Sansekerta dari kata2 ‘Mihira-Awali’ yg menunjukkan barisan rumah bagi Mihira dan staf asistennya yg bekerja sbg pengamat bingang yg dilakukan dari menara tsb.

ARSIP DI TURKI !

Di Istanbul, Turki, ada perpustakaan termashur bernama Makhatab-e-Sultania, yg terkenal mempunyai koleksi terbesar dari literatur Asia Barat. Di bagian Arab perpustakaan tsbI ada sebuah
antologi sajak2 Arab purbakala. Antologi ini disusun dari karya sebelumnya dr thn 1742M dibawah perintah Sultan Salim.

Halaman2 volume itu terbuat dari Harir – semacam sutera yg dibuat utk
menulis. Setiap halaman memiliki pinggiran yg dihias dgn kertas emas.
Antologi itu dikenal dgn nama Sayar-ul-Okul, dan dibagi dlm 3 bagian.

Bagian pertama mengandung detil2 biografi dan komposisi puisi2 penyair2 Arab PRA-Islam.

Bagian kedua terdiri dari kesaksian dan sajak2 penyair dari periode yg dimulai tidak lama setelah Muhamad, sampai akhir dinasti Bani Ummayyah.

Bagian ketiga adalah ttg penyair2 sampai jaman Khalif Harun-al-Rashid.

Abu Amir Asamai, penyair Arab yg merupakan penyair utama keraton Harun-al-Rashid, menyusun dan mengedit antologi tsb. Edisi modern pertama ‘Sayar-ul-Okul’ terbit di Berlin th 1864. Edisi berikutnya diterbitkan di Beirut th 1932.

Koleksi ini dianggap sbg antologi paling penting dan berotoritas dlm sajak2 Arab purbakala. Koleksi ini menujnukkan adat, tata tertib dan hiburan Arabia dijaman purbakala. Buku ini juga mengangund penjabaran deskripsi ttg kuil purbakala Mekah, kita dan bazar tahunan yg dikenal sbg OKAJ disekitar kuil Kabah di Mekah. Ini berarti bahwa kumpul2 di Mekah setiap tahun utk naik haji berasal dari tradisi pra-Islam.

Bazar OKAJ bukan sebuah karnaval tempat anak muda bermarijuana. Ini merupakan kesempatan kaum elit dan terpelajar utk membahas aspek2 sosial, religius, politis, literatur dan aspek2 budaya Hindu lainnya yg menyebar di Arabia. ‘Sayar-ul-Okul’ mengatakan bahwa kesimpulan yg didapatkan dari diskusi2 disana diterima dan sangat dihormati diseluruh Arabia. Mekah, oleh karena itu, mengikuti tradisi Varanasi (dari India), yi tradisi kaum elit mendiskusikan hal2 penting sementara kaum awan berkumpul utk mencapai kenikmatan spiritual. Kuil2 utama di Varanasi (India) dan di Mekah (di Arvasthan/Arabia) adalah kuil2 dewa SIWA. Bahkan sampai sekarang, emblem2 Mahadewa Siwa masih nampak.

Dan emblem Siwa paling nampak adalah batu Shankara (Siwa) yg dihormati para pehijrah Muslim sampai disentuh dan dicium di Kabah.

Raja Vikramaditya memang terkenal cinta pada Mahadewa Siwa. Di Ujjain (India), ibukota Vikramaditya, ada kuil terkenal Mahankal, yi milik Dewa Shankara (Siwa) yg di-asosiasikan dgn Vikramaditya. Karena menurut inskripsi Vikramaditya, dialah yg menyebarkan agama HIndu, siapa lagi kalau begitu yg mendirikan kuil Kabah di Mekah ?


TRADISI JUBAH di MEKAH

Sebelum para pehijrah masuk Mekah, mereka diminta utk mencukur kepala dan jenggota serta megnenakan jubah khusus yg terdiri dari dua lembar kain putih yg tidak dijahit. Satu disarungi di pinggang dan yg lainnya dililitkan sekitar bahu. Ini merupakan tradisi Hindu purbakala bagi mereka yg ingin masuk kuil2 Hindu dlm keadaan bersih dan murni.

Image
Para swami sebelum dipotong jenggotnya. Mirip Muslim khan ?

Image
Muslim

Image
Budhis ... emang mirip yah ?

Kuil utama di Mekah, yg menyimpan lambang2 Siwa, dikenal sbg KA'BAH. Kotak ini dilapisi kain hitam. Ini adalah tradisi jaman dahulu kala ketika orang menganggap penting utk meng-kamuflase tempat suci itu (Ka'bah) agar tidak dicaplok atau direbut bangsa lain.

PATUNG DEWA- DEWI

Menurut Encyclopaedia Britannica, kotak Ka'bah memilikii 360 patung.
Tradisi mengatakan, ketika tempat itu diserang, salah satu dewa didalamnya adalah dewa Saturnus; satunya lagi adalah dewa Bulan dan ada lagi yg disebut Allah.

Ini butki bahwa orang2 Arab jaman pra-Islam itu memuja 9 planet. Di India, praktek puja ‘Navagraha’, yi praktek pemujaan bagi ke 9 planet, termasuk Saturnus dan Bulan masih eksis sampai sekarang.

Di India, bulan sabit selalu digambarkan diatas lambang dewa Siwa. Karena itulah, lambang Siwa dlm Ka'bah juga menjadi lambang bendera Islam.

ZAMZAM/AIR GANGGA ?

Satu lagi tradisi Hindu lainnya adalah sungai suci Gangga. Menurut tradisi Hindu, aif Gangga tidak pernah dapat dipisahkan dari lambang Siwa (bulan sabit). Dimanapun ada lambang Siwa, disanalah ada air Gangga. Dan memang ! Didekat Ka'bah ditemukan sebuah sumber mata air suci yg disebut ZAMZAM. Sampai sekarang, Zamzam dianggap suci karena tradisi jaman pra-Islam itulah !

Image
Sungai Gangga, zamzamnya Hindu ?

TAWAF

Tidak ada mesjid lain di dunia yg dikelilingi sampai 7 kali. Hanya orang Hindu yg ber'tawaf' mengelilingi dewa-dewi mereka. Lagi2 bukti bahwa Ka'bah adalah tempat ibadah Hindu jaman pra-Islam. Praktek mengambil 7 langkah yg dikenal sbg Saptapadi diasosiasikan dgn upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara klimaks dlm perkawinan Hindu yg menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian di-salah artikan dgn 7 kali). Mengingat "Makha" berari API, ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa MEKAH ADALAH PUSAT PEMUJAAN DEWA API.

KATA 'ALLAH'

Jangan kaget bahwa kata ‘ALLAH’ sendiri berasal dari bhs Sansekerta.
Allah, Akka dan Amba adalan sinomin. Nama2 ini berarti : DEWI atau Ibu. Istilah ‘ALLAH’ merupakan bagian dari stanza2 Sansekerta yg memuja2 Dewi Durga, yg juga dikenal sbg Bhavani, Chandi dan Mahishasurmardini. Islam mencaplok penggunaan kata 'Allah'.


Satu ayat Quran merupakan terjemahan persis dari sebuah stanza dlm Yajurveda. Spt dijelaskan oleh pakar Hindu terbesar, Pandit Satavlekar dari Pardi, dlm salah satu artikelnya.

[Note: Pakar lain menunjukkan bahwa ayat Quran dibawah ini mirip persis dgn ajaran Kena Upanishad (1.7).

Quran:
"Sight perceives Him not. But He perceives men's sights; for He is the knower of secrets, the Aware."

(Karena tidak disertai dgn nomor ayatnya, gua nggak bisa kasih terjemahannya sesuai dgn Quran. Tapi intinya : 'Indera mata tidak bisa melihatNya. Tapi IA melihat indera manusia; karena IA maha tahu segala rahasia')

Kena Upanishad:
"Apa yg tidak dapat dilihat dgn mata namun bisa ditembus dgn mata, itulah Brahma (Tuhan) dan bukan apa yg dipuja manusia (didunia).

(That which cannot be seen by the eye but through which the eye itself sees, know That to be Brahman (God) and not what people worship here (in the manifested world)." :shock: :shock:

(Arti ayat diatas : Tuhan berada diluar indera perasa manusia.]

Identitas sistem2 Unani & Ayurveda menunjukkan bahwa Unani adalah istilah Arab bagi sistim penyembuhan Ayurveda yg dibawa ke Arabia saat wilayah itu masih merupakan bagian dari kerajaan India.

Tradisi2 Hindu lainnya yg diterima Islam:

Hindu memiliki pantheon 33 dewa-dewi. Bangsa2 pra-Islam di Asia Minor juga memuja 33 dewa/i. Kalender lunar (bulan) diperkenalkan kpd Asia Barat selama kekuasaan India.

Bulan Muslim ‘Safar’ menunjukkan bulan ‘extra’ (Adhik Maas) dlm kalender Hindu.

Bulan Muslim 'Rabi' berasal dari kata Ravi yg berarti 'matahari' karena huruf Sansekerta ‘V’ dirubah Prakrit ‘B’ (Prakrit merupakan versi sehari2 bhs Sansekerta).

Rasa hormat Muslim pada Gyrahwi Sharif tidak lain dari Ekadashi milik Hindu (Gyrah = elevan or Gyaarah). Keduanya sama artinya.

IDUL FITRI

Praktek ini berasal dari upacara kurban Go-Medh dan Ashva-Medh Yagnas. Id dlm Sansekerta berarti ibadah/pemujaan. Id dlm Islam juga menandakan hari2 pemujaan. Kata MESH dlm zodiak Hindu berarti DOMBA.

Dijaman dulu, setiap tahun dimulai dgn masuknya matahari kedalam lingkup bintang Aries. Kesempatan ini ditandai dgn pesta bakar kambing Inilah asal usul festival Bakari Id.
[Note: Kata Bakari adalah kata Hindu bagi kambing.]

Karena Id berarti ibadah dan Griha berarti ‘rumah’, kata Islam Idgah berarti ‘Rumah ibadah’ yg sama persis dgn arti Sansekritnya.

Kata ‘Namaz’ berasal dari kata Sansekerta ‘Nama’ & ‘Yajna’ (NAMa yAJna) yg berarti menundukkan badan dan memuja/beribadah.

Istilah ‘Id-ul-Fitri’ berasal dari istilah ‘Eed of Piters’ yg berarti memuja nenek moyang, dlm tradisi Sansekerta. Di India, orang2 Hindu memperingati nenek moyang mereka selama dua minggu masa Pitr-Paksha. Sama juga dgn ‘Id-ul-Fitr’ (pemujaan nenek moyang).

Praktek Islam utk memperhatikan gerak gerik bulan sama dgn adat Hindu utk buka puasa pada hari2 Sankranti dan Vinayaki Chaturthi setelah nampaknya bulan.

BULAN

Deksripsi kitab Weda ttg bulan, konstelasi bintang berbeda2 dan penciptaan alam semesta dicontek Quran dlm Surat 2, stanza 113, 114, 115, and 158, 189, Surat 9, stanza 37 & Surat 10, stanza 4 - 7.

Pembacaan Namaz lima kali sehari berasal dari tradisi Weda bernama Panchmahayagna (5 kali pujaan- Panch-Maha-Yagna) yg merupakan kewajiban bagi setiap mahluk Hindu.

Muslim membersihkan 5 bagian tubuh sebelum solat. Ini berasal dari aturan ‘Sharir Shydhyartham Panchanga Nyasah’.

BULAN2 HARAM

4 bulan dlm setahun dianggap suci dlm tradisi Islam. Mereka tidak boleh menjarah atau melaukan tindakan kriminal selama periode tsb.
Ini berasal dari tradisi Chaturmasa yi, periode 4 bulan puasa dan menghindari kejahatan.

Shabibarat adalah kata lain bagi Shiva Vrat dan Shiva Ratra. Karena Ka'abah merupakan pusat penting dewa Siwa, festival
Shivaratri biasanya dirayakan disana dgn besar2an. Festival itulah yg disebut dlm Islam sbg Shabibarat.

Menurut sejumlah Encyclopaedia, memang ada ukiran2 tulisan didalam dinding Kabah. Namun para pakar sejarah tidak pernah diijinkan masuk. Tetapi menurut pengakuan beberapa orang, ada tulisan dlm huruf Sansekerta dan bahkan ada stanza2 dari Bhagavad Gita.

ORANG INDIA DI TIMUR TENGAH

Menurut Islam, pedagang2 India menetap di Arabia, khususnya di YAMAN. Di Ubla terdapat pemukiman2 besar orang India. Ini menunjukkan bahwa kehadiran orang India di Arabia & Yaman cukup berpengaruh terhdp penduduk setempat. Ini tidak dimungkinkan kecuali mereka berasal dari kelas penguasa.

Disebut dlm Ahadis Imam Bukhari bahwa suku India, JAT, berada di Arabia jauh sebelum jamannya Mohamad. Malah ketika Aisha jatuh sakit, keponakannya memanggil dokter Jat utk menyembuhkannya. Ini membuktikan bahwa orang India memiliki status tinggi di Arabia. Dan status macam ini tidak bisa melekat pada mereka, kecuali mereka memang penguasa. Bukhari juga berbicara ttg seorang raja India yg mengirim satu pot jahe (ginger pickles) kpd nabi. Ini menunjukkan bahwa raja Jat India menguasai kawasan didekatnya shg mampu memberikan hadiah yg begitu sepele spt satu pot jahe. Nabi malah dikatakan sangat menyukainya. Ini bukti bahwa selama jaman Mohamad, orang India berpengaruh di Arabia.

Barah Vafat, festival Muslim utk memperingati mereka yg mati dlm pertempuran berasal dari tradisi Sansekerta. Kata ‘Phiphaut’ yg berarti ‘mati’. Hindu merayakan hari Chayal Chaturdashi utk menghormati para pahlawan perang.

KATA 'ARAB' = KUDA

Kata Arabia sendiri berasal dari Sansekerta. Kata aslinya adalah ‘Arabasthan’. Karena Prakrit ‘B’ adalah Sansekerta ‘V’, maka nama Sansekerta aslinya adalah ‘Arvasthan’. ‘Arva’ dlm bhs Sansekerta berarti KUDA. Arvasthan berarti : negara penuh kuda, dan spt kita tahu semua, Arabia memang terkenal karena kuda2nya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Arabian_horse
Image
The Arab Stallion

wikipedia wrote:Kuda Arab adalah jenis kuda yg memiliki reputasi kepandaian tinggi, semangat tinggi dan stamina luar biasa. Jenis kuda ini mudah dikenali. Kuda Arab adalah jenis yg paling tua. Bukti arkaeologis menunjukkan bahwa kuda2 tsb memiliki sejarah sampai 4500 thn.


PUISI/LITERATUR

‘Sayar-ul-Okul’ menyebutkan bahwa simposium pan-Arab pra-Islam diselenggarakan di Mekah pada festival tahunan Okaj. Semua penyair ternama berpartisipisasi.

Penyair2 yg paling jitu diberi hadiah. Puisi yg paling bagus diukir dlm lempengan emas dan digantung didalam Ka'bah. Ada puisi2 yg ditulis pada kulit kambing atau onta. Mereka digantung diluar tembok kuil. Jadi, selama ribuan tahun, Ka'abah sebenarnya merupakan rumah penyimpanan puisi2 terhebat Arabia yg diinspirasi tradisi Hindu.

Oleh karena itu puisi2 tsb dinamakan Mu'allaqat (Yg digantung !)
Literatur PRA-Islam**
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 347#206347

Namun semua syair2 itu entah hilang atau dihancurkan gang penjarah Mohamad. Bahkan penyair pribadi nabi, Hassan-bin-Sawik, ikut mencuri syair2 berharga itu dan menyimpan lempengan2 emas itu dlm rumahnya. Cucu Sawik, yg ingin menjual lempengan emas itu membawanya ke khalif jaman itu dimana ia ketemu pemikir terkenal Arab, Abu Amir Asamai. Ia menerima lima lempengan emas dan 16 lembaran kulit yg dihiasi dgn syair2 yg memenangkan penghargaan. Dan sang penjual juga bahagia menjadi OKB (kaya mendadak) akibat dagangannya yg laris hari itu.

Pada kelima lempengan emas tertulis ayat2 oleh penyair2 Arab kuno spt
Labi Baynay, Akhatab-bin-Turfa & Jarrham Bintoi. Penemuan ini mengakibatkan Harun-al-Rashid memerintahkan Abu Amir utk menyusun koleksi dari komposisi2 sebelumnya. Salah satunya adalah atribut Jarrham Bintoi, penyair Arab terkenal, KEPADA RAJA VIKRAMADITYA.

Bintoi yg hidup 165 thn sebelum Mohamad menerima hadiah tertinggi bagi komposisi syair2nya selama 3 thn berturut2 dlm simposium pan-Arab di Mekah. Kesemua sajak2 Bintoi paling terkenal ini digantung didalam Ka'abah dlm lempengan emas.

Atribut Bintoi kpd raja Vikramaditya merupakan bukti kuat bahwa raja
tsb menjadikan jazirah Arab sbg bagian dari kerajaan besar India. Itulah mengapa mulai dari India, semua negara memiliki nama sansekerta spt Afghanisthan, Baluchisthan, Kurdisthan, Tajikiathan, Uzbekisthan, Iran, Sivisthan, Iraq, Arvasthan, Turkesthan (Turkmenisthan) dsb.

Sajak Bintoi bisa dilihat di :
Istilah2 Hindu yg diadopsi Islam**
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=

...

Tidak sulit mengerti sejarah purbakala kalau kita mengenal jajahan raja Vikramaditya. Bahkan keluarga2 kebangsaan/ksatria India melahirkan suku2 spt Pahalvis (Pahlevi) & Barmak (?), yg menguasai Iran & Iraq. Karena pengaruh India, orang2 Parsi menjadi pemuja api, misalnya. Karena pengaruh India, orang2 Kurdi di Kurdisthan berbicara semacam dialek Sansekrit, kuil2 pemuja dewa api eksis sampai ribuan mil diluar India dan puluhan pusat2 budaya India spt Navbahar di Asia Barat dan sejumlah viha di Rusia tersebar diseluruh dunia. Sejak itu, banyak puing2 vihara ditemukan di Russia, patung2 kuno India juga sering ditemukan dlm penggalian2 di Asia Pusat. Termasuk yg barusan ditemukan di Kuwait itu.

Sayang bahwa bab sejarah dunia ini hampir terhapus total dari ingatan manusia. Kami perlu menyusunnya kembali utk mengerti konsep dan orientasi sejarah purbakala. Dgn mengerti sejarah, kami bisa lebih mengerti siapa nenek moyang kami sebenarnya. //

Image
Ingat patung2 Budha di Afghanistan ? Dari mana asalnya kalau bukan dari budaya INDIA ??

http://en.wikipedia.org/wiki/Buddhas_of_Bamyan
Sampai abad 12M, Bamiyan adalah bagian dari kerajaan India, Gandhara. Daerah itu merupakan pusat biara2 Buddhis dan Hindu dan daerah subur bagi agama, filosofi dan seni Yunani-India. Wilayah itu merupakan wilayah Budhis sejak abad 2M yg kemudian dihancurkan oleh invasi Islam di abad 9.


Image
Ini yg kemudian terjadi setelah masuknya Islam : BUUUUmmmmmm !!!!

http://www.maithri.com/resources/photography/bamian.htm
Sebelum Taleban, Muslim sudah menghancurkan detil2 patung2 Budha tsb, menghancurkan wajah dan tangan2 patung2 itu. Aurangzeb, raja Mughal terakhir yg terkenal karena ketaatannya pada Islam menggunakan artileri berat utk mencoba menghancurkan patung2 tsb. Genghis Khan dan Nadir Shah juga menggunakan ledakan kanon utk menghancurkan patung2 tsb.

http://en.wikipedia.org/wiki/Buddhas_of_Bamyan
Maret 2001, Menlu Afghan, Wakil Ahmad Mutawakel, mengatakan : "Kami menghancurkan patung2 Buddha sesuai dgn hukum Islam dan ini hanya isu religius semata2". Maksudnya, ini bukan pembalasan atas sanksi ekonomi Barat.



Artikel pembuka tsb mengatakan telah menemukan bukti arkeologis berupa peninggalan Kuno abab ke 3-4 (sebelum Islam) Salah satu penemuannya ialah berbentuk piring (persisnya seperti kuali) yg dilapisi emas yg mengambarkan/melukiskan patung Dewa Hindu Ganesha.
dan sekarang disebut ‘Sayar-ul-Okul’ berada di Makhtab-E-Sultania perpustakaan Istanbul, Turki.

Benda tsb awalnya ditemukan terletak/tergantung di salah satu sisi keramat Kabbah dan diatas piringan tsb terdapat teks yg terpatri secara baik yg berisikan "keuntungan pernah terlahir dan hidup selama pemerintahan Vikramaditya, Dia adalah seorang pemberi kemurahan hati dan di salurkan untuk tujuannya yg mulia, namun ketika itu kami bangsa Arab tidak mengenal Tuhan (mengabaikan). Tengelam dalam hawa nafsu yg tidak menentu. kebrutalan dan penyiksaan yg merajalela, kekelaman telah menyelimuti negara kami bagaikan domba yg berada dalam cenkraman srigala yg buas demikianlah kami Arab berada dalam ketidaktahuan.

Demikianlah seluruh Arab diselimuti kegelapan yg seperti dalam malam bulan muda (sabit). Tapi subuh sekarang dgn sinar matahari pagi pendidikan yg telah menyinari kami oleh yg mulia Vikramaditya oleh kebaikannya mengawasi kami org asing, Ia mengajarkan pendidikan Agama keramat dari negaranya, diantara kami yg kecermerlangannya bersinar bagaikan matahari, Para pengajar dan pendidik tsb lewat kebajikannya membuat kami merasakan kehadiran Tuhan, Diperkenalkannya sampai keberadaan keramatnya dan dipertaruhkan atas jalan kebenaran , yg telah datang kenegara kami untuk berkhotbah agama mereka, memberikan pendidikan sebagai amanat Vikramaditya
yg dalam bahasa Arab-Roman ? ialah "Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum".

Pada bagian lain, jika kita membaca paragraf demi paragraf adalah bahwa ternyata pengetahuan dan budaya Arab sempat dibentuk oleh Hindu India lewat raja Vikramaditya yaitu lewat pembangunan sekolah-sekolah dan akademi2. Hal ini telah membuktikan bahwa kekaisaran India Kuno telah terlentang hingga ke semenanjung Timur Tengah (Arab) dan yg disebut Kutub Minar (prasasti) di New Delhi telah menandakan perayaan atas kemenangan perebutan semenanjung Arab

Yang paling menarik ialah Coleksi Terkenal di Perpustakaan yg disebut Makhatab-e-Sultani yg mana koleksi antologi tsb tersusun lebih awal dari 1742 A.D sultan Salim Turki. Antologi itu dikenal sebagai Sayar-ul-Okul. yg memberikan titik terang perdapan Arab, buku yg berisi gambaran rumit mengenai Arab Kuno. juga berisi gambaran mengenai kegiatan tahunan yg disebut OKAJ yg dulu di pegang sebagai kegiatan setiap tahun di seluruh bangunan kabbah Mekkah. inilah yg meyakinkan bahwa kegiatan haji telah terdapat jauh sebelum Islam. namun juga diperkirakan bahwa OKAJ telah berlaku untuk kegiatan perkumpulan diskusi sosial, agama. pendidikan dan budaya yg telah dibentuk atas pengaruh Tradisi Hindu India, Tempat terpenting perkumpulan baik di India maupun Mekkah adalah Candi Siva, hingga hari ini juga lambang Mahadev (Siva) dapat dilihat, yaitu berupa batu hitam yg telah diciumi oleh Umat Islam di Kabbah.

Penemuan peninggalan Vikramaditya telah memberikan petunjuk, Raja Vikramaditya telah diketahuia ketaatannya akan penyembahan Dewa Siva sehingga ia mengajar agama Vedic, yg mana memungkinkan dia untuk membangun kabbah di mekaah

upacaranya ialah remnants kebiasaan tua Vedic candi masuk Hindu dalam keadan bersih- dengan lembar-lembar putih yang tanpa kelim yang suci. dan juga Tempat keramat utama di Me kah, yang rumah lambang Siva, dikenal sebagai Kaaba.
Diungkapkan dengan sehelai kafan hitam.


Berdasarkan Ensiklpedia Britanika di Arab terdapat 360 patung/dewa, Berdasarkan Cerita rakyat yg terekam pernah salah satu dewa dari 360 tsb musnah dalam sebuah penyerangan yaitu Zohal (dewa Saturnus) yang lain dianggap Bulan (Dewa) tetapi sebagian menyebutnya dengan Allah. itu telah membuktikan bahwa di kabbah Arab Pra-Islam telah mengenal penyembahan kepada sembilan Planet. Demikian juga di India dikenal dgn ‘Navagraha’ sebagai penyembahan sembilan (9) Planet, dua dari antara ke-9 tsb ialah saturn (saturnus) dan Bulan (sbg Dewa)

Di India untuk lambang Bulan selalu di cat di dahi Siva, di duga erat berhubungan dengan Siva yg di Kabbah yg di patrikan dalam Bendera Islam.

Tradisi Hindu lainnya yg masih berhubungan dgn kabbah adalah sungai gangga, menurut tradisi Hindu ganga tidak dapat dipisahkan dari lambang Siva sebagai bulan Sabit, kemanapun lambang Siva berada ganga selalu hidup bersama, fakta dari persatuan tsb terdapat di dekat kabbah. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam)

Catata: hingga hari ini, para peziarah Muslim yg menyaksikan kaabah untuk haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka.

Para peziarah Muslim yg berkunjung mengelilingi kabbah tujuh kali, selain di tempat itu tidak pernah dilakukan. Hindupun tanpa kecuali berjalan-jalan disekeliling Dewata (Khabbah) mereka, ini adalah contoh yg terlihat bahwa tempat Kabbah pra-Islam sebagai bangunan Siva Hindu India yg mempraktekkan kebiasaan(upacara) hindu yg rumit.

Mungkin bahwa penggungkapan Rahasia wahyu yg menarik dari kata "Allah" itu sendiri berasal dari Sanskrit (sebuah ungkapan dlm bahasa Hindu India (yg mungkin dalam kata sanssekerta)), dibahasa Sanskrit kata Allah, Akka dan Amba adalah satu sinonim, Mereka mengartikan Dewi atau Ibu, Kata "Allah" bentukan bahasa sanskrit julukan untuk Dewa Dugra, yg juga diketahui sebagai Bhavani, Chandi dan Mahishasurmardini. Kata Tuhan bagi agama Islam adalah belum mengalami perubahan tapi masih dari bahasa sanskrit yg masih terus dipertahankan oleh Islam hingga kini. Allah arti awalnya adalah Ibu atau Dewi atau Ibu dewi

Satu bait Koranic adalah terjemahan satu bait stanza di Yajurveda. hal ini dibuktikan oleh kehebatan penelitian sarjana Pandit Satavlekar Pardi di salah satu artikelnya

Catatan: sarjana Lain menjelaskan mengajar dari Koran persis mirip mengajar Kena Upanishad (1.7)

Quran:

" tidak memandang penglihatanNya." Tetapi Dia melihat pemandangan laki-laki; untuk Dia yg mengetahui rahasia, yang Sadar.

Kena Upanishad:

"Yang tidak bisa dilihat pada mata tetapi lewat yang mata sendiri melihat, tahu bahwa untuk menjadi Brahman (Tuhan) dan tak ada orang yang bersembahyang di sini (di dunia yang ditunjukkan)."

Kedua Maksud diatas bila disederhanakan akan menjadi:
Tuhan adalah sesuatu dan bahwa Dia di luar pengalaman indrawi manusia.
itu telah menunjukkan hubungan antara Unani Arab dan Ayurvedic.

Hindu memiliki 33 Dewa, sebagian kecil orang asia juga memuja 33 dewa sebelum pengaruh islam. Kalender Bulan yg sesuai aturan India dikenal di Asia barat. Bulan safar Muslim menandakan Bulan Ekstra (Adhik Maas) dalam kalender Hindu, Bulam Rabi Muslim juga merupakan pelencengan dari Ravi yg artinya matahari, karena Sanskrit V diubah ke Prakit "B" (Pakrit adalah versu populer dari bahasa sankrit). serta masih banyak lagi persamaan2 arti maupun kata2nya.

Vedic melukiskan mengenai bulan, perbedaan konstelasi bintang dan ciptaan alam semesta sudah dimasukkan dari Vedas di Quran pada bagian 1 bab 2, bait 113, 114, 115, dan 158, 189, bab 9, bait 37 dan bab 10, bait 4 sampai 7.
Pertunjukan Namaz lima kali sehari sebagai terima kasih kepada keputusan Vedic Panchmahayagna (lima pemujaan setiap hari- Panch-Maha-Yagna) yang sebagian Vedic tentukan sebagai ritual sehari-hari bagi semua individu.
Orang Muslim diharuskan membersihkan sebanyak lima bagian badan sebelum memulai doa. juga diharuskan berdoa sebanyak lima kali sehari.
Ini berasal dari sumbangan Vedic ‘Shareer Shydhyartham Panchanga Nyasah’.

tradisi otentik Nabi Mohammad yang tersusun oleh Imam Bukhari bahwa suku India Jats sudah ada di Arabia sebelum masa Mohammad.
Satu kali waktu Ayesha, istri Nabi, mengalami sakit, kemenakan laki-lakinya diberangkatkan kepada seorang dokter Jat minta bantuan.
Ini membuktikan bahwa orang India menikmati status tinggi dan mulia di Arabia.
Status seperti itu tidak bisa terjadi bagi mereka kecuali kalau mereka adalah penguasa.
Bukhari juga mengatakan kepada kami itu seorang Raja India (raja) memberangkatkan guci acar jahe kepada Nabi.
Ini menunjukkan bahwa Raja Indian Jat menguasai bidang tertentu sehingga pada posisi berdampingan, hanya dgn posisi yg seperti itulah dapat memberangkatkan hal sepele seperti mengirim acar jahe.

Kata dalam Islam ‘Eed-ul-Fitr’ berasal dari ‘Eed of Piters’ artinya dalam di bahasa Sanskrit tradisi adalah pemujaan nenek moyang .
Di India, Hindus memperingati nenek moyang mereka selama Pitr-Paksha selama dua minggu disediakan untuk peringatan mereka.

Kebiasaan Islam mengamati kenaikan bulan sebelum menentukan perayaan berasal dari adat Hindu yg juga cepat memecahkan Sankranti dan Vinayaki Chaturthi setelah melihat bulan .

Keterangan berikut direproduksi dari arsip Kebenaran.

Seluruh Penggandaan Quran arab mempunyai bilangan misterius 786 yg di cap mereka.

Tidak satupun sarjana bahasa Arab yg mampu menyimpulkan jumlah angka khusus yg luar biasa ini sebagai pilihan .
Fakta nyata bahwa Muhammad buta aksara oleh karena itu nyata bahwa dia tidak akan dapat membedakan nomor dari surat.
Jumlah "gaip" ini tidak lain tidak bukan berasal dari Vedic suci surat "OM yang" ditulis" di bahasa Sanskrit (Merujuk untuk menghitung 2).
Siapa saja yang tahu bahasa Sanskrit bisa menguji membaca lambang "OM" ke belakang/terbalik dari bahasa Arab dan secara magis nomor 786 akan muncul!
Orang Muslim didalam ketidaktahuan mereka dengan sederhana tidak tersadar bahwa jumlah istimewa ini adalah tak lebih dari kesalahan membaca lambang Vedic yang paling suci .

Terjemahan diatas adalah terjemaham bebas yg hanya menyertakan bagian2 yg dianggap umum dalam persamaan budaya Hindu pada jaman Pra-Islam di Arab dgn Islam Arab.

http://www.vnn.org/editorials/ET0002/ET21-5523.html

Image
Figure 1.
Pola tantric yg menggambarkan struktur Ka'abah

go to www.google.com/
in the search box type 'Sword of truth Aditi Chaturvedi'

Dari arsip the Sword of Truth :

Semua Quran Arab dicetak dgn angka2 misterius 786. Tidak ada pakar Muslim yg tahu mengapa angka 786 dianggap sbg angka2 suci. Namun angka "misterius" ini tidak lain dari huruf suci Weda "OM" dlm bahasa Sansekrit (lihat dibawah). Siapapun yg kenal Sanskrit bisa melihat lambang "OM" secara terbalik dari angka 786nya Arab ! Muslim tidak sadar bahwa angka misterius Islam ini adalah lambang HINDU !
Image
OM, dibaca terbalik dari belakang kedepan menunjukkan angka 786

Mirip juga dgn huruf dibawah ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Allah.svg

Image

Image


Lihat diskusi Apa Isi Kabah:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... sc&start=0

Image

http://echarcha.com/forum/showthread.php?threadid=18914
Islam is angry child (Corrupted form) of Hinduism


Paman Muhamad sendiri, Umar-Bin-E-Hassham merupakan pengikut Hindu taat dan penyembah Dewa Siwa. Ia menolak utk masuk Islam dan tewas sbg martir ditangan Muslim2 tulen yg ingin menghabisi non-Muslim. Ia seorang penyair terkenal dan menulis sajak2 memuja Siwa. Salah satunya bisa ditemukan dlm hal 235 Sair-Ul-Okul :

Kafavomal fikra min ulumin Tab asayru
Kaluwan amataul Hawa was Tajakhru
We Tajakhayroba udan Kalalwade-E Liboawa
Walukayanay jatally, hay Yauma Tab asayru
Wa Abalolha ajabu armeeman MAHADEVA
Manojail ilamuddin minhum wa sayattaru
Wa Sahabi Kay-yam feema-Kamil MINDAY Yauman
Wa Yakulum no latabahan foeennak Tawjjaru
Massayaray akhalakan hasanan Kullahum
Najumum aja- at Summa gabul HINDU

TERJEMAHAN:
Seorang laki2 yg menghabiskan seluruh hidupnya dlm dosa dan imoralitas dan membuang hidupnya demi nafsu dan kemarahan
Jika ia bertobat dan ingin kembali kpd moralitas, adakah pengampunan tersedia baginya ?
Bahkan jika hanya sekali ia dgn tulus memuja Mahadewa, ia bisa mencapai posisi tertinggi dlm jalan kebenaran
Ya Tuhan! Cabut seluruh nyawa saya dan sbg gantinya, berikan saya satu hari saja utk tinggal di Hind (india) sbg lelaki yg menjadi bebas secara spiritual saat mencapai tanah suci
Dgn ziarah ke Hind, seorang lelaki bisa mencapai kebijakan utk melakukan tindakan mulia dan mendapat kehormatan menyentuh guru2 Hindu yg mulia

*(MAHADEVA berarti Dewa SIWA )

Similarities of Hinduism and Islam :
http://www.hindu-forum.org/viewtopic.php?t=748

Hari JUM'AT ternyata juga hari suci bagi HINDU !

Mus: Air ZamZam itu Ciptaan Amerika Bukan Dari Allah
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?p=77003

Benarkah sumur ZAM-ZAM kering
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=16504

Apakah Air Zam Zam Habis?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 004#436004
4. benarkah air zamzam berasal dari sumur dekat kabah. Ada mantan muslim mengatakan air zamzam itu dari air PDAM nya arab saudi, ternyata sumur itu kosong dan kering....mengerikan..sudah beli mahal2 air zamzam, tapi ditipu dgn hanya diberikan air PDAM. Puluhan juta dikeluarkan untuk naik haji ke Mekkah, yang dibutuhkan cuma satu, air Zamzam. Pulang2 hanya bawa air PDAM hihihi...

5. kenapa org muslim melakukan ritual haji berebut mencium batu hajar aswad yg ternyata batu itu adalah jin. Hajar Aswad itu dihuni oleh 8.888 jin, yang dikapalai satu jin yang namanya Huda Al-Fitiri. Habis muter keliling Kabah, tujuh kali keliling, setiap orang mencium Hajar Aswad rebutan sambil mengucapkan "Ya aulloh aku datang kepadamu."
Ini benar2 ritual setan.

6.Habis mencium Hajar Aswad, berangkat beberapa kilo, ambil batu. Batu kecil dilemparkan ke batu besar, disebut melempari batu zumroh. Mengapa setiap pagi batu zumroh kerikil itu ada di situ lagi? ketika ditanya kepada juru kunci. Apa jawabnya? Batu zumroh itu jatuh dari surga. :lol: :lol: :lol: Wow...aulloh mengurusin batu kerikil?? apakah surga org islam berisi batu2 kerikil? menggelikan...
Padahal kenapa setiap hari itu dibuat melempar habis.Tapi setiap malam batu yang dilemparkan, dibawa oleh juru kunci lagi dimasukkan ketempat semula...hahaha lagi2 kena tipu

sadarlah muslim...org2 arab itu penipu semua. Gunakan akal sehatmu



a

FIRDAUS QURAN BERBASIS HYMNE ST. EPHRAIM ?.

Akitivis Hammas Muhammad Abu Wardeh yang merekrut para pengebom bunuh diri pernah berbicara di CBS th 2001 sbb : “ Aku menjelaskan bagaimana Allah akan mengganjar para syuhada atas pengorbanan hidupnya untuk tanah ini. Bila engkau menjadi seorang syuhada, Allah akan memberikan 70 perawan, 70 istri dan kebahagiaan kekal.”

Jelaslah keinginan untuk mendapat kehidupan “hedonis” di akhirat telah memicu muslim-muslim kurang akal untuk melakukan tindakan bunuh diri. Kelihatannya hal yang sama dilakukan Muhamad dalam merekrut dan memotivasi anggotanya. Dengan iming-iming itu pasukan muslim akan bertempur sampai mati, kalau menang dapat rampasan perang berupa harta dan wanita, sebaliknya kalaupun harus mati langsung akan masuk surga dan mendapatkan 72 perawan.

Sahih Muslim 4 No : 6793
Muhammad mengabarkan bahwa beberapa menyatakan dengan perasaan bangga dan yang lain membahas apakah di Firdaus akan lebih banyak pria atau lebih banyak wanita. Atas ini Abu Huraira mengabarkan bahwa Abu’l Qasim ( Muhammad) berkata :Rombingan pertama yang masuk ke Firdaus mukanya akan bercahaya seperti cahaya bulan purnama di malam hari, dan rombongan berikutnya mukanya akan bercahaya seperti gemertlap bintang dilangit, dan tiap orang akan mendapatkan sepasang istri dan sumsum tulang keringnya akan berkilap dibawah daging dan tidak ada seorangpun di Firdaus yang tanpa istri.

Surah 56 : 22-23 Dan (di dalam surga/taman itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.

Surah 56: 35-36 Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,

Surah 37 : 45-46 Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

Surah 55.
[51] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
[52] Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. [53] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
[54] Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
55] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
[56] Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
[57] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
[58] Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

Surah 76 :
[12] Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,
[13] di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.
[14] Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.
[15] Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,
[16] (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.
[17] Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.
[18] (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.
[19] Dan mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.
[20] Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Muhammad sendiri barangkali merasa yakin tentang kehidupan “hedonis” ala dunia di Firdaus, seperti yang tercantum dalam beberapa surah Quran. Tapi apakah benar konsep Firdaus nya Muhammad di inspirasi dan dipengaruhi oleh metafor dalam puisi St. Ephraim?

St Ephraim the Syrian (303-373 ) seorang Bapak Gereja dan penulis puisi mengarang Hymne on Paradise, yang kategorikan sebagai salah satu puisi St Ephraim yang paling indah dengan gaya puisi yang disebut madrase. Hymne ini merupakan salah satu yang dinyanyikan dalam litury gereja, dan sangat dikenal luas dikalangan gereja Syriac.

Contoh beberapa kutipan Hymne of Paradise.
( tr S Brock : St Ephrem the Syrian, Hymns on Paradise).

St Ephraim hymne on Paradise VII.5

Both men and women
are clothed in raiment of light,
the garments provided to cover their nakedness,

are swallowed up in glory;
all the limbs' vile emotions
are silenced,
the fountains of lust
are stopped up,

anger is removed
and the soul purified
and, like wheat, it flourishes in Eden,
unchoked by thorns

St Ephraim hymne on Paradise VII.15

The virgin who rejected
the marriage crown that fades
now has the radiant marriage chamber
that cherishes the children of light,
shining out because she rejected
the works of darkness.
To her who was alone
in a lonely house
the wedding feast now grants tranquility,
here angels rejoice,
prophets delight, and apostles add splendor

St Ephraim hymne on Paradise VII.18.

The man who abstained,
with understanding, from wine,
will the vines of Paradise rush out to meet,
all the more joyfully,
as each one stretches out and proffers him its clusters;
or if any has lived a life of virginity,
him too they welcome into their bosom,
for the solitary such as he
has never lain in any bosom
nor upon any marriage bed.

St Ephraim hymne on Paradise VII.19.

Those who have been crowned for our Lord's sake
with the martyr's death by the sword
shine out in glory there
with their crowns


Sepintas kalau membaca tidak hati-hati, puisi St Ephraim terjemahan dalam Inggris itu itu mirip dengan ayat-ayat Quran mengenai adanya “pernikahan dan sex “ di kehidupan Firdaus. Tapi sebenarnya dalam pengertian agama Nasrani tidak ada kata pernikahan dalam artian sexual dengan bidadari, malah sebaliknya hawa nafsu ditiadakan. Pesta pernikahan hanyalah metafor. Tanaman anggur (vines) dalam pandangan Kristen adalah merefer ke Kristus sendiri, yang buah-buahnya memberikan kehidupan.

Menurut Kristen, Kristus atau al Masih adalah mempelai pria, dan Gereja atau ummat Nasrani adalah mempelai wanita. Pada saatnya ummat Nasrani akan merayakan pesta pernikahan surgawinya, yaitu ketika kembali bersatu dengan al Masih. Dalam liturgy Orthodox, perayaan eucharist disamakan dengan “pesta pernikahan”. Injil sendiri mengatakan dalam kehidupan diakhirat orang tidak kawin atau mengawinkan.

Tapi bagi orang yang awam dalam hal ajaran Kristen, yang hanya mendengar dari homili atau khutbah-khutbah rahib Nasrani tanpa minta kejelasan arti yang sebenarnya, tentu dengan mudah akan mengasiosasikan istilah “pesta pernikahan” dengan “pernikahan jasmani”, seperti juga Quran menyebut dengan artian “anak biologis” dalam menyebut “anak Allah” nya Kristen . Jadi kelihatannya Muhammad memang salah mengerti tentang “pernikahan” di Firdaus, dan pengaruh puisi Ephraim itu menginspirasi Muhammad tentang salah satu hadiah bagi orang-orang mukmin, pernikahan jamani di Firdaus dengan bidadari.

Menurut buku Christoph Luxenberg , Die Syro-Aramaische Lesart des Koran, banyak ketidak jelasan dalam Quran akan hilang bila kita membacanya dalam Syriac dan bukan dalam bahasa Arab. Contohnya para Huriyah bermata jeli yang disebut dalam Quran. Bersandarkan pada puisi St Ephraim sebenarnya itu kata Syriac “hur” yang artinya “putih” atau “(anggur) putih”. Bila digabungkan dengan cin yang artinya “permata (dari kristal)” akan menjadi “(anggur) putih, permata (dari kristal)” atau “anggur putih yang seperti kristal.” Jadi para Huriyah bermata jeli sebenarnya kata Syriac “anggur putih, yang jernih seperti kristal.”

Dengan cara yang sama Luxenberg menganalisa QS 76:19, yang kalimatnya terasa aneh : anak-anak muda yang tetap muda. yang akan dikira seperti mutiara yang bertaburan. . Menurutnya kata Arab untuk “anak-anak muda” atau “wildun” adalah sama dengan kata Syriac “yalda” yang selalu dipakai untuk menyebut “yalda dagpetta” yang arti harfiahnya “children of vine”, tapi maksudnya adalah “fruit of vine.”

Kata itu bisa dilahat dalam Peshita (Bible Aramic), di mana pokok anggur /buah tananaman anggur diterjemahkan yalda dagpetta, atau “children of vine”. Contoh Matius 26:29 (terjemahan Peshita) :

Aku tidak akan meminum yalda dagpetta ( anak-anak anggur = pokok anggur ) lagi sampai pada hari ketika aku meminum yang baru bersamamu dalam Kerajaan Bapakku.

Sementara “mutiara” adalah biasa untuk metafora dari buah anggur seperti yang didapati dibagian lain dalam Quran. Jadi kalimat aneh “para anak-anak muda yang kelihatannya seperti mutiara bertaburan” sebenarnya kata Syriac “yalda dagpetta” atau “buah dari tanaman anggur” yang kelihatannya seperti mutiara bertaburan. –mm-


Ada dua Sabean, yaitu Sabean Haran dan Mandean Sabean di Iraq . Sabean Haran adalah kelompok penyembah bintang di Haran, yang kerena takut dibunuh Muslim pada abad ke 9 menyebut diri mereka adalah Sabean yang di Quran. Sabean Haran sekarang disebut psedo Sabean. Keduanya kadang dikacaukan dengan Sabaean yaitu orang-orang Semitik dari utara beremigrasi ke Selatan, biasa juga disebut Arab Selatan.

Tapi Sabean atau Sabiin dalam Quran barangkali adalah orang-orang Mandean Sabean di Iraq (Babylonia) Selatan yang disebut dalam bahasa Aram sebagai Subba atau saba (berkaitan dengan baptisan) asal kata Sabiin / Sabean, yaitu kelompok yang mengakui dirinya sebagai pewaris ajaran Yohanes Pembaptis dan Adam.

Menurut Al-Biruni (penulis abad ke 9 ) Mandean Sabean adalah sisa-sisa Yahudi pada pembuangan yang pertama yang masih tinggal di Babylonia (Iraq) dan tidak kembali ke Jerusalem pada jaman Cyrus dan Artaxerxes. Mereka kemudian mencampurkan Magisme dengan Judasime.’ Di Arab masa Muhammad barangkali ada berbagai sempalan dari Mandaean yang mempengaruhi kemunculan para hanif.

Dalam Quran mereka di sebut sebagai kelompok ke 3 dari para ahli kitab selain Yahudi dan Nasrani yang tentu saja tidak termasuk dalam kelompok jahilyah. Zakharia dan Yohannes Pembaptis (nabiYahya) yang bukan nabi Judaism tapi disebut “nabi” oleh Quran cocok dengan kepercayaan orang Mandean Sabean.

Orang-orang Mandean Sabean menyebut diri mereka monotheism (menyebut Tuhan dengan istilah “Great life”) , berkiblat ke arah Timur , puasa pada hari-hari tertentu, mengerjakan zakat, melakukan wudhu, dan shalat wajib 3 kali sehari (subuh, lohor dan magrib) dan tidak wajib (dua jam sesudah matahari terbit, 9 jam sesudah matahari terbit, dan malam) jadi mirip dengan jam-jam waktu sembahyang Kristen Orthodox.

www.mandaeans.org/frameset.htm

Orang Mandean percaya kepada nabi-nabi dan malaikat. Tapi mereka menolak Musa dan Yesus. Nabi mereka adalah nabi-nabi Yahudi sebelum Musa, seperti Adam, Seth, Nuh ,Sem, Enoch, ……….plus Zakaria dan Yohanes Pembaptis (Yahya). Mereka mengakui Abraham yang disebut Birham. Tapi nabi utama dari orang Mandean adalah Yohanes Pembaptis.

Menurut Mandaeans (seperti pada umumnya kaum Gnostik) Yur-ba (YHWH ) adalah kekuatan gelap (Spenta Manyu menurut zoroasterian). Mandaean melarang mutilasi dan melukai diri sendiri termasuk sunat. Tetapi Abraham yang adalah seorang imam, terpaksa disunat kerena “korengan” :roll: . Kerena perbuatannya Abraham merasa kotor dan memisahkan diri ke padang gurun bersama orang-orang yang lain yang tidak bersih dan berpenyakitan. Di sana Abraham mulai menyembah Yur-ba yang memberinya kekuatan magis sehingga tidak terbakar oleh api.Nimrod. Dan Yurba pun menjanjikan keturunan, sehingga keturunan Abraham menjadi satu bangsa (bni Sriil atau orang Israel).

Menurut Mandaean Musa tidak disunat kerena sejak orok dipungut oleh putri Firaun (istri menurut Quran), tapi Musa adalah pesuruh Yurba sehingga tidak diakui sebagi Nabi. Yesus juga tidak disunat tapi dipertimbangkan sebagai “almasih palsu” kerena mempermudah hidup yaitu dengan menganggap remeh peraturan ablution. (orang Mandean juga mengkritik baptisan Kristen kerena tidak menggunakan air mengalir atau “the living water “). Tapi Mani penerus Mandaean menggabungkan Mandaean dengan Kristen dan Buddha menjadi apa yang disebut Manicheism

Orang Mandean adalah gnostik (mungkin campuran Judaism dan Zoroasterian), meski Mandean Sabean tidak menyembah bintang seperti Sabean Haran, tetapi percaya bahwa zodiac mempengaruhi hidup manusia. Jam-jam dalam satu hari dan satu Munggu dipengaruhi kekuatan planet-planet tertentu. Barangkali orang-orang Magi dalam Injil adalah kelompok mirip Mandean.

Orang-orang Mandaean sangat “suka air” dan menjadikan ablution upacara penting, termasuk baptis dan wudhu. Sama seperti Muhammad, orang Mandean menganggap setan-setan bisa tinggal di bagian-bagian tubuh manusia. Ini juga mengingatkan kepada kelompok yang disebut dalam naskah Qumran, yang mempunyai peraturan kebersihan mirip kebersihan di negara maju, tetapi bukan didasarkan kepada masalah higienis tapi lebih ke masalah tahyul (animisme).

Mereka melarang pedukunan, tapi kepercayaan mereka kepada zodiac (astrology) dan ketakutan akan setan-setan…menyebabkan pengikutnya dekat dengan jimat-jimat (amulet). Perbedaan yang mencolok Muhammad dan Mandean adalah, bagi Mandean perbuatan yang menimbulkan kerusakan termasuk melukai diri sendiri berasal dari kuasa gelap, sebaliknya Muhammad malah membantai orang-orang yang dianggap menghinanya. Itulah sebabnya dalam beberapa tulisan kuno Mandean, Muhammad disebut sebagai son of slaughter (putera pembantain).

Beberapa yang mungkin diambil oleh Muhammad dari Mandean adalah untuk dijadikan konsep Islam adalah :

1.Wudhu disebut Rus'hma,
Mencuci tangan dan kaki, telinga, muka, mulut/hidung 3 x. dilakukan sebelum shalat sambil mengucapkan bacaan tertentu.

2. Waktu shalat.

3. Mendukung pernikahan (selibat diangap dosa).

4. Larangan memakai bangkai (sama dengan Kristen dan Yahudi).

5. Larangan minum minuman beralkohol,

6. Larangan memungut riba (sama dengan Yahudi).

7. Konsep agama Abraham, penyebutan Adam dan semua patriakh sebagai nabi, serta mengaku diri sebagai agama monotheist mula-mula (akar Judaism, Kristen dan Islam) seperti juga Islam mengklaim diri sebagai agamanya Abraham, Nuh, atau Adam…..

8. Puasa. (orang Mandaean puasa pada hari-hari tertentu 36 hari setahun mengikuti pergerakan bulan).

9. Beberapa peraturan untuk wanita.

Muhammad jelas mencampur adukan tiga agama yang berbeda (Sabean yang Gnostik), Judaism, dan Kristen dan menganggap agama gado-gadonya sebagai “yang paling sempurna”……………….


Orang Mandaean masih eksis meskipun ada di bawah tekanan Islam. Informasi Mandean di Iraq : http://www.usnews.com/usnews/culture/ar ... eans_2.htm

Kitab Suci utamaMandaean adalah Ginza Rba, yang awalnya ditulis dalam huruf Mandaic berasal dari jaman pra Islam. www.gnosis.org/library/mand.htm

Kutipan dan terjemahan chapter III dari :
THE INFLUENCE OF ANIMISM ON ISLAM
( http://www.geocities.com/mabcosmic/articles/anis.zip )
AN ACCOUNT OF POPULAR SUPERSTITIONS
BY SAMUEL M. ZWEMER, F.R.G.S.

Theodore Nöldeke dari Jerman dan sarjana Belanda Prof. A.J. Wensinck membuat study khusus tentang asal dan detail dari ritual shalat, belakangan lebih khusus mengenai aturan wudhu Muslim . Study lebih lanjut dari sumber-sumber yang diberikan dan pengalaman panjang di banyak Negara Muslim menghasilkan pengamatan dan kesimpulan berikut.

Dalam persiapan shalat lima waktu, khususnya dalam proses wudhu – tujuan Muslim kelihatannya untuk membebaskan dirinya dalam kaitannya dengan kekuatan supernatural atau jin-jin yang menentang penyembahan kepada Tuhan yang sejati. Itulah alasan kenapa ini begitu penting. Wensinck mengatakan kepada kita bahwa kepercayaan ini tidak ada kaitannya dengan kebersihan jasmani, tetapi dimaksudkan untuk membebaskan orang-orang yang hendak shalat dari kehadiran dan pengaruh roh jahat.

Dalam dua tradisi muslim kita baca , “kata nabi : ‘Bila ada diantaramu bangun dari tidur maka supaya menghembus hidungnya tiga kali. Kerena setan tinggal semalaman dalam lubang hidung manusia.’” Dan lagi “ “Kata Umar ibn el Khitab : ‘ Seseorang mengerjakan wudhu tetapi meninggalkan bagian yang kering di kakinya.’ Ketika nabi Allah melihatnya dia berkata : ‘Kembali dan basuh lebih baik,’ kemudian dia balik dan kembali untuk shalat. Kata nabi Allah : ‘Bila seorang Muslim hamba Allah mengerjakan wudhu ketika dia membasuh mukanya setiap dosa yang dilakukan mukanya dibersihkannya dengan air atau dengan tetsan air terakhir. Dan ketika dia membersihkan tangannya dosa dari tangannya dihapus dengan air atau tetesan air yang terakhir. Dan ketika dia membersihkan kakainya semua dosa yang dilakukan kakinya dibersihkan dengan air atau dengan tetesan air yang terakhir sampai dia menjadi suci dari dosa seluruhnya.” Goldziher memperlihatkan dalam satu tulisannya bahwa menurut konsep semitik, air mengusr setan-setan.

Bahwa pembasuhan dalam Islam sebagaimana diajarkan oleh Muhammad kepada muridnya asalnya tidak dimaksudkan untuk menghilangkan kekotoran jasmani tetapi sebuah upacara pencegahan terhadap serangan roh jahat, setan-setan, dsb., menjadi jelas ketika kita membandingkannya dengan pembasuhan yang dipraktekkan oleh para penyembah berhala. Sebagai contoh, Skeat menggambarkan upacara pembasuhan diprektekkan di Perak :

“ Limau dipakai di Perak, seperti kita menggunakan sabun. Ketika seorang Melayu menggunakannya mereka memotong menjadi dua dan menekan (ramas) dalam tangannya. Di Penang sebuah akar pohon bernama sintok biasanya lebih disukai daripada limau. Ketika badan dianggap cukup bersih, pelaku, menghadapkan tangannya ke Timur, meludah 7 kali, dan kemudian menghitung sampai 7 dengan suara keras. Sesudah kata “tujuh” dia melempar sisa limau atau sintok ke Barat, dan berkata keras, “Pergilah semua sial jambalang daripada badan aku ke pusat tasek Pawjangi,’ roh-roh jahat celaka, pergilah dari tubuhku ke pusaran air danau Paujangi!’ Kemudian dia melempar (jurus) beberapa embar air ke dirinya sendiri, lalu ritual selesai.”

Upacara yang baru saja digambarkan adalah sebuah bentuk penyucian dengan air. Upacara penyucian yang sejenis juga menjadi bagian integral dalam kebiasaan pada kelahiran, keremajaan, perkawinan, kematian, dan faktanya pada setiap periode krtis dalam hidup seorang Melayu.”

Menurut Al Bukhari pembasuhan sebelum shalat harus dimulai dari bagian kanan tubuh dan bukan yang sebelah kiri. Tradisi yang lain menghormati rambut Nabi ketika mereka jatuh di bak pembasuhan. Nabi mencuci kakinya ketika dia menggunakan sandal dengan hanya menggosokkan tangannya di bagian luar sandal; bendanya, kerena itu, tidak dapat membersihkan kotoran tetapi dimaksudkan untuk menangkal setan-setan.

Tradisi yang lain sebagai berikut : Menurut 'Abd-el-Rahman,, seorang datang kepada Omar ibn el-Khattab dan berkata, “ Aku dalam keadaan kotor dan tidak menemukan air.” Ammar ibn Yasir berkata ke Omar ibn el-Khattab, “ Tidakkah engkau ingat hari dimana engkau dan aku berpergian bersama. Engkau tidak shalat, tetapi aku menggulingkan diriku di pasir dan shalat. Ketika aku mengatakannya kepada Nabi, dia berkata, “ Itu cukup.’ dan sambil berbicara dia mengambil di tangannya, meniupnya dan menggososk mukanya dan tangan dengannya.” 'Abd-el-Rahman adalah saksi ketika “Amar berkata ke Omar, “ “Kami ada dalam satu detasemen dan kami dalam keadaan kotor, etc….” dan dia menggunakan kata-kata : “ dia meludah di tangannya” sebagai ganti “dia menghembus.”

Ada dua tradisi dari Bukhari juga memperlihatkan penghargaan terhadap kebiasaan animistik menghembus dan meludah.

Ada sejumlah tradisi berkenaan meludah di Masjid. Ini sama sekali tidak boleh dilakukan di depan siapapun, maupun di sebelah kanan tetapi sebelah kiri. Menurut Annas bin Malek, meludah dalam sebuah masjid adalah sebuah dosa : sesuatu yang dapat ditebus dengan menyeka air ludah. Kembali, dalam memasuki sebuah masjid harus dengan kaki kanan terlebih dahulu kerena takut akibat yang buruk. Dengan cara yang sama kami menceritakan bahwa seseorang yang membawa anak panah di tangannya memasuki sebuah masjid, dan Nabi berteriak : “ Pegang mereka pada ujungnya.” Satu-satunya alasan dari perintah ini, adalah kerena ujung anak panah atau benda-benda tajam yang lain mungkin membangunkan jin atau merusak niat shalat. Kami juga menemukan tradisi-tradisi mengenai praktek animistik seperti menyilangkan hari-jari pada waktu shalat.

Dalam berhubungan dengan ritual penbasuhan (ghasl) sesudah fungsi-fungsi alamiah tertentu, Wensinck menerangkan, "Das Geschlechtsleben stand im semitischen Heidentum unter dem Schutze gewisser Götter and war ihnen somit geweiht. Die männlichen und weiblichen Prostituierten bei den pälastinischen und babylonischen Heiligtümern sind ja bekannt genug. Ich brauche darüber kein Wort zu verlieren. Weil nun der betreffende Gott für den Monotheismus Dämon geworden ist, so ist auch sein Kult, das Geschlechtsleben, für den Monotheismus dämonisch." Ada beberapa tradisi yang menegaskan hubungan dekat antara tidur dan kehadiran jin. Selama tidur roh, menurut kepercayaan animistic dipercaya meninggalkan tubuh. Tidak hanya selama tidur, tetapi selama sakit setan-setan hadir dan di Mesir dianggap sebagai kesialan bagi siapapun yang tidak bersih mendekati seorang pasien penderita ophthalmia.

Muslim ketika dia bersembahyang, menurut tradisi, menutup kepalanya, khususnya bagian belakang kepala. Ini menurut Wensinck juga berkaitan dengan kepercayaan animistic; kerena roh jahat memasuki tubuh melalui ini. Goldziher memperlihatkan bahwa nama yang diberikan untuk bagian ini (al aqfa) berhubungan erat dengan sejenis puisi yang disebut Qafiya, yang asalnya berarti sebuah syair untuk melukai tengkorak kepala, atau dengan kata lain sebuah syair kutukan. Oleh kerena itu kerena ketkutan akan kekuatan jahat yang mungkin masuk ke pikiran kepala harus ditutupi selama shalat. Keterangan mengenai praktek ini ditemukan baik pada tradisi Muslim dan dalam Talmud, yang merupakan contekannya. Kembali ini penting dicatat bahwa tempat-tempat yang secara ritual tidak bersih seperti closet, bak mandi, etc, di anggap sebagai tempat tinggal setan-setan.

Panggilan Muezzin menurut al Bukhari mengusir roh-roh jahat dan setan. Tidak ada seorangpun yang berani melafal Quran, tanpa lebih dahulu mengulang kata-kata, “ aku berlindung kepada Allah dari Setan terkutuk.” Kami mungkin menambahkan semua yang Mittwoch ketengahkan dalam bukunya "Zur Entstehungsgeschichte des islamischen Gebets und Kultus," bahwa Takbir sendiri ( berteriak Allahu Akbar) satu dari element shalat harian, adalah sebuah teriakan melawan setan-setan. Pengangkatan kedua tangan sewaktu shalat dan bergeraknya ujung jari mungkin untuk menangkal roh-roh di udara, atau ini barangkali berhubungan dengan Qanut.

Di antara orang Arab sebelum Muhammad dan di antara Muslim sampai hari ini, bersin, terutama selama shalat, adalah sebuah tanda sial dan harus dibarengi dengan sebuah ucapan soleh. Ini juga nyata animitik; di antara suku-suku Malaysia kepercayaan umum adalah bahwa ketika sesorang bersin, roh meninggalkan tubuh. Pada penutupan shalat, orang yang shalat memberi hormat kepada dua malaikat di kanan dan kiri pundaknya. Ketika seseorang bersin dia harus berkata, “aku memohon pengampunan Allah”’ ketika menguap, nafas (roh) masuk ke dalam dan harus berkata, “Syukur kepada Allah.”

Tidak hanya persiapan untuk shalat dan shalat itu sendiri tetapi waktu shalat mempunyai kaitan yang jelas dengan kepercayaan animitik. Shalat lohor (tengah hari) tidak pernah dilakukan pada puncaknya tetapi sejenak sesudah matahari mencapai meridian. Wensinck menunjukkan bahwa ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa dewa matahari adalah sesungguhnya setan dan tidak boleh disembahyangi oleh monotheist. Menurut al Bukhari nabi menunda shalat lohor hingga sesudah tengah hari demi “panas yang tebesar dari siang hari berasal dari neraka.” Juga tidak diijinkan untuk shalat sejenak sesudah matahari terbit kerena “matahari terbit di antara tanduk-tanduk Iblis.” Menurut Abu Huraira Abdallah ibn 'Omar, Rasulullah berkata : “ Ketika panas sangat menyengat tunggu sampai menjadi lebih dingin untuk mengerjakan shalatmu, kerena panas yang menyengat berasal dari neraka.”

Abu-Dzarr berkata : Muezzin nabi Nabi memanggil untuk shalat lohor. “ Tunggu sampai ini lebih dingin, tunggu sampai lebih dingin, atau tunggu…..”kata Nabi. Kemudian dia menambahkan : “Panas yang menyengat dari neraka: maka ketika panas berlebihan tunggu sampai menjadi dingin, kemudian kerjakan shalatmu.” Abu-Dzaar menambahkan : “ Dan kami menunggu sampai kami melihat bayangan menurun.”

Kepercayaan bahwa pada jam-jam tertentu dari satu hari membawa sial dan harus dijaga darinya adalah sebuah kepercayaan pagan, barangkali didasarkan kepada ketakutan akan kegelapan. Maxwell. dikutip oleh Skeat (page 15), berkata : “Matahari terbenam adalah saat dimana roh-roh jahat dari berbagai jenis mempunyai sebagian besar kekuatannya. Di Perak, anak-anak selalu dipanggil masuk rumah pada jam-jam ini untuk melindungi dari bahaya tak terlihat. Kadang-kadang, dengan obyek yang sama, seorang wanita pemilik rumah yang ada anak kecil, akan mengunyah kunyit terus , kerena dianggap tidak disukai oleh setan-setan dari berbagai jenis, dan meludah di tujuh titik berbeda dengan berjalan mengitari rumah.

“ Sinar kuning yang menyebar di langit barat, ketika dipancarkan sebagai sinar terakhir sebelum matahari terbenam, disebut mambang kuning (illah kuning), sebuah sebutan yang menandakan ketakutan akan tahayul yang terkait dengan periode tertentu.

Dalam kaitan ini penting untuk dicatat waktu-waktu sial di antara orang-orang Melayu berhubungan tepat dengan dengan waktu shalat Muslim. Di antara orang-orang Melayu masing-masing periode ini mempunyai arti khusus dan dewa penjaga khusus, satu dari antara dewa-dewa Hindu. Tabel yang diberikan berhubungan erat dengan jadwal waktu shalat Muslim. “Barangkali system keberuntungan dan kesialan yang paling tua dan dikenal baik disebut Katika Lima, atau Lima Waktu. Dibawah itu hari dibagi menjadi lima bagian (saat matahari terbit , menjelang tengah hari, tengah hari, sesudah tengah hari, dan saat matahari terbenam) dalam bentuk sebuah siklus : masing-masing divisi ini ditandai dengan sebuah nama, yaitu Maswara (Maheswara), Kala; Sri, Brahma, dan Bisnu (Vishnu).

Yang sangat menarik dari semuanya, adalah tradisi mengenai Sutra (lihat : Bukhari vol 1: Hadith No. 472-499…..). Kata itu berarti suatu yang menutupi atau melindungi; dari apa perlindungan itu dan mengapa ini dipakai ? Komentar-komentar tidak menjelaskan apa arti sesungguhnya dari Sutra tetapi ini sangat jelas sebuah perlindungan dari setan-setan, sebagaimana diperlihatkan oleh tradisi.

Menurut Ibn Omar, pada hari raya (ketika puasa selesai) Rasulullah memberi dia perintah kalau dia pergi supaya membawa kan dia sebuah tongkat dan menancapkakannya didepannya dan di depan tongkat ini dia mengerjakan shalat, sementara orang mukmin berada di belakangnya. Dia melakukan hal yang sama ketika dia menempuh perjalanan, dan berasal dari sinilah para emir mengambil kebiasaan itu. Yang lain mengatakan Sutra nabi adalah tombak pendek atau pelana onta, atau ontanya sendiri ketika berlutut. Sebuah tradisi diberikan oleh Abu Dawud dengan pewari Ibn Abbas yang berkata, “ Aku pikir Rasulullah berkata, ‘Bila salah satu darimu shalat tanpa sebuah sutra (sesuatu yang di letakkan oleh orang yang shalat) di depan dia, shalatnya cenderung dibatalkan oleh seekor anjing, atau seekor keledai, atau babi, atau YAHUDI ( benci amat …..sih), atau seorang Magi , atau wanita yang mens; bila mereka lewat didepannya mereka hendaknya dihukum kerena perbuatan itu; dengan dilempar batu.’”

Abu-Johaifa berkata : “Nabi pergi selagi panas siang hari dan ketika dia datang ke El Batha dan shalat lohor dua rakaat dan shalat isa, menancapkan tombak di depannya dan mengambil wudhu. Para mukmin membasuh diri mereka dengan sisa air.”

Tradisi berikut sangat penting dan ini memperlihatkan arti asalnya. Penunjukan ke setan-setan adalah animistik : “Abu Salih es-Sam'an berkata : ‘aku melihat sesuatu yang memisahkan dia dari kerumunan. Seorang muda dari bani Abu Mo’ait mencoba lewat di depannya, Abu Said memberinya dorongan kuat di dada. Orang muda melihat ke sekeliling mencari jalan keluar dan tidak menemukannya, dia kembali. Abu Said mendorong dia kembali lebih kasar. Orang muda mengutuk dia dan kemudian pergi dan mengatakan tindak tanduk Abu Said. Yang belakangan saat itu masuk dan Merwan berkata padanya : “ Apa yang terjadi denganmu, O Abu Said, bahwa engkau memperlakukan seperti itu kepada salah satu dari agamamu sendiri ?” “ Aku mendengar Nabi mengucapkan kata-kata ini, “ jawab Abu Said, “ ketika salah seorang darimu shalat, letakkan sesuatu di depan nya yang akan memisahkan dia dari tempat umum, dan bila siapapun mencoba lewat di antaranya usir dia pergi dan bila dia menolak gunakan paksaan, kerena ia adalah setan.” “Muslim menambahkan : “Bila salah satu darimu shalat jangan mengizinkan seorangpun untuk melewati antara dia dan sutra kerena perlindungannya dari setan-setan.”

Sutra atau penjaga yang ditempatkan di depan sesorang ketika shalat biasanya benda-benda seperti sebuah batu atau sebuah tongkat yang ditempatkan pada jarak tertentu dari orang yang shalat : yakni kira-kira satu kaki di luar tempat dimana kepalanya menyentuh tanah. Ini juga sebuah tanda bahwa tidak ada orang boleh lewat di depannya, tetapi tidak pernah digunakan kecuali oleh orang-orang dewasa dan berpikiran serius, dan kemudian hanya di ruang terbuka atau umum; tidak pernah dalam sebuah ruangan atau atap rumah. Bila batu-batu digunakan mereka tidak boleh kurang dari tiga, jika tidak itu akan terlihat seperti benda sesembahan.

Ada beberapa kasus yang mana lewat di depan orang yang shalat diperhitungkan sebagai dosa baik bagi yang shalat maupun yang lewat, i.e :

(a) Bila yang shalat diharuskan shalat jalan umum, dan tidak ada jalan lain untuk lewat kecuali di depannya, dosanya ditimpakan baik kepada yang shalat maupun kepada yang lewat.

(b) Bila dia yang shalat memilih sebuah tempat umum yang cenderung sedikit terekspos dan seseorang lewat di depannya, yang sebenarnya bisa dengan mudah lewat di belakangnya, dosanya diperhitungkan kepada keduanya.

(c) Bila dia yang shalat memilih sebuah tempat umum yang cenderung sedikit terekspos dan seseorang lewat di depannya, dan tidak ada pilihan lagi, dosanya diperhitungkan kepada yang shalat.

(c) Bila dia yang shalat memilih sebuah tempat yang tidak terlihat dan seseorang dengan bebas lewat di depannya, padahal ada ruang di belakangnya, dosanya diperhitungkan kepada yang lewat

“Praktek di kalangan Muslim Shiah berbeda dalam hal tertentu dari yang Sunni. “ kata Miss Holliday of Tabriz, Persia. “ Seorang Shiah akan shalat menempatkan diri ke arah Kiblat di Mekkah; bila dia seorang Muslim yang keras dia akan meletakkan di depan dia paling dekat dengan Kiblat dan di mana dia dapat meletakkan jidad di atasnya, Muhr yang harus ada. Ini umumnya berisi tanah dari Karbala, dipadatkan menjadi sebuah lempengan kecil dengan inskripsi Arab; dalam berbagai bentuk. Bila ssorang tidak mempunyai benda ini dia dapat menggunakan sebuah batu biasa, potongan kayu atau bongkahan tanah; di pemandian-pemandian mereka menyimpan potongan-potongan kecil kayu untuk kenyamanan yang shalat Mengenai kayu, mereka katakan semua pohon di dunia berasal dari surga, dan hidup mereka langsung dari Allah, maka mereka adalah benda yang suci. Jimat-jimat Kerbala disebut ‘turbat’ dibuat dari tanah suci dari kuburan kota Imam Hussein. Pada sisi terdekat dia dari Muhr yang shalat meletakkan sisir saku kecil, kemudian berikutnya kepada dirinya tasbih.

“Sesudah shalat mereka mengarahkan jari telunjuk kanan pertama ke arah Kiblat, menghormat Muhammad sebagai anak Abdullah dan Imam Hussein’ cucu sang Nabi, anak Fatima,’kemudian ke timur menghormati Imam Riza sebagai Gareeb atau orang asing, di Meshhed di Khorassan, kemudian ke barat, menghormati Imam Mahdi, sebagai Sahib-i-zaman. Bagian belakang adalah utara; ini seperti memuja matahari.

Di antara kebiasaan yang dilarang selama shalat adalah menyilang atau menutup jari-jari. Mereka harus dijaga tetap terbuka lebar-lebar. Menurut tradisi Ibn Maja : “Kata Nabi : ‘Jangan menempatkan jari-jarimu menutup bersama selama shalat. Juga dilarang untuk menutupi mulut selama shalat.’” Tradisi yang lain mengatakan bahwa rasulullah melihat sesorang yang menyilangkan jari-jarinya selama shalat atau menggabungkan mereka menjadi satu, dia mendekatinya dan membuatnya meregangkan jari-jarinya.

Muslim hidup secara konstan dalam ketakutan akan roh jahat; ini diperlihatkan oleh tradisi yang lain mengenai ritual shalat. Sebagai contoh, kita baca di Sunnan Ibn Maja bahwa Muhammad melarang shalat di kerjakan pada atau dekat tempat onta yang berair kerena onta diciptakan oleh Iblis. Ini sebuah tahayul kuno bahwa setan ikut campur di penciptaan onta; penjelasan di berikan dalam komentar. Kami dengan hormat mengatakan bahwa jari-jari harus terbuka agar tidak ada tempat untuk roh jahat bersembunyi dan oleh kerena itu metoda membasuh tangan (rakhlil) terdiri dari menggosokkan jari-jari terbuka dari kedua tangan satu sama lain (Ibn Maja, Vol. I, p. 158, Nasai, Vol. I, pp. 30, 173, 186-7.). Referens terakhir khususnya penting kerena menunjukkan bahwa Muhammad merulang kali mengajarkan kebiasaan menggerakkan jari pertama saat shalat. Tidak dapat disangkal kebiasaan menyisir rambut dengan jari-jari terbuka (Takhlil esh-Sha'ar) pada yang mana al Bukhari merefer (Vol.1, p.51) mempunyai arti yang sama.

Relung dalam sebuah masjid yang berfungsi menunjukan arah shalat disebut Mihrab, yaitu, “tempat berperang, “ atau barangkali, alat yang dengannya kita memerangi setan-aetan ? Ada banyak tradisi mengenai Muhammad bergumul dengan Ifrit dan Jin dalam sebuah Masjid. Yang sangat menarik diceritakan dalam Muslim (Vol. I, p. 204). “kata rasulullah (saw) : ‘ Satu setan tertentu dari kalangan jin menyerang aku kemarin untuk menghentikan shalatku, tetapi, sungguh, Allah memberikan aku kemenangan atasnya. Aku mengikatnya di sisi salah satu pilar masjid supaya engkau bangun di pagi hari dan melihatnya, kalian semuanya, ketika aku ingat doa saudaraku Solomon : “O Tuhan, ampuni aku dan beri aku kuasa yang tidak seorangpun pernah mempunyai,” dan sesudah itu Allah membebaskan setan!’” Mihrab dalam masjid, kelihatannya, menggantikan sutra di luar masjid dan mempunyai fungsi sama.

Membentuk barisan dalam shalat muslim seperti mereka menghadap Mihrab, adalah sangat penting dan oleh kerena itu sangat hati-hati untuk itu. Ada banyak tradisi dalam hal ini yang hanya dapat dihungungkan dengan kepercayaan kepad Jin. Sebagai contoh, tidak hanya orang yang shalat berdiri dalam sebuah baris, tetapi dalam sebuah masjid sangat penting untuk berdiri dekat satu sama lain sehingga tidak ada apapun yang bisa lewat. Mereka berdiri siap laksana pasukan dalam formasi kelompok. Ini tradisinya :

Anas menyatakan bahwa Nabi berkata : “ Amati barisanmu, kerena aku dapat melihat mu dari belakang punggungku.” “masing-masing dari kita,” dia menambahkan, “tempatkan bahunya sehingga menyentuh yang sebelahnya dan kakinya dengan apa yang ada pada sebelahnya.” Kita harus menambahkan untuk ini tahayul yang lain, yaitu, katanya membawa sial kalau shalat di sebelah kiri Imam. Ibn-'Abbas berkata : “ Pada suatu malam tertentu aku mengerjakan shalat bersama nabi. Ketika aku menempatkan diriku di sisi kirinya, rauslullah memegang belakang kepalaku, dan menempatkan aku di sebelah kanannya. Sesudah kami selesai shalat, dia merebahkan diri dan istirahat sampai muezzin datang untuk mencarinya. Kemudian dia bangun dan mengerjakan shalat tanpa mengambil wudhu.

Kita sekarang membicarakan mengenai mengangkat kedua tangan saat shalat. Ini adalah sebuah bahan diskusi yang penting untuk dibicarakan.

Dalam doa yang disebut Qunut (Qunut ‘l witr), yang dilakukan saat dan sebagai bagian shalat pagi, tangan dinaikkan. Goldziher percaya makna asalnya adalah sebuah kutukan atau pengutukan terhadap musuh; seperti kebiasaan orang arab. Nabi mengutuk musuh-musuhnya dengan cara yang demikian. Demikian juga khalifah pertama. Dalam Lane's Dictionary (Art. Qunut) kami menemukan saat itu orang yang shalat mengucapkan : “ O Allah. sesungguhnya kami memohon pertolonganmu, dan kami memohon pengampunanmu. Dan kami percaya kepadamu dan kami mempercayakan kepadamu, dan kami memuji engkau , dan kami tidak akan tidak berteima kasih kepadamu kerena rahmatmu, dan kami menyingkirkan dan meninggalkan dia yang tidak mematuhi engkau: O allah, engkau kami sembah dan kepadamu kami mengerjakan shalat dengan sempurna, dan kami bersujud; dan kami cepat bekerja untukmu dan melayani mu ; kami mengharapkan ampunanmu, dan kami takut hukumanmu; sesungguhnya hukumanmu mengejar orang yang tidak beriman,. Ini perkataan nabi ketika dia berdiri saat bulan penuh sesudah shalat fajar mengutuki suku Rial dan Dhukwan. Kita baca di Al-Muwatta (Vol. I, p. 216) bahwa pada waktu Qunut mereka mengutuk musuh mereka, para kafir, di bulan Ramadhan. Di kemudian kebiasaan ini dimodifikasi atau diperjelas.

Tidak dapat diragukan mengenai asal doa Qunut. Kita belajar dari Yusuf as Safti dalam komentarnya pada buku Fiqh Ibn Turki yang dikenal baik (p. 157): “ Alasan untuk peraturan mengenai Qunut adalah sebagai berikut : Suatu hari datang ke Nabi kafir tertentu yang berpura-pura menjadi Muslim dan meminta kepadanya bahwa dia akan memberikan mereka bantuan dari antara para Sahabatnya sebagai satu pasukan melawan musuh-musuh mereka. Maka dia memberikan mereka tujuh puluh orang dari antara para Sahabatnya; ketika mereka berangkat bersamai mereka, mereka membawanya ke gurun dan membunuh mereka melempar mereka ke dalam sumur Mayrah. Ini kemudian diketahui oleh Nabi dan dia mencurigai mereka dan dipenuhi dengan kemarahan dan mulai menguktuki mereka katanya : ‘O Allah, kutuk Ra'ala dan Lahyan dan Beni Dhakwan kerena mereka menghina Allah dan Rasulnya. O Allah, sebab datangnya kepada mereka bencana/kelaparan seperti di hari-hari Yusuf dan tolong el-Walid ibn el-Walid dan sekutu yang lemah di Mekkah.’ Kemudian Jibril turun kepadanya dan mengatakan kepadanya untuk diam, katanya, ‘Allah tidak mengirim engkau seorang pemaki dan seorang pengutuk tetapi sesungguhnya dia mengirim engkau sebagai sebuah rahmat. Dia tidak mengirim engkau sebagai sebuah hukuman. Urusan tidak berhubungan denganmu, kerena kehendak Allah akan memaafkan mereka atau menghukum mereka. Mereka adalah pelanggar.’ Kemudian dia mengajar dia Qunut tersebut di atas, i.e, shalat yang sekarang digunakan.”

Kendati penuntutan akan keesaan Tuhan, ada banyak hal lain yang berhubungan dengan shalat Muslim yang memperlihatkan sihir pagan, seperti kekuatan melalui kata-kata tertentu dan gerakan untuk mempengaruhi YMK. Praktek ini lazim sebelum Islam. Professor Goldziher menyebut kebiasan mantera (Manashada) yang sama seperti yang dilakukan para Kahin jahiliyah. Dari beberapa pembaca tertentu pada awal Islam dikatakan : “ Bila lagi dan lagi akan mendesak apapun di atas Allah dia akan yakin memperolehnya.” Tidak hanya shalat wajib tetapi juga Du’a (doa/permohonan) ada praktek magic, khususnya dalam shalat gerhana dengan mengangkat kedua tangan. Kita mengatakan (al-Bukhari) bahwa pada suatu kesempatan Nabi sementara shalat untuk hujan mengangkat tangannya begitu tinggi sehingga sesorang dapat melihat kulit putih pada lengannya. Dalam kasus Du’a oleh kerena itu, Kiblat dikatakan adalah langit sendiri dan bukan Mekkah.

Isyarat yang lain yang digunakan pada Du’a adalah mengusap muka, atau badan dengan kedua tangan. Kebiasaan ini, ditiru dari Nabi juga berefek magis. Menjelang kematiannya Nabi meletakkan kuda tangannya dalam air dan membasuh mukanya dengan itu, merapal syahadat.

Goldziher menunjuk terutama kepada element-element magis dalam shalat untuk hujan dan shalat gerhana matahari atau bulan. Ini , seperti musim kering berkepanjangan, dimengerti dan dilawan oleh Arab jahiliyah dalam kebiasan bertahayul. Muhammad melarang mereka untuk mengenali segala fenomena demikian lebih dari sekedar manisfestasi keberadaan Sang Pencipta, namun mentasbiskan juga dalam hal ini ritual shalat tertentu, yang akan berlanjut terus selama gerhana ada.